Pengamanan Ketat Aksi Demo Ribuan Ojol dan Kurir se Jabodetabek di Istana Merdeka, Polda Metro Jaya Kerahkan 1.784 Personel Gabungan

Aksi unjuk rasa ribuan ojol di Jakarta Pusat hari ini, polisi siapkan pengamanan ketat.
Aksi unjuk rasa ribuan ojol di Jakarta Pusat hari ini, polisi siapkan pengamanan ketat. Source: Foto/Dok. PMJ News

Jakarta, gemasulawesi - Hari ini, ribuan pengemudi ojek online (ojol) dan kurir dari Jabodetabek akan menggelar aksi demo di kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. 

Untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama aksi berlangsung, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, telah menyiapkan 1.784 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda Jakarta, dan instansi terkait lainnya. 

Personel ini akan bertugas untuk mengawal jalannya unjuk rasa dan memastikan tidak terjadi gangguan yang berarti.

Kombes Pol Susatyo menjelaskan bahwa pengamanan akan dilakukan dengan pendekatan persuasif, di mana seluruh personel diimbau untuk mengutamakan negosiasi dan pelayanan yang humanis. 

Baca Juga:
Kemenhub Buka Suara Soal Aksi Demo Besar-besaran Ribuan Pengemudi Ojol dan Kurir se Jabodetabek di Istana Merdeka, Tegaskan Hal Ini

Selama aksi, polisi akan memantau situasi secara cermat dan menerapkan skenario pengalihan arus lalu lintas yang bersifat situasional. 

Pengalihan lalu lintas ini akan disesuaikan dengan jumlah massa dan eskalasi yang terjadi di lapangan. 

Jika massa yang berkumpul cukup banyak dan situasi meningkat, rekayasa lalu lintas akan segera diterapkan untuk menghindari kemacetan yang lebih parah.

Susatyo juga mengingatkan para personel untuk tidak membawa senjata api dan tetap menghargai hak massa aksi dalam menyampaikan pendapat. 

Baca Juga:
Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran! Ribuan Pengemudi Ojol dan Kurir se-Jabodetabek Turun ke Jalan Kepung Istana Merdeka, Apa Tuntutannya?

Selain itu, ia berharap agar para koordinator lapangan (korlap) dan peserta aksi dapat menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis, sehingga unjuk rasa dapat berlangsung aman dan tertib.

Dalam aksi demo hari ini, massa pengemudi ojol dan kurir akan menyampaikan beberapa tuntutan utama kepada pemerintah dan perusahaan aplikator. 

Mereka mendesak adanya kenaikan tarif pengantaran barang, yang saat ini dinilai tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka tanggung. 

Para pengemudi juga menuntut transparansi dalam sistem pembayaran dari perusahaan aplikator, karena banyak dari mereka merasa tidak jelas mengenai potongan-potongan yang dilakukan dan merugikan mereka.

Baca Juga:
Dalam Meningkatkan PAD, UPT XI Samsat Sigi Mulai Akhir Tahun 2023 Secara Resmi Melayani Pergantian Pelat Motor 5 Tahunan dan Perpanjangan STNK

Selain itu, para pengemudi menginginkan adanya jaminan sosial dan kesehatan yang layak, karena saat ini banyak yang tidak mendapatkan asuransi kerja meski pekerjaan mereka berisiko tinggi. 

Mereka juga meminta agar perusahaan tidak melakukan pemutusan kemitraan secara sepihak tanpa alasan yang jelas, serta adanya mekanisme yang lebih adil dan transparan dalam penilaian kinerja sebelum pemutusan kemitraan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Kemenhub Buka Suara Soal Aksi Demo Besar-besaran Ribuan Pengemudi Ojol dan Kurir se Jabodetabek di Istana Merdeka, Tegaskan Hal Ini

Ribuan ojol dan kurir demo di Istana Merdeka tuntut revisi tarif, Kemenhub berikan respon, polisi kerahkan 1.326 personel.

Memanas! Blokade Jalan oleh Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Saat Demo Picu Kemarahan Warga, Begini Kronologinya

Demo mahasiswa UNM blokade jalan hingga malam, memicu kemarahan warga yang berujung pada bentrokan dan kerusakan kampus.

Viral Dugaan Polisi Halangi Advokat untuk Beri Bantuan Hukum kepada Pendemo yang Ditangkap Gegara Bertindak Anarkis, Begini Faktanya

Polda Metro Jaya buka suara terkait narasi viral yang menyebut menghalang-halangi advokat yang akan beri bantuan hukum kepada para pendemo.

Buntut Aksi Demo Tolak Revisi UU Pilkada yang Digelar Serentak di 15 Kota Besar, DPR RI Akhirnya Setujui Perubahan PKPU Sesuai Putusan MK

Gelombang aksi demo yang menolak revisi UU Pilkada 2024 menjadi viral di berbagai kota besar, mendorong DPR untuk menyetujui Putusan MK.

Bertindak Anarkis, 19 Orang yang Ikut dalam Aksi Demo Tolak Revisi UU Pilkada di Depan Gedung DPR RI Ditetapkan sebagai Tersangka

Polisi menetapkan 19 dari 50 peserta kerusuhan demo UU Pilkada sebagai tersangka. Semua tersangka dipulangkan dengan wajib lapor.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;