Heboh Ratusan Petani di Cianjur Jadi Korban Manipulasi Data Pinjaman, Tiba-tiba Punya Tunggakan Bank Puluhan Juta

Potret salah satu petani korban manipulasi data di Cianjur, Jawa Barat ketika membuat laporan ke Polres
Potret salah satu petani korban manipulasi data di Cianjur, Jawa Barat ketika membuat laporan ke Polres Source: (Foto/HO-ANTARA/Ahmad Fikri)

Cianjur, gemasulawesi - Ratusan petani di wilayah Cianjur, Jawa Barat, menjadi korban dugaan manipulasi data pinjaman yang menyebabkan mereka memiliki tunggakan ke bank tanpa pernah merasa melakukan pinjaman.

Peristiwa ini mencuat setelah sebanyak 250 petani mengajukan laporan resmi ke Kepolisian Resor (Polres) Cianjur.

Para petani tersebut mengaku tiba-tiba terdaftar memiliki utang hingga puluhan juta rupiah, yang kemudian diketahui berasal dari pencatatan fiktif dalam sistem perbankan.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto menegaskan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti laporan para petani dengan membuka penyelidikan resmi.

Baca Juga:
Gelar Upaya Pencarian Iptu Tomi Marbun Tahap Ketiga, Polda Papua Barat Kerahkan 510 Personel Gabungan

Ia juga menyebutkan bahwa penyelidikan akan dilakukan segera setelah semua berkas dan bukti awal yang dibutuhkan telah diterima dari pihak pelapor.

"Kami segera lakukan penyelidikan setelah laporan masuk dan sejumlah berkas dilengkapi para petani yang merasa dirugikan," jelas AKP Tono.

Para petani yang menjadi korban menduga adanya manipulasi identitas dalam proses pengajuan pinjaman yang dilakukan oleh pihak perusahaan permodalan pertanian.

Hal ini dikuatkan oleh keterangan kuasa hukum mereka, Fanfan Nugraha, yang menyebut telah menerima surat kuasa dari seluruh petani yang menjadi korban.

Baca Juga:
Tangkap 4 Debt Collector Pengeroyok Wanita Depan Polsek Bukit Raya Pekanbaru, Polda Riau Bilang Begini

Dugaan penipuan ini diduga dilakukan oleh perusahaan permodalan yang beroperasi di wilayah selatan Cianjur dan mulai menawarkan bantuan pinjaman modal pada tahun 2023.

Menurut Fanfan, saat itu para petani diminta untuk menyerahkan data pribadi mereka dengan iming-iming akan mendapatkan bantuan modal usaha dari pihak perusahaan.

Namun, setelah pendataan dilakukan, para petani tidak pernah menerima dana pinjaman sedikit pun. 

Sebaliknya, mereka justru terkejut ketika hendak mengajukan pinjaman secara resmi ke bank dan ditolak karena nama mereka sudah terdaftar sebagai debitur bermasalah dalam sistem BI Checking.

Baca Juga:
Saksi Paslon Bupati Nizar-Ardi Walkout dari Sidang Pleno PSU, Bawaslu Parigi Moutong Akui Ada Kelalaian

Salah satu petani bernama Akib menjadi salah satu korban yang paling awal menyadari adanya kejanggalan.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat hendak mengajukan pinjaman ke salah satu bank daerah, namun ditolak karena statusnya tercatat memiliki utang besar yang belum dibayar.

Padahal, Akib mengaku tidak pernah meminjam dana apa pun ke bank.

"Saya hendak pinjam uang ke bank daerah, tetapi ditolak karena terdaftar dalam BI Checking, punya utang puluhan juta rupiah belum termasuk bunga. Padahal, selama ini saya tidak pernah meminjam uang ke bank," jelas Akib.

Kasus ini kini tengah menjadi perhatian di kalangan petani karena dikhawatirkan dapat menyebar dan menimpa petani lainnya. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Gelar Upaya Pencarian Iptu Tomi Marbun Tahap Ketiga, Polda Papua Barat Kerahkan 510 Personel Gabungan

Polda Papua Barat melibatkan sebanyak 510 personel gabungan guna lakukan pencarian Iptu Tomi Marbun tahap ketiga

Tangkap 4 Debt Collector Pengeroyok Wanita Depan Polsek Bukit Raya Pekanbaru, Polda Riau Bilang Begini

Polda Riau berhasil menangkap empat debt collector atau penagih utang yang melakukan pengeroyokan di halaman Polsek di Pekanbaru

Saksi Paslon Bupati Nizar-Ardi Walkout dari Sidang Pleno PSU, Bawaslu Parigi Moutong Akui Ada Kelalaian

Begini respons Bawaslu Parigi Moutong usai saksi paslon Nizar-Ardi saat sidang pleno rekapitulasi perolehan suara PSU Pilkada

DPRD Parigi Moutong Apresiasi Capaian LKPJ Bupati Tahun 2024, Pendapatan Daerah Terealisasi 98 Persen

DPRD Parigi Moutong gelar paripurna bahas laporan Pansus atas LKPJ Bupati tahun anggaran 2024.

Pemkab Parigi Moutong Ikuti Rakor TPID dengan Kemendagri, Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli

Pemkab Parigi Moutong ikut Rakor TPID virtual bersama Kemendagri bahas pengendalian inflasi daerah.

Berita Terkini

wave

10 HP Terbaik yang Akan Hadir di 2026: Spesifikasi, Fitur AI, dan Perbandingan Lengkap

Sedang mencari HP terbaik 2026? Simak daftar 10 smartphone terbaru dari Samsung, Xiaomi, Google, Vivo hingga OPPO lengkap dengan fitur AI

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali


See All
; ;