Pengembangan Kasus Dugaan Suap Yana Mulyana, KPK Jadwalkan Pemanggilan Sekretaris Daerah Kota Bandung Hari Ini

Ket. Foto: KPK Melakukan Pemanggilan terhadap Sekretaris Daerah Kota Bandung Hari Ini
Ket. Foto: KPK Melakukan Pemanggilan terhadap Sekretaris Daerah Kota Bandung Hari Ini Source: (Foto/GMaps/Rhoma)

Hukum, gemasulawesi – Menurut laporan, tim penyidik KPK menjadwalkan pemanggilan Sekretaris Daerah atau Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna, pada hari ini, tanggal 14 Maret 2024.

Laporan yang sama menyatakan Ema Sumarna akan dimintai keterangannya oleh KPK sebagi saksi terkait dengan pengembangan kasus dugaan suap pengadaan CCTV Bandung yang melibatkan mantan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.

Juru bicara KPK, Ali Fikri, menyatakan jika pemanggilan dan pemeriksaan Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna, bertempat di Gedung Merah Putih KPK.

Baca Juga:
Kembali Digelar, 2 Bos Kasus Pungli Akan Jalani Sidang Etik di Dewan Pengawas KPK Hari Ini

KPK juga menjadwalkan pemanggilan terhadap 2 anggota DPRD Kota Bandung, Ferry Cahyadi dan Yudi Cahyadi, untuk kasus yang sama.

Ali Fikri menyampaikan jika keterangan mereka dinilai dapat membuat kasus dugaan suap tersebut terang.

Ali belum menjelaskan lebih lanjut tentang detail materi yang akan didalami oleh KPK melalui pemeriksaan saksi-saksi tersebut.

Baca Juga:
Sempat Alami Penundaan, Sidang Eksepsi Syahrul Yasin Limpo Kembali Digelar Hari Ini

Menurut Ali, KPK akan menyampaikan hasil pemeriksaan setelah agenda permintaan keterangan telah selesai.

Sebelumnya, dilaporkan jika KPK melakukan pengembangan untuk kasus dugaan suap mantan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, dan melalui pengembangan ini, KPK telah menetapkan beberapa orang tersangka.

“KPK telah menetapkan sejumlah tersangka, baik dari pihak legislatif DPRD ataupun dari pihak eksekutif pemerintahan Kota Bandung,” ujarnya.

Baca Juga:
Sebut Makan Waktu yang Tidak Sebentar, KPK Dilaporkan Masih Mendalami Laporan Dugaan Gratifikasi Ganjar Pranowo

Namun, saat ditanyakan lebih lanjut, Ali masih enggan bicara lebih banyak tentang identitas para tersangka.

“KPK akan mengumumkannya secara resmi ketika melakukan penahanan kepada para tersangka,” terangnya.

Menurut informasi yang dihimpun, KPK telah menetapkan 5 orang tersangka untuk kasus tersebut, yakni Sekretaris Kota Bandung, Ema Sumarna, serta 4 orang anggota DPRD Kota Bandung, Achmad Nugraha, Riantono, Yudi Cahyadi dan Ferry Cahyadi.

Baca Juga:
Proses Pengadilan Sengketa Pemilu 2024, MKMK Tegaskan Pembatasan Keterlibatan Hakim Anwar Usman

KPK dilaporkan telah menjebloskan Yana Mulyana ke Lapas Sukamiskin.

Yana Mulyana diketahui dinyatakan bersalah oleh majelis hakim untuk kasus korupsi yang berkaitan dengan program Bandung Smart City.

Yana Mulyana dikabarkan menjalani hukuman penjara selama 4 tahun yang dikurangi dengan masa penahanan.

Baca Juga:
KPK sedang Selidiki Kasus Dugaan Korupsi Bermodus Investasi Fiktif Taspen, Erick Thohir Sebut Pihaknya Hormati Proses Hukum

Yana Mulyana juga harus membayar denda sebanyak 200 juta rupiah disertai dengan uang pengganti 435,7 juta rupiah dan yang lainnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Saksi Kasus Syahrul Yasin Limpo, KPK Lakukan Penggeledahan di Rumah Pengusaha Hanan Supangkat

KPK dilaporkan menggeledah rumah pengusaha Hanan Supangkat yang menjadi saksi di kasus Syahrul Yasin Limpo.

Terkait Sengketa Hasil Pilpres Tahun 2024, Ketua MK Pastikan Mahkamah Konstitusi Akan Bersikap Netral

Ketua Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo, memastikan MK akan bersikap netral dalam mengadili dan memutuskan sengketa pilpres tahun 2024.

Laporan Dugaan Korupsi Ganjar Pranowo, Komisi III DPR Sebut KPK Harus Bekerja Secara Profesional

Wakil Ketua Komisi III DPR menyebutkan jika KPK harus bekerja secara profesional terkait dugaan korupsi Ganjar Pranowo yang dilaporkan IPW.

Ketua Majelis Hakim sedang Sakit dan Dirawat di Rumah Sakit, Sidang Eksepsi Syahrul Yasin Limpo Dilaporkan Ditunda

Sidang eksepsi atau nota keberatan Syahrul Yasin Limpo dilaporkan ditunda karena ketua majelis hakim sedang dirawat di rumah sakit.

Sidang Kasus Dugaan Korupsi di Kementerian Pertanian, Syahrul Yasin Limpo Diagendakan Sampaikan Eksepsi Hari Ini

Dalam sidang kasus dugaan korupsi yang digelar hari ini, Syahrul Yasin Limpo diagendakan untuk menyampaikan eksepsi atau nota keberatan.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;