Menjelang Rencana Membangun Bangunan Pemukiman Baru, Penjajah Israel Ratakan Tanah Milik Keluarga Alian di Tepi Barat

Ket. Foto: Penjajah Israel Dilaporkan Meratakan Tanah Milik Keluarga Alian di Tepi Barat
Ket. Foto: Penjajah Israel Dilaporkan Meratakan Tanah Milik Keluarga Alian di Tepi Barat Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Buldozer penjajah Israel meratakan tanah milik keluarga Alian di Desa Beit Safafa di Tepi Barat menjelang rencana membangun bangunan pemukiman baru di tanah tersebut.

Diketahui jika peristiwa tersebut terjadi kemarin, tanggal 30 Juli 2024, waktu Palestina.

Keluarga itu menerangkan bahwa buldozer itu dikawal oleh pasukan penjajah Israel yang menyerbu tanah milik keluarga dan mulai mencabut pohon, sebagai persiapan untuk pekerjaan konstruksi di lokasi itu.

Baca Juga:
Dalam Serangan Gencar Penjajah Israel, UNRWA Laporkan Wabah Hepatitis di Seluruh Jalur Gaza

Anggota keluarga Alian berhadapan dengan pasukan pendudukan dan salah satu anggotanya, Ahmed Alian, terluka selama konfrontasi itu, sementara polisi memanggil anggota keluarga dan pemerintah kota untuk mendengarkan tuntutan mereka.

Keluarga Alian telah menderita selama beberapa tahun akibat berbagai upaya untuk mengambil alih kendali atas tanah mereka dengan berbagai dalih saat otoritas pendudukan penjajah Israel mencoba melaksanakan rencana pemukiman Givat Hamotzi.

Awal tahun 2024 ini, otoritas penjajah Israel menyita sebagian besar tanah keluarga itu dan membangun trotoar di atasnya.

Baca Juga:
Kembali Dilakukan, Pasukan Penjajah Israel Melakukan Penggerebekan dan Penangkapan di Wilayah Tepi Barat

Puluhan pohon buah dicabut untuk memberi jalan untuk jalan tersebut.

Keluarga Alian mempunyai lahan seluas 25 dunam atau 2,5 hektare dan mempunyai semua dokumen serta dokumen pendaftaran tanah untuk membuktikan kepemilikan.

Tetapi, otoritas pendudukan penjajah Israel membagi lahan itu tanpa sepengetahuan keluarga itu dan menyerahkan 0,7 hektare ke lokasi lain.

Baca Juga:
Di Tengah Pembatasan Ketat terhadap Masuknya Jemaah Muslim, Puluhan Pemukim Yahudi Ekstremis Menodai Halaman Masjid Al Aqsa

Meskipun keluarga itu telah berkali-kali berupaya agar pengadilan penjajah Israel menghentikan perluasan pemukiman di tanah mereka, keberatan mereka telah ditolak.

Akan tetapi, perintah penghentian pekerjaan telah dikeluarkan, namun perintah itu diabaikan oleh pasukan pendudukan yang terus melanjutkan pekerjaan penggalian dan pembangunan jalan di daerah itu.

Di sisi lain, putra seorang diplomat penjajah Israel yang didakwa menabrakkan sepeda motornya ke seorang polisi AS diberitahu oleh seorang hakim minggu lalu bahwa dia telah memenuhi persyaratan perjanjian pembelaannnya dan bebas berangkat ke penjajah Israel pada malam yang sama.

Baca Juga:
Lakukan 2 Serangan Udara Terpisah di Khan Younis, Seorang Bayi Perempuan Berusia 4 Bulan Termasuk di antara 15 Korban yang Tewas

“Insiden itu adalah ‘peringatan penting’,” katanya kepada pengadilan setelah menulis surat permintaan maaf kepada polisi yang terluka, Ruben Zamora, pada bulan lalu.

Dia mengumumkan keputusannya untuk bertugas di tentara penjajah Israel. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Perang Palestina, Brigade Al Qassam dan Al Quds Akui Serangkaian Serangan terhadap Militer Penjajah Israel

Serangkaian serangan yang dilakukan terhadap militer penjajah Israel diakui oleh Brigade Al Qassam dan Brigade Al Quds.

Karena Kondisi Penahanan yang Buruk, Setidaknya Ada 7 Upaya Bunuh Diri yang Dilakukan Tahanan Palestina di Penjara Militer Ofer Tepi Barat

Setidaknya ada 7 upaya bunuh diri yang dilakukan oleh para tahanan Palestina karena kondisi penahanan yang buruk di Penjara Militer Ofer.

Sebelumnya Tanggung Jawab Menkeu, Majelis Umum Knesset Penjajah Israel Setujui Pemindahan Otoritas Tanah kepada Menteri Keamanan Nasional

Pemindahan Otoritas Tanah kepada Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir, disetujui oleh Majelis Umum Knesset penjajah Israel.

Melukai yang Lainnya, Setidaknya 10 Warga Palestina Meninggal dalam Serangkaian Serangan Udara Penjajah Israel di Jalur Gaza

Dalam serangkaian serangan udara penjajah Israel di Jalur Gaza, setidaknya 10 warga Palestina meninggal dan juga melukai yang lainnya.

Melarikan Diri dari Serangan Penjajah Israel di Khan Younis, Warga Palestina Kini Terpaksa Memilih Berlindung ke dalam Penjara

Penjara kini menjadi pilihan warga Palestina untuk menjadi tempat perlindungan setelah mereka melarikan diri dari serangan di Khan Younis.

Berita Terkini

wave

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.

Layanan Kesehatan Buruk, Anleg Arifin dg Pallalo Protes Pemda Parigi Moutong

Ambulans kehabisan bensin hingga warga meninggal memicu amarah DPRD Parigi Moutong. Bupati dikecam karena absen rapat pelayanan publik.

Jenis Kejadian Darurat Laporan 112 Parigi Moutong yang Wajib Diketahui Warga

Pahami jenis kejadian darurat laporan 112 Parigi Moutong. Segera laporkan kondisi kritis medis, kebakaran, dan bencana untuk penanganan cepa


See All
; ;