Dengan Dalih Dibangun Tanpa Izin yang Diperlukan, Penjajah Israel Memaksa Sebuah Keluarga Palestina untuk Menghancurkan Rumah Mereka Sendiri di Kota Az-Za’ayyem

Ket. Foto: Sebuah Keluarga Palestina Dipaksa oleh Penjajah Israel untuk Menghancurkan Rumah Mereka Sendiri di Kota Az-Za’ayyem
Ket. Foto: Sebuah Keluarga Palestina Dipaksa oleh Penjajah Israel untuk Menghancurkan Rumah Mereka Sendiri di Kota Az-Za’ayyem Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pendudukan penjajah Israel dikabarkan memaksa sebuah keluarga Palestina untuk menghancurkan rumah mereka sendiri di Kota Az-Za’ayyem yang berada di sebelah timur Yerusalem, dengan dalih bahwa rumah itu dibangun tanpa izin yang dibutuhkan.

Mahdi Al-Mutawar, yang merupakan pemilik rumah, menyampaikan bahwa dia terpaksa merobohkan sebagian rumahnya guna menghindari pembayaran biaya selangit kepada pemerintah kota penjajah Israel jika kru pembongkarannya melakukan tindakan itu.

7 anggota keluarga Palestina dikabarkan tinggal di rumah tersebut.

Baca Juga:
Melarang Pemutaran Film Pendek oleh Seniman dari Gaza, Pasukan Penjajah Israel Menyerbu Pusat Kebudayaan Yabous di Yerusalem Timur

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Kamis, tanggal 8 Agustus 2024, waktu setempat.

Rumah ratusan warga Palestina di Yerusalem diancam akan dihancurkan atau diambil alih sebagai bagian dari rencana Yudaisasi penjajah Israel di kota suci yang diduduki itu.

Warga Yerusalem tidak memiliki pilihan selain membangun tanpa izin karena penjajah Israel tidak mengeluarkan izin atau gagal menanggapi permohonan perencanaan, sehingga tidak mengakomodasi pertumbuhan populasi alami.

Baca Juga:
Tempat Berlindung untuk Lebih dari 10 Keluarga Palestina, Pasukan Penjajah Israel Menghancurkan dan Menyita Sejumlah Tenda di Desa Birin Tepi Barat

Di sisi lain, kurang dari sebulan setelah ICJ atau Mahkamah Internasional memutuskan bahwa pendudukan penjajah Israel atas wilayah Palestina adalah melanggar hukum dan harus diakhiri secepat mungkin, Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya tidak akan melepaskan kendali atas Tepi Barat.

Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Kamis, tanggal 8 Agustus 2024.

“Itu bagian dari tanah air kami. Kami bermaksud untuk tetap disana,” katanya.

Baca Juga:
Serbu Qalqilya di Tepi Barat, Setidaknya 2 Warga Palestina Terluka Akibat Tembakan Pasukan Penjajah Israel

Dia juga menegaskan kembali penentangannya terhadap pembentukan negara Palestina yang berdaulat, dengan mengisyaratkan bahwa dia mendukung pemerintah sendiri yang terbatas untuk Palestina sementara penjajah Israel mempertahankan kendali keamanan atas wilayah yang diduduki.

“Kami tidak menguasai tanah mereka. Kami tidak menguasai Ramallah. Kami tidak menguasai Jenin. Namun kami masuk dan mengambil tindakan ketika kami harus mencegah terorisme,” ujarnya.

Dalam wawancara itu, dia juga mengatakan penjajah Israel akan terus melanjutkan perang di Jalur Gaza hingga menghancurkan kemampuan militer Hamas dan memastikan kelompok Palestina itu tidak lagi menguasai Jalur Gaza di masa mendatang. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Tewaskan 1 Orang, Pesawat Tak Berawak Penjajah Israel Lakukan Serangan terhadap Sebuah Sepeda Motor yang Melaju di Jalan Salah al-Din

Serangan pesawat tak berawak penjajah Israel terhadap sebuah sepeda motor yang sedang melaju di Jalan Salah al-Din menewaskan 1 orang.

2 Lainnya Terluka, 2 Orang Dikabarkan Tewas dalam Serangan Penusukan di Dekat Tel Aviv

Dalam serangan penusukan yang terjadi di dekat Tel Aviv, penjajah Israel, 2 orang dikabarkan meninggal dan 2 lainnya terluka.

Sebabkan 6 Warga Palestina Terluka, Pemukim Penjajah Israel Dikabarkan Menyerang Penduduk Desa al-Mughayyir di Tepi Barat

Penduduk Desa al-Mughayyir di Tepi Barat dikabarkan diserang oleh pemukim penjajah Israel dan menyebabkan 6 warga Palestina terluka.

Targetkan 2 Kendaraan, Setidaknya 9 Warga Palestina Dilaporkan Meninggal dalam Serangan Pesawat Tak Berawak Penjajah Israel di Tepi Barat

Serangan pesawat tak berawak penjajah Israel di Tepi Barat dikabarkan menyebabkan setidaknya 9 warga Palestina meninggal.

Setidaknya 17 Orang Tewas, Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Sekolah Tempat Warga Palestina Berlindung di Gaza Tengah

Sekolah yang menjadi tempat warga Palestina berlindung di Jalur Gaza bagian tengah dikabarkan diserang oleh pasukan penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;