Baik pada Layanan Administrasi maupun Layanan di Faskes, BPJS Kesehatan Senantiasa Berkomitmen untuk Meningkatkan Kualitas Layanan

Ket. Foto: BPJS Kesehatan Senantiasa Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Layanan
Ket. Foto: BPJS Kesehatan Senantiasa Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Layanan Source: (Foto/Palu)

Palu, gemasulawesi – BPJS Kesehatan senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan untuk seluruh peserta JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional, baik pada layanan administrasi BPJS Kesehatan maupun layanan di fasilitas kesehatan.

Komitmen ini diwujudkan lewat berbagai inovasi yang secara konsisten dikembangkan untuk memastikan bahwa setiap peserta JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional mendapatkan akses yang cepat dan juga mudah terhadap layanan administrasi yang diperlukan.

Salah satu dokter muda yang saat ini sedang menjalani tahap co-assistant di RS Undata Palu, Nurul Fajria Nayu, berbagai pengalamannya tentang kemudahan akses layanan administrasi BPJS Kesehatan lewat aplikasi Mobile JKN.

Baca Juga:
Karena Berprestasi, 6 Lulusan UIN Datokarama Palu Sulawesi Tengah Diberi Penghargaan Akademik

Dia mengatakan dirinya awalnya terdaftar di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama atau FTKP di Kabupaten Luwuk, sebab memang dia berasal dari sana.

“Namun sejak menjalani masa perkuliahan hingga sekarang koas di Palu, saya merasa perlu untuk pindah faskes agar dapat saya pergunakan jika sakit di perantauan,” ujarnya.

Dia melanjutkan proses perpindahan faskes ternyata sangat mudah.

Baca Juga:
Dalam Menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan kepada Masyarakat, Alumni UIN Datokarama Palu Siap Mengabdi untuk Daerah, Bangsa dan Negara

“Cukup dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN, saya dapat memilih fasilitas kesehatan baru yang dekat dari tempat tinggal saya di Palu,” katanya.

Nurul mengakui kemudahan akses layanan administrasi lewat aplikasi Mobile JKN sangat membantu.

Terutama untuk dirinya yang harus berpindah-pindah tempat sesuai dengan kebutuhannya, dikarenakan sedang menempuh pendidikan.

Baca Juga:
Imbas Aksi Unjuk Rasa Tolak Revisi UU Pilkada yang Berakhir Ricuh, Pemprov DKI Jakarta Ancam Cabut Beasiswa KJP Pelajar yang Terlibat

“Kebetulan saya telah lama menggunakan aplikasi Mobile JKN, jadi tidak perlu repot mengurus berkas secara manual atau datang ke kantor BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Dia menambahkan dia cukup mengubah data faskes lewat aplikasi Mobile JKN, semua dapat dilakukan dari ponsel.

Disebutkannya ini sangat menghemat waktu dan tenaga.

Baca Juga:
Tak Terima Temannya Tiba-Tiba Dibacok, Ratusan Mahasiswa di Cipayung Bakar Motor Pelaku yang Melarikan Diri, Begini Kondisinya Sekarang

Selain pengalaman pribadi dalam memanfaatkan layanan administrasi tanpa tatap muka BPJS Kesehatan, sebagai seorang koas yang bertugas di RS, Nurul sering menyaksikan pasien yang sangat terbantu dengan adanya program JKN ini. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Hingga 31 Juli 2024, Kanwil DJPb Kementerian Keuangan Sulawesi Tengah Sebut Kinerja APBN Menunjukkan Pertumbuhan Positif

Kanwil DJPb Kemenkeu Sulawesi Tengah mengatakan kinerja APBN hingga tanggal 31 Juli 2024 menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Diamankan Petugas Imigrasi Gegara Langgar Izin Tinggal di Indonesia, Puluhan WNA Nekad Kabur hingga Lompat dari Apartemen

Operasi Jagratara amankan 44 WNA yang melanggar izin tinggal di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Penangkapan berlangsung dramatis.

Belum Memenuhi Persyaratan yang Ditentukan, KPU Sigi Menolak Pendaftaran Bakal Paslon Bupati dan Wabup Nirwansyah dan Hesty

Pendaftaran bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nirwansyah Parampasi dan Hesty Yulita ditolak oleh KPU Kabupaten Sigi.

Tanggapi Viralnya Video Polwan Tegur Pria yang Sedang Makan di Warkop, Polda Jatim Beberkan Fakta Sebenarnya

Viral video seorang Polwan menegur pria yang sedang makan di Surabaya, Polda Jatim klarifikasi fakta dan penyebab miskomunikasi.

Memanas! Blokade Jalan oleh Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Saat Demo Picu Kemarahan Warga, Begini Kronologinya

Demo mahasiswa UNM blokade jalan hingga malam, memicu kemarahan warga yang berujung pada bentrokan dan kerusakan kampus.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;