Lancarkan Serangan terhadap Daerah Pemukiman Palestina di Tepi Barat Selatan, Pemukim Penjajah Israel Dilaporkan Mencuri 300 Domba

Ket. Foto: 300 Domba Dicuri oleh Pemukim Penjajah Israel di Tepi Barat
Ket. Foto: 300 Domba Dicuri oleh Pemukim Penjajah Israel di Tepi Barat Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pemukim ilegal penjajah Israel melancarkan serangan dini hari terhadap daerah pemukiman Palestina di Tepi Barat selatan pada hari Sabtu, tanggal 31 Agustus 2024, mencuri 300 domba dan juga menyebabkan kerusakan signifikan pada properti penduduk setempat.

Para saksi mata melaporkan kepada media bahwa para pemukim penjajah Israel dari pemukiman Nokdim menyerbu daerah Jorat al-Khail, sebelah timur kota Sair, dekat Hebron.

Selama penyerangan, para pemukim penjajah Israel tidak hanya mencuri ternak, tetapi juga menghancurkan rumah mobil milik 3 keluarga Palestina.

Baca Juga:
Penjajah Israel Memperpanjang Wajib Militer untuk 350 Ribu Prajurit Cadangan Selama 4 Bulan hingga Akhir Tahun 2024

Para saksi lebih lanjut merinci bahwa para pemukim merusak tangki air, mencuri 5 ponsel dan juga menyerang beberapa penduduk selama penggerebekan tersebut yang memperburuk ketegangan di wilayah itu.

Di sisi lain, lebih dari 100 demonstrasi solidaritas dengan warga Palestina diadakan di 58 kota di Maroko pada hari Jumat, tanggal 30 Agustus 2024, untuk mengecam perang penjajah Israel di Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak bulan Oktober.

Hal tersebut disampaikan oleh Komite Maroko untuk Mendukung Tujuan Bangsa.

Baca Juga:
Dipandang Sebagai Penetapan Seorang Gubernur Tetap De Facto untuk Jalur Gaza, Militer Penjajah Israel Umumkan Pembentukan Posisi Kepala Perwira Gaza

“Demonstrasi tersebut terjadi sebagai respons terhadap serangan di Jalur Gaza serta serangan mematikan baru di Tepi Barat,” kata mereka.

Protes itu dimulai tepat setelah salat Jumat dan dijuluki ‘Jumat banjir’.

Protes itu diadakan di kota-kota besar di seluruh kerajaan, termasuk di Agadir, Casablanca, Ahfir, Berkane dan Oujda.

Baca Juga:
Militer Penjajah Israel Klaim Telah Menyerang 30 Target di Jalur Gaza dalam 24 Jam

Menurut laporan salah satu media, orang-orang yang menghadiri protes di Maroko telah berjanji untuk terus menunjukkan solidaritas dengan warga Palestina di Jalur Gaza hingga perang berakhir dan orang-orang di Jalur Gaza mampu bertahan hidup lagi.

Maroko menormalisasi hubungan dengan penjajah Israel pada akhir tahun 2020 dalam kesepakatan kontroversial dan tidak populer yang ditengahi oleh pemerintahan mantan Presiden AS, Donald Trump.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang menuntut penghentian pemboman penjajah Israel dan mendukung warga Palestina yang dipenjara, terbunuh dan juga terluka.

Baca Juga:
Militer Penjajah Israel Mengancam Akan Mengadili Puluhan Tentara atas Penolakan Mereka untuk Kembali ke Jalur Gaza

Sementara yang lainnya meneriakkan ‘Rakyat ingin memerdekakan Palestina’ dan ‘Maroko memberi hormat kepada Palestina yang bangga’. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Hamas Puji Namibia atas Keputusannya untuk Tidak Mengizinkan Kapal Pengangkut Senjata ke Penjajah Israel Berlabuh di Pantainya

Keputusan Namibia untuk tidak mengizinkan kapal pengangkut senjata ke penjajah Israel berlabuh dipuji oleh Hamas.

Amerika Serikat Dilaporkan Menjatuhkan Sanksi terhadap Kelompok Pemukim Penjajah Israel dan Seorang Penjaga Keamanan Sipil di Tepi Barat

Kelompok pemukim penjajah Israel dan seorang penjaga keamanan sipil di Tepi Barat dikabarkan mendapatkan sanksi dari AS.

Setidaknya 10 Warga Palestina Dilaporkan Tewas setelah Penjajah Israel Lancarkan Serangan Besar-Besaran di Bagian Utara Tepi Barat

10 orang warga Palestina meninggal dalam serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh penjajah Israel di bagian utara Tepi Barat.

Setelah Ditangkap Karena Menentang Perampasan Tanah, Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Membebaskan Aktivis Palestina Alice Kisiya

Aktivis Palestina yang sebelumnya ditangkap karena menentang pembebasan tanah dikabarkan dibebaskan oleh pasukan penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;