Dalam Sebuah Operasi di Rafah, Brigade Al Qassam Sebut Telah Menghancurkan Beberapa Kendaraan Militer Penjajah Israel

Ket. Foto: Brigade Al Qassam Menyampaikan Telah Menghancurkan Beberapa Kendaraan Militer Penjajah Israel
Ket. Foto: Brigade Al Qassam Menyampaikan Telah Menghancurkan Beberapa Kendaraan Militer Penjajah Israel Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam, menyampaikan bahwa mereka menghancurkan beberapa kendaraan militer penjajah Israel dalam sebuah operasi di Rafah, yang berada di Jalur Gaza bagian selatan.

Dalam sebuah pernyataan di hari Rabu, tanggal 31 Juli 2024, Brigade Al Qassam mengatakan mereka menargetkan tank Merkava dan buldozer militer D9 dengan 2 roket Yasin 105 di daerah Al-Shokat, yang berada di sebelah timur Rafah.

Pernyataan itu juga menyebutkan para pejuang Brigade Al Qassam juga menargetkan personel penyelamat penjajah Israel, yang tiba di lokasi kejadian, yang mengakibatkan hancurnya sebuah pengangkut personel lapis baja dan 2 buldozer D9 lainnya.

Baca Juga:
Berada di Iran untuk Hadiri Upacara Pelantikan Presiden Baru, Kepala Politik Hamas Ismail Haniyeh Dilaporkan Tewas dalam Serangan Zionis

Di sisi lain, jurnalis sebuah media terkenal di dunia, Ismail Al-Ghoul, serta juru kamera yang bekerja bersamanya, Rami Al-Refee, meninggal dalam serangan penjajah Israel di Jalur Gaza.

Salah satu rekan pria itu, Rawaa Auge, menyampaikan mereka terbunuh dalam serangan penjajah Israel yang ditargetkan.

“'Anda’ sangat berani memutuskan untuk terus meliput hingga hari ini meskipun ada serangan langsung terhadap jurnalis oleh penjajah Israel,” katanya.

Baca Juga:
Nyatakan Sebagai Zona Militer Tertutup, Penjajah Israel Menutup Pemukiman di Hebron Tepi Barat

Menurut laporan, keduanya dibunuh bersama wartawan lain saat bekerja di depan rumah Kepala Biro Politik Hamas yang dibunuh, Ismail Haniyeh, di Kamp Pengungsi Al Shati, Jalur Gaza.

Al-Ghoul, yang adalah koresponden berbahasa Arab untuk media tersebut, sebelumnya telah ditahan oleh pasukan penjajah Israel dan ditahan selama 12 jam pada bulan Maret 2024, dimana dia dipukuli pasukan penjajah Israel dengan kejam.

Sementara itu, King’s College London tidak akan lagi berinvestasi di perusahaan yang bergerak dalam produksi atau distribusi senjata kontroversial.

Baca Juga:
Menjelang Rencana Membangun Bangunan Pemukiman Baru, Penjajah Israel Ratakan Tanah Milik Keluarga Alian di Tepi Barat

Hal tersebut disampaikan oleh seorang perwakilan Serikat Mahasiswa kemarin, 31 Juli 2024, dalam sebuah langkah yang dipandang sebagai keberhasilan untuk perkemahan Jalur Gaza di kampus-kampus.

Wakil Presiden Serikat Mahasiswa King’s College London, Hassan Ali, mengatakan universitas tidak akan lagi berinvestasi pada perusahaan yang terlibat dalam produksi atau distribusi senjata kontroversial. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Dalam Serangan Gencar Penjajah Israel, UNRWA Laporkan Wabah Hepatitis di Seluruh Jalur Gaza

Di tengah serangan gencar yang terus dilakukan penjajah Israel, wabah hepatitis di seluruh Jalur Gaza dilaporkan oleh UNRWA.

Kembali Dilakukan, Pasukan Penjajah Israel Melakukan Penggerebekan dan Penangkapan di Wilayah Tepi Barat

Penggerebekan dan penangkapan dikabarkan dilakukan oleh pasukan penjajah Israel di wilayah Tepi Barat, Palestina.

Di Tengah Pembatasan Ketat terhadap Masuknya Jemaah Muslim, Puluhan Pemukim Yahudi Ekstremis Menodai Halaman Masjid Al Aqsa

Puluhan pemukim Yahudi ekstremis yang dikawal oleh para petugas polisi dikabarkan menodai halaman Masjid Al Aqsa.

Lakukan 2 Serangan Udara Terpisah di Khan Younis, Seorang Bayi Perempuan Berusia 4 Bulan Termasuk di antara 15 Korban yang Tewas

15 orang meninggal dalam 2 serangan udara yang dilakukan terpisah di Khan Younis dan termasuk di dalamnya seorang bayi perempuan.

Perang Palestina, Brigade Al Qassam dan Al Quds Akui Serangkaian Serangan terhadap Militer Penjajah Israel

Serangkaian serangan yang dilakukan terhadap militer penjajah Israel diakui oleh Brigade Al Qassam dan Brigade Al Quds.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;