Bekasi, gema sulawesi - Kasus peredaran narkoba yang melibatkan satu keluarga di Bekasi terus memunculkan fakta-fakta baru yang mengejutkan.
Tiga anggota keluarga tersebut diketahui menjadi bagian penting dari jaringan besar pengedar sabu di kawasan Bekasi dan sekitarnya.
Polisi memastikan bahwa keluarga ini bukan hanya sekadar pengedar kecil, tetapi memiliki peran signifikan dalam distribusi narkoba yang telah berlangsung selama hampir satu tahun.
Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Rudi Wiransyah, mengungkapkan bahwa keluarga ini terlibat dalam jaringan pengedar sabu di tingkat bawah, namun dengan skala distribusi yang besar.
"Mereka terlibat dalam jaringan besar pengedar narkoba di Bekasi, dengan total barang bukti hampir satu kilogram sabu yang kami amankan," jelas Rudi, dikutip pada Minggu, 8 September 2024.
Pernyataan ini menggarisbawahi betapa seriusnya peran keluarga tersebut dalam peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Tiga anggota keluarga yang ditangkap adalah AR (59), KK (47), dan anak mereka RN (25).
Ketiganya telah menjalankan bisnis haram ini sejak Oktober 2023. Mereka diketahui mendistribusikan narkoba di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.
"Dari hasil interogasi, diketahui bahwa mereka sudah mulai mengedarkan narkoba jenis sabu sejak Oktober tahun lalu," tambah Rudi.
Pengakuan ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba yang dilakukan keluarga ini sudah berlangsung cukup lama dan terorganisir.
Operasi penggerebekan dimulai setelah polisi menerima informasi dari masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal para pelaku di Tambun Selatan.
Masyarakat melaporkan adanya dugaan pengedaran narkoba yang dilakukan oleh keluarga ini.
Berdasarkan informasi tersebut, polisi melakukan pengintaian dan akhirnya berhasil menangkap enam orang yang terlibat, termasuk tiga anggota keluarga tersebut.
KK, yang merupakan istri AR, diduga menjadi otak utama dari peredaran narkoba ini.
"KK adalah dalang di balik peredaran sabu dalam keluarga ini," ungkap Rudi Wiransyah.
KK memimpin operasi distribusi narkoba yang dijalankan oleh keluarganya dan melibatkan beberapa orang lain di luar keluarga tersebut.
Selain keluarga ini, polisi juga menangkap tiga orang lainnya yang diduga membantu dalam distribusi sabu. Mereka adalah OP (27), JA (27), dan MFA (22).
Polisi juga menyita barang bukti berupa satu kilogram sabu yang sudah siap diedarkan.
"Kami berhasil mengamankan satu kilogram sabu dari tangan para pelaku, yang sudah siap untuk didistribusikan ke beberapa wilayah," tambah Rudi.
Temuan ini menunjukkan skala besar operasi narkoba yang dijalankan oleh keluarga tersebut dan jaringan mereka.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut kasus ini, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain yang mungkin masih berkeliaran.
Polisi juga berencana mengembangkan kasus ini dengan menelusuri jaringan yang lebih luas di wilayah Jabodetabek.
"Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada jaringan yang lebih besar yang terkait dengan kasus ini," kata Rudi.
Penangkapan satu keluarga ini menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah Bekasi.
Polisi terus berkomitmen untuk menindak tegas para pengedar narkoba dan membongkar jaringan-jaringan yang terlibat dalam peredaran barang haram ini.
Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan distribusi narkoba di wilayah Bekasi dapat berkurang secara signifikan.
Penangkapan ini juga menunjukkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam membantu aparat penegak hukum. Informasi dari masyarakat menjadi kunci dalam pengungkapan kasus ini.
"Kami sangat mengapresiasi peran masyarakat yang memberikan informasi kepada polisi. Tanpa bantuan mereka, kasus ini mungkin tidak akan terungkap secepat ini," kata Rudi.
Dengan fakta-fakta baru yang terungkap, kasus satu keluarga pengedar sabu di Bekasi ini menjadi salah satu sorotan besar dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah tersebut.
Polisi berjanji akan terus mengejar pelaku lain yang mungkin masih bebas dan akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa peredaran narkoba di Bekasi dan sekitarnya dapat ditekan. (*/Shofia)