Setidaknya 17 Orang Tewas, Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Sekolah Tempat Warga Palestina Berlindung di Gaza Tengah

Ket. Foto: Sekolah Tempat Warga Palestina Berlindung di Jalur Gaza Tengah Diserang oleh Pasukan Penjajah Israel
Ket. Foto: Sekolah Tempat Warga Palestina Berlindung di Jalur Gaza Tengah Diserang oleh Pasukan Penjajah Israel Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Setidaknya 17 orang meninggal dan lebih dari 60 orang lainnya terluka dalam serangan yang dilakukan oleh pasukan penjajah Israel terhadap sekolah tempat warga Palestina berlindung di Jalur Gaza tengah.

Sekolah tersebut diketahui bernama Sekolah Hamama yang terletak di lingkungan Sheikh Radwan di Kota Gaza.

Menurut laporan, sedikitnya 3 bom dijatuhkan di sekolah itu saat tim penyelamat dan juga relawan di dalam fasilitas itu mencoba membantu orang-orang menyelamatkan diri dari bawah reruntuhan pada hari Sabtu, tanggal 3 Agustus 2024.

Baca Juga:
Menyebabkan Banyak Orang Terluka, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Mengebom Sebuah Blok Apartemen di Kota Gaza

Seorang sumber mengatakan ketiga bom tersebut menghancurkan fasilitas itu sepenuhnya.

“Ini merupakan taktik yang sering digunakan pasukan penjajah Israel di masa lalu,” ujarnya.

Dia melanjutkan militer menjatuhkan bom yang menghancurkan sebagian fasilitas, yakni pusat evakuasi, menewaskan sejumlah orang dan lalu dalam beberapa menit menjatuhkan bom yang lainnya.

Baca Juga:
Lukai 40 Orang, Serangan Pasukan Penjajah Israel terhadap Sebuah Sekolah di Shuja’iyya Kota Gaza Tewaskan Sedikitnya 15 Warga Palestina

Dalam rekaman, korban serangan penjajah Israel terlihat tiba di RS al-Ahli.

Di antara yang terluka terdapat anak-anak dan beberapa di antaranya tampak tidak sadarkan diri, sebab staf medis berusaha keras merawat mereka.

Situasi di rumah sakit dilaporkan sangat kacau, beberapa yang terluka tergeletak di lantai sementara warga Palestina yang berduka berbaris di koridor.

Baca Juga:
Serbu Kota Kober di Tepi Barat, Militer Penjajah Israel Menangkap Putra Pejuang Perlawanan Palestina Terkemuka

Menurut kesaksian salah satu yang terluka, penggerebekan dilakukan tanpa peringatan.

Militer penjajah Israel mengatakan sekolah tersebut digunakan sebagai pusat komando Hamas untuk menyembunyikan para pejuang dan memproduksi senjata.

Hamas membantah tuduhan penjajah Israel bahwa mereka beroperasi dari fasilitas sipil seperti sekolah dan juga rumah sakit.

Baca Juga:
Dalam Sebuah Operasi di Rafah, Brigade Al Qassam Sebut Telah Menghancurkan Beberapa Kendaraan Militer Penjajah Israel

Hamas mengutuk serangan penjajah Israel terhadap sekolah itu dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentara pendudukan menggunakan kebohongan sebagai dalih untuk menargetkan warga sipil yang tidak berdaya di Jalur Gaza.

Para relawan, paramedis dan juga tim penyelamat berada di dalam sekolah setelah serangan pertama dan mereka hanya diberi waktu beberapa menit untuk mengungsi sebelum 3 bom lagi jatuh.

Terdapat sejumlah kesaksian dari para saksi mata dan paramedis di lokasi menggambarkan saat-saat mengerikan ketika mengambil potongan-potongan daging dan tubuh anak-anak yang meninggal serta orang-orang yang terkena langsung oleh bom-bom ini. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Berada di Iran untuk Hadiri Upacara Pelantikan Presiden Baru, Kepala Politik Hamas Ismail Haniyeh Dilaporkan Tewas dalam Serangan Zionis

Kepala Politik Hamas, Ismail Haniyeh, dilaporkan meninggal di Teheran, Iran, dalam serangan yang dilakukan oleh Zionis.

Nyatakan Sebagai Zona Militer Tertutup, Penjajah Israel Menutup Pemukiman di Hebron Tepi Barat

Pemukiman di Hebron, yang berada di Tepi Barat, dikabarkan ditutup oleh penjajah Israel dan telah mendirikan pos pemeriksaan disana.

Menjelang Rencana Membangun Bangunan Pemukiman Baru, Penjajah Israel Ratakan Tanah Milik Keluarga Alian di Tepi Barat

Tanah milik keluarga Alian yang terletak di Desa Beit Safafa di Tepi Barat diratakan oleh buldozer milik penjajah Israel.

Dalam Serangan Gencar Penjajah Israel, UNRWA Laporkan Wabah Hepatitis di Seluruh Jalur Gaza

Di tengah serangan gencar yang terus dilakukan penjajah Israel, wabah hepatitis di seluruh Jalur Gaza dilaporkan oleh UNRWA.

Kembali Dilakukan, Pasukan Penjajah Israel Melakukan Penggerebekan dan Penangkapan di Wilayah Tepi Barat

Penggerebekan dan penangkapan dikabarkan dilakukan oleh pasukan penjajah Israel di wilayah Tepi Barat, Palestina.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;