Dilindungi Polisi, Pemukim Penjajah Israel Melakukan Ritual Talmud di Kompleks Masjid Al Aqsa

Ket. Foto: Pemukim Penjajah Israel Dikabarkan Melakukan Ritual Talmud di Kompleks Masjid Al Aqsa
Ket. Foto: Pemukim Penjajah Israel Dikabarkan Melakukan Ritual Talmud di Kompleks Masjid Al Aqsa Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Pemukim ilegal penjajah Israel telah melakukan ritual Talmud di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur di bawah perlindungan polisi penjajah Israel.

Para saksi melaporkan para pemukim penjajah Israel melakukan tur provokatif secara berkelompok sementara pasukan penjajah Israel memberlakukan pembatasan terhadap jemaah Muslim yang masuk.

Berdasarkan status quo yang ditetapkan di tahun 1967, hanya umat Islam yang dapat beribadah di dalam al-Haram al-Sharif, yang juga dikenal sebagai Masjid Al Aqsa.

Baca Juga:
Tewaskan Sedikitnya 4 Orang, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Mengebom Sebuah Rumah di Jabalia Jalur Gaza Utara

Umat non-Muslim dapat mengunjungi tempat tersebut, namun, tidak dapat beribadah, termasuk melakukan ritual Talmud.

Di sisi lain, dalam pernyataannya pada hari Minggu, tanggal 21 Juli 2024, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan penjajah Israel harus menghadapi hukuman atas tindakannya yang cukup berat untuk mencegah siapa pun dari mempertimbangkan kekejaman seperti itu lagi.

Hal tersebut disampaikannya di pesawat dalam perjalanan pulang dari Republik Turki Siprus Utara.

Baca Juga:
Menunjukkan Peningkatan, Jumlah Warga yang Meninggalkan Penjajah Israel Secara Permanen Dilaporkan Melonjak 285 Persen

“Penjajah Israel harus menghadapi konsekuensi atas tindakannya, memastikan bahwa hukuman berfungsi sebagai pencegah yang kuat terhadap siapa pun yang mempertimbangkan kekejaman seperti itu lagi,” ujarnya.

Dia juga mendesak Amerika Serikat untuk memberikan tekanan pada penjajah Israel, menarik dukungannya terhadap Benjamin Netanyahu untuk mengakhiri penindasan di Jalur Gaza.

Disebutkan jika Netanyahu akan bertemu dengan Joe Biden pada hari Selasa, tanggal 23 Juli 2024 dan akan menyampaikan pidato di Kongres Amerika Serikat di hari Rabu, tanggal 24 Juli 2024,

Baca Juga:
Putuskan Kebijakan Pemukiman Melanggar Hukum Internasional, ICJ Sebut Penjajah Israel Harus Membayar Ganti Rugi kepada Warga Palestina

Kantor Netanyahu mengatakan Perdana Menteri penjajah Israel akan terbang ke Amerika Serikat di hari Senin pagi, tanggal 22 Juli 2024.

Sementara itu, Menteri Energi Eli Cohen telah menolak kemungkinan penarikan pasukan penjajah Israel dari Koridor Philadelphia, wilayah perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir.

“Kontrol penjajah Israel atas koridor itu memotong jalur penting penyelundupan senjata dari Mesir ke Jalur Gaza,” tuturnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Lakukan Beberapa Penggerebekan, Serangan Penjajah Israel Terus Berlanjut di Sejumlah Kota Tepi Barat

Di sejumlah kota yang berada di wilayah Tepi Barat, Palestina, pasukan penjajah Israel dikabarkan terus melakukan serangan.

Telah Memberitahukan Secara Tertulis, Benjamin Netanyahu Tolak Pendirian Rumah Sakit Lapangan untuk Merawat Anak-anak Palestina

Pendirian rumah sakit lapangan untuk merawat anak-anak Palestina yang terluka ditolak oleh Perdana Menteri penjajah Israel.

Ditemani oleh Sekelompok Tentara, Menteri Keamanan Nasional Sayap Kanan Penjajah Israel Kunjungi Masjid Al Aqsa dalam Tindakan Provokatif

Dalam tindakan yang provokatif, Menteri Keamanan Nasional sayap kanan penjajah Israel mengunjungi Masjid Al Aqsa.

Terlibat dalam Pembunuhan di Luar Hukum, AS Memberlakukan Pembatasan Visa pada Mantan Sersan Militer Penjajah Israel

Pembatasan visa dikabarkan diberlakukan oleh Amerika Serikat pada mantan sersan militer penjajah Israel, Sersan Elor Azaria.

Melalui Pesawat Pengintai, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Menyebarkan Selebaran Berisi Ancaman di Kamp Jenin

Selebaran yang berisi ancaman akan membunuh pemuda yang dicari jika tidak menyerahkan diri disebarkan militer penjajah Israel di kamp Jenin.

Berita Terkini

wave

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren


See All
; ;