Nyatakan Sebagai Zona Militer Tertutup, Penjajah Israel Menutup Pemukiman di Hebron Tepi Barat

Ket. Foto: Penjajah Israel Dikabarkan Menutup Pemukiman di Hebron, Tepi Barat
Ket. Foto: Penjajah Israel Dikabarkan Menutup Pemukiman di Hebron, Tepi Barat Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, penjajah Israel menutup pemukiman di Hebron yang berada di Tepi Barat.

Pasukan penjajah Israel telah mendirikan pos pemeriksaan di lingkungan Jaber, as-Salaymeh dan Wadi al-Hassin dekat Masjid Ibrahimi.

Hal tersebut disampaikan oleh kantor berita Wafa kemarin, tanggal 30 Juli 2024, waktu Palestina, mengutip aktivis lokal bernama Aref Jabar.

Baca Juga:
Menjelang Rencana Membangun Bangunan Pemukiman Baru, Penjajah Israel Ratakan Tanah Milik Keluarga Alian di Tepi Barat

Militer penjajah Israel menyatakan wilayah tersebut sebagai zona militer tertutup dan melarang pergerakan warga Palestina.

Masjid Ibrahimi pernah menjadi titip api di masa lalu.

Pada tahun 1994, seorang pemukim penjajah Israel menembaki sekelompok warga Palestina yang sedang beribadah disana dan menewaskan 29 orang.

Baca Juga:
Dalam Serangan Gencar Penjajah Israel, UNRWA Laporkan Wabah Hepatitis di Seluruh Jalur Gaza

Masjid itu kemudian dibagi dan sebuah sinagoge dibangun di lokasi itu.

Di sisi lain, 1 warga Palestina yang ditembak oleh pasukan penjajah Israel di Tepi Barat dikabarkan telah meninggal.

Laporan pada hari Selasa, tanggal 30 Juli 2024, mengutip sumber keamanan dan medis, menyampaikan Ramadan Hussein Mohammad Sadeq yang berusia 45 tahun meninggal dikarenakan luka-luka di Nablus setelah dia ditembak di kepala, dada dan punggung di depan rumahnya.

Baca Juga:
Kembali Dilakukan, Pasukan Penjajah Israel Melakukan Penggerebekan dan Penangkapan di Wilayah Tepi Barat

Sementara itu, koalisi demonstran dari seluruh wilayah Toronto telah memblokir karyawan memasuki fasilitas the Roshel Armored Vehicles di Brampton, Kanadam, atas dugaan hubungannya dengan perusahaan senjata penjajah Israel.

Para pengunjuk rasa menuntut pemerintah Kanada menolak izin ekspor senjata karena Roshel berupaya mengirim kendaraan lapis baja ke penjajah Israel dan sebagai gantinya menerapkan embargo senjata penuh.

Salah seorang pengunjuk rasa dari Gerakan Pemuda Palestina yang tidak menyebutkan nama belakangnya, Adham, mengatakan dia telah menyaksikan kendaraan lapis baja yang sama dengan yang ada di tempat parkir Roshel ini digunakan untuk menculik anggota keluarganya.

Baca Juga:
Di Tengah Pembatasan Ketat terhadap Masuknya Jemaah Muslim, Puluhan Pemukim Yahudi Ekstremis Menodai Halaman Masjid Al Aqsa

“Juga teman-teman saya di Tepi Barat lebih dari yang dapat saya hitung,” ujarnya.

Dia mengungkapkan dirinya dipukuli secara fisik dan disiksa secara psikologis saat berusia 10 tahun hanya karena berada di luar saat tentara penjajah Israel menyerbu lingkungan tempat tinggalnya di kamp pengungsi Tulkarem menggunakan kendaraan-kendaraan ini. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Lakukan 2 Serangan Udara Terpisah di Khan Younis, Seorang Bayi Perempuan Berusia 4 Bulan Termasuk di antara 15 Korban yang Tewas

15 orang meninggal dalam 2 serangan udara yang dilakukan terpisah di Khan Younis dan termasuk di dalamnya seorang bayi perempuan.

Perang Palestina, Brigade Al Qassam dan Al Quds Akui Serangkaian Serangan terhadap Militer Penjajah Israel

Serangkaian serangan yang dilakukan terhadap militer penjajah Israel diakui oleh Brigade Al Qassam dan Brigade Al Quds.

Karena Kondisi Penahanan yang Buruk, Setidaknya Ada 7 Upaya Bunuh Diri yang Dilakukan Tahanan Palestina di Penjara Militer Ofer Tepi Barat

Setidaknya ada 7 upaya bunuh diri yang dilakukan oleh para tahanan Palestina karena kondisi penahanan yang buruk di Penjara Militer Ofer.

Sebelumnya Tanggung Jawab Menkeu, Majelis Umum Knesset Penjajah Israel Setujui Pemindahan Otoritas Tanah kepada Menteri Keamanan Nasional

Pemindahan Otoritas Tanah kepada Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir, disetujui oleh Majelis Umum Knesset penjajah Israel.

Melukai yang Lainnya, Setidaknya 10 Warga Palestina Meninggal dalam Serangkaian Serangan Udara Penjajah Israel di Jalur Gaza

Dalam serangkaian serangan udara penjajah Israel di Jalur Gaza, setidaknya 10 warga Palestina meninggal dan juga melukai yang lainnya.

Berita Terkini

wave

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal


See All
; ;