Boalemo, gemasulawesi – Dalam rangka memperkuat implementasi program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak atau DRPPA, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau Dinas P2pA Provinsi Gorontalo mengadakan kegiatan ‘On the Job Training’ untuk para pengelola DRPPA di Kabupaten Boalemo.
Acara ini berlangsung pada hari Kamis, tanggal 5 September 2023 di aula Dinas P2PA Provinsi Gorontalo.
Yana Yanti Suleman, yang merupakan Kepala Dinas P2PA Provinsi Gorontalo, menerangkan kegiatan ini adalah bagian dari upaya meningkatkan kapasitas para pengelola desa dalam mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak ke dalam tata kelola pemerintahan desa.
Baca Juga:
Komnas HAM Republik Indonesia Pantau Pengimplementasian Pemenuhan HAM di Provinsi Sulawesi Tengah
Dalam keterangannya pada hari Jumat, tanggal 6 September 2024, Yana menyampaikan tujuan utama dari DRPPA adalah memastikan desa menjadi tempat yang aman dan juga nyaman untuk perempuan dan anak, bebas dari segala bentuk kekerasan dan juga diskriminasi.
DRPA adalah program yang diinisiasi oleh KemenPPPA atau Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mendukung 5 arahan Presiden Republik Indonesia.
Arahan itu meliputi peningkatan pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak dan pencegahan perkawinan anak.
“Implementasi program DRPPA di tingkat desa diharapkan dapat mengurangi kesenjangan gender dan meningkatkan partisipasi perempuan, terutama di bidang politik, ekonomi, dan pengambilan keputusan,” ujarnya.
Di Provinsi Gorontalo, DRPPA telah diimplementasikan di berbagai kabupaten dan kota, dengan total 98 desa/kelurahan dari 731 yang telah mengikuti program ini.
Kabupaten Bone Bolango mempunyai jumlah paling tinggi dengan 39 DRPPA dari 65 desa/kelurahan.
Sementara Kabupaten Boalemo yang menjadi fokus On the Job Training kali ini mempunyai 11 desa atau kelurahan yang menerapkan DRPPA.
Program ini memiliki tujuan untuk memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan di desa, termasuk lansia, penyintas kekerasan, penyandang disabilitas, serta perempuan kepala keluarga.
Dalam pelaksanaannya, DRPPA dijalankan secara bertahap, disesuaikan dengan potensi wilayah, prioritas program masing-masing desa, dan kondisi sosial-budaya.
Lewat pelatihan ini, dr. Yana berharap para pengelola DRPPA dapat mengoptimalkan peran mereka dalam memastikan setiap desa di Provinsi Gorontalo menjadi tempat yang lebih ramah untuk perempuan dan anak/
Dia mengatakan program ini diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik dan juga meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak di desa-desa.
Kegiatan ini ikut dihadiri oleh tim fasilitator daerah Kabupaten Boalemo yang terdiri atas unsur Kemenag, Bappeda, DPPKBP3A Boalemo, dan unsur Pemerintah Desa di Boalemo. (*/Mey)