Sanksi Penutupan TPAS Basirih Picu Tumpukan Sampah hingga 650 Ton per Hari, Pemkot Banjarmasin Tetapkan Status Darurat

Ilustrasi. Penutupan TPAS Basirih berimbas pada tumpukan sampah di Banjarmasin, pemerintah tetapkan status darurat.
Ilustrasi. Penutupan TPAS Basirih berimbas pada tumpukan sampah di Banjarmasin, pemerintah tetapkan status darurat. Source: Foto: Pexels

Banjarmasin, gemasulawesi - Penutupan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menimbulkan dampak yang signifikan bagi pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Dengan ditutupnya TPAS tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin terpaksa menetapkan status tanggap darurat sampah mulai 1 Februari 2025 untuk mengatasi potensi penumpukan sampah yang akan mencemari lingkungan dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan masyarakat.

Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina, menyampaikan bahwa status darurat tersebut dikeluarkan sebagai langkah responsif terhadap penutupan TPAS Basirih. 

"Kami mengeluarkan status tanggap darurat agar penanganan sampah di Banjarmasin tetap bisa berjalan dengan maksimal, meskipun ada pembatasan pada TPAS yang tersedia," ujar Ibnu Sina, dikutip pada Kamis, 6 Februari 2025.

Baca Juga:
2 WNA Terlibat Kasus Penambangan Timah Ilegal di Bekasi, Polisi Tangkap Pelaku yang Rugikan Negara hingga Miliaran Rupiah

Lebih lanjut Ibnu Sina menjelaskan bahwa Kota Banjarmasin menghasilkan sampah sekitar 600 hingga 650 ton setiap harinya. 

Namun, kapasitas pengelolaan sampah kota ini hanya mampu mengirimkan sekitar 105 ton ke TPAS Regional Banjarbakula di Kota Banjarbaru, yang hanya mencakup sekitar 18 persen dari total sampah yang dihasilkan. 

"Sisanya harus dikelola oleh pemilah sampah yang tersebar di Banjarmasin atau dibuang ke TPAS Basirih," katanya.

Ibnu Sina juga menambahkan bahwa penutupan TPAS Basirih berpotensi menyebabkan tumpukan sampah yang sangat besar, terutama di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang ada di berbagai sudut kota.

Baca Juga:
Heboh Gaji dan Tukin Pegawai BRIN 2025 Dipotong Karena Efisiensi Anggaran, DPR Khawatir Hasil Kerja Terganggu

Ia mengungkapkan bahwa tanpa upaya konkret, sampah akan menggunung di seluruh kota dan dapat memperburuk kualitas lingkungan serta mengganggu kenyamanan masyarakat. 

Oleh karena itu, rapat koordinasi yang digelar membahas beberapa langkah cepat dan solusi jangka panjang, termasuk pemilahan sampah di tingkat kelurahan.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kota Banjarmasin berencana untuk memperkenalkan skema pemilahan sampah yang lebih terorganisir di setiap kelurahan. 

Dengan melibatkan masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya, diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang perlu dibuang ke TPA. 

Baca Juga:
Dugaan Pungli Penyaluran Bantuan Alsintan Dinas TPHP Parigi Moutong Disebut Libatkan Oknum Pejabat

"Kami akan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk penggiat lingkungan, untuk memastikan sampah bisa dikelola dengan lebih efisien," tambahnya.

Selain itu, Ibnu Sina juga menyatakan bahwa Pemkot Banjarmasin akan berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Selatan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mencari solusi yang lebih permanen. 

Salah satunya adalah kemungkinan penyesuaian jam operasional TPAS Banjarbakula, agar pengiriman sampah dari Banjarmasin bisa dilakukan lebih fleksibel. 

Meski begitu, Ibnu Sina tetap berharap agar masyarakat dapat lebih peduli dan berperan aktif dalam mengelola sampah di tingkat rumah tangga.

Baca Juga:
OpenAI Memperkenalkan Fitur-fitur Baru untuk Para Pengguna WhatsApp: Berikut Ini Kemampuan Barunya

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap dapat mengatasi dampak dari penutupan TPAS Basirih dan menciptakan solusi yang dapat bertahan dalam jangka panjang. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Dugaan Pungli Penyaluran Bantuan Alsintan Dinas TPHP Parigi Moutong Disebut Libatkan Oknum Pejabat

Kelompok tani Kabupaten Parigi moutong diduga dimintai sejumlah dana oleh oknum pejabat dinas TPHP berkaitan bantuan Alsintan.

Update Pembongkaran Pagar Laut di Tangerang, TNI AL Sukses Bongkar 22,5 KM dengan Bantuan Para Nelayan

Begini update atau kabar terbaru terkait proses pembongkaran pagar laut yang membentang di perairan Tangerang, Banten

DTPHP Sulawesi Barat Melakukan Vaksinasi 9.000 Ekor Ternak pada 6 Kabupaten untuk Antisipasi Penularan PMK

Vaksinasi 9.000 ternak dilakukan oleh DTPHP Sulawesi Barat pada 6 kabupaten untuk mengantisipasi penularan PMK ternak.

Polres Palu Memperkenalkan Forum Komunikasi Polisi Masyarakat untuk Menjaga Kamtibmas di Palu

Forum Komunikasi Polisi Masyarakat atau FKPM diperkenalkan oleh Polres Palu untuk menjaga kamtibmas di Kota Palu.

BMKG Sebut Tinggi Gelombang di Wilayah Perairan Sulawesi Utara dan Sekitarnya Berpotensi Mencapai 2,5 Meter

Tinggi gelombang di wilayah perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya disebutkan BMKG berpotensi mencapai 2,5 meter.

Berita Terkini

wave

Cegah Banjir Susulan, Pemda Parigi Moutong Salurkan Ratusan Geobag ke Desa Moutong

Bupati Parigi Moutong salurkan bantuan geobag dan bronjong di Kecamatan Moutong guna memperkuat mitigasi darurat terhadap banjir susulan.

Pemda Parigi Moutong Gandeng UNU, Janjikan Asrama Mahasiswa di Gorontalo

Pemda Parigi Moutong gandeng UNU Gorontalo buat program beasiswa. Bupati Erwin Burase juga janjikan pembangunan asrama bagi mahasiswa.

Parigi Moutong-Gorontalo Perkuat Kerja Sama, Fokus Durian hingga Asrama Mahasiswa

Pemkab Parigi Moutong dan Pemprov Gorontalo perkuat kerja sama sektor pertanian, peternakan, hingga rencana pembangunan asrama mahasiswa.

Legislator PKS Parigi Moutong Guyur Bantuan Tunai dan Bibit Cokelat saat Reses

Legislator PKS Muhammad Basuki salurkan bantuan tunai lansia & 1.000 bibit cokelat saat reses di Parigi Moutong. Serap aspirasi warga Kampal

Warga Gio Terancam Banjir, Selpina Basrin Kawal Pembangunan Tanggul di DPRD

Anggota DPRD Parigi Moutong Selpina Basrin kawal pembangunan tanggul dan drainase di Desa Gio demi cegah banjir yang resahkan warga setempat


See All
; ;