Fakta Baru Penangkapan 2 Terduga Teroris di NTB, Densus 88 Polri Beberkan Peran Strategis Keduanya dalam JAB

Fakta baru terungkap dalam penangkapan terduga teroris di NTB, Densus 88 ungkap hal ini.
Fakta baru terungkap dalam penangkapan terduga teroris di NTB, Densus 88 ungkap hal ini. Source: Foto/Dok. PMJ News

NTB, gemasulawesi - Penangkapan dua terduga teroris di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), oleh Densus 88 Antiteror Polri kembali mengungkap fakta baru mengenai aktivitas terorisme di wilayah tersebut. 

Kedua tersangka yang ditangkap, berinisial LHM dan DW, ternyata memiliki peran yang sangat strategis dalam kelompok Jamaan Anshorut Daulah (JAD) Bima. 

Operasi yang dilakukan ini berhasil menangkap kedua tersangka di dua lokasi berbeda.

Menurut Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago, peran LHM dan DW dalam kelompok teroris tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Baca Juga:
Dalam Upaya Menegakkan Ketertiban, Pemerintah Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo Telah Berhasil Menyelesaikan 21 Pelanggaran yang Dilakukan Warga

"LHM ternyata bukan sekadar anggota biasa, dia adalah Amir, atau pemimpin dalam kelompok JAD Bima," ungkap Erdi dalam keterangannya. 

Sebagai Amir, LHM kerap memberikan khutbah Jumat dengan muatan radikal kepada anggota JAD dan masyarakat umum di wilayah tersebut.

Selain berperan sebagai pemimpin, LHM juga bertanggung jawab dalam mengerahkan anggotanya untuk mengikuti berbagai kegiatan fisik yang bersifat militan. 

Ia aktif menggerakkan pelatihan ketangkasan fisik di beberapa lokasi strategis, termasuk Bima, Sumbawa Barat, dan Pulau Lombok.

Baca Juga:
Dugaan Pelanggaran Terkait Netralitas ASN Dilaporkan Diusut oleh Bawaslu Luwu Sulawesi Selatan

Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup halaqo atau kajian agama yang memperkuat doktrin radikal di kalangan anggota JAD.

Di sisi lain, DW memainkan peran penting dalam proses kaderisasi kelompok. 

Menurut penjelasan Erdi, DW bertugas melatih anggota baru, terutama dalam pelatihan fisik seperti bela diri dan renang laut. 

Latihan ini ditujukan untuk memperkuat fisik para anggota guna mempersiapkan mereka menghadapi aksi-aksi teror yang mungkin dilakukan di masa depan.

Baca Juga:
Dalam Rangka Memperkuat Implementasi Program DRPPA, Dinas P2PA Provinsi Gorontalo Mengadakan Kegiatan On the Job Training untuk Pengelola DRPPA

Fakta baru lainnya yang diungkap oleh Polri adalah keterlibatan LHM dan DW dalam baiat massal kepada kelompok ISIS. 

Baiat ini menjadi pintu masuk bagi keduanya untuk terlibat lebih dalam dalam kegiatan terorisme bersama JAD Bima. 

"Keduanya sudah berbaiat kepada ISIS dan kemudian bergabung dengan JAD Bima, yang sudah lama menjadi jaringan radikal di wilayah NTB," tambah Erdi.

Penangkapan ini juga disertai dengan penyitaan sejumlah barang bukti penting. 

Baca Juga:
Bupati Morowali Utara Berharap Lembaga Kerja Sama Tripartit Dapat Menjadi Solusi Mengatasi Persoalan Sengketa Hubungan Industrial

Di antaranya adalah senapan angin dan 15 buku yang berisi ajaran-ajaran radikal. 

Barang bukti ini diduga kuat menjadi sarana untuk mempengaruhi pemikiran anggota JAD dan masyarakat yang berada dalam jangkauan pengaruh kelompok tersebut.

Operasi ini merupakan salah satu bagian dari langkah Densus 88 Antiteror untuk terus membongkar jaringan teroris di wilayah Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang rawan radikalisasi seperti Nusa Tenggara Barat.

Dengan penangkapan ini, aparat berharap dapat mengurangi potensi ancaman dari kelompok radikal yang masih aktif merekrut dan melatih anggota baru. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Terduga Pimpinan JAD Bima Ditangkap! Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan Terkait 2 Terduga Teroris di NTB Ini

Penangkapan dua terduga teroris JAD Bima oleh Densus 88 mengejutkan publik dengan temuan kegiatan radikal.

Setelah Gorontalo, Densus 88 Antiteror Polri Kembali Tangkap 2 Terduga Teroris di Bekasi

Densus 88 tangkap terduga teroris di Bekasi. Simak informasi terbaru mengenai penangkapan dan investigasi terkait.

Tak Hanya Terhubung dengan Jaringan Al Qaeda in AQAP, Ini 4 Fakta Mengejutkkan tentang Penangkapan Terduga Teroris di Gorontalo

Kasus penangkapan terduga teroris di Gorontalo membuka tabir keterlibatannya dengan kelompok ekstremis internasional dan jejak kejahatannya.

Gegerkan Publik! Heboh Penangkapan Terduga Teroris Jaringan Internasional Al Qaeda di Gorontalo, Ini Sosoknya

Densus 88 tangkap terduga teroris di Gorontalo, memicu kepanikan publik. Pria tersebut terkait jaringan teroris internasional AQAP.

Bersama dengan Eks Narapidana Terorisme, Polisi yang Tergabung dalam Satgas Madago Raya Polda Sulteng Bentangkan Bendera Merah Putih di Gunung Biru Poso

Di Gunung Biru, Poso, polisi yang tergabung dalam Satgas Madago Raya Polda Sulteng membentangkan bendera merah putih bersama eks napiter.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;