Tutup Masjid Ibrahimi, Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Mencegah Jemaah Muslim Masuk

Ket. Foto: Jemaah Muslim Dicegah Masuk oleh Tentara Penjajah Israel ke Masjid Ibrahimi
Ket. Foto: Jemaah Muslim Dicegah Masuk oleh Tentara Penjajah Israel ke Masjid Ibrahimi Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Tentara pendudukan penjajah Israel melakukan penyerbuan ke Hebron di Tepi Barat, menutup Masjid Ibrahimi dan mencegah jemaah Muslim masuk.

Hal tersebut disampaikan oleh saksi mata dan otoritas setempat pada hari Sabtu, tanggal 31 Agustus 2024, waktu Palestina.

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 31 Agustus 2024, waktu Palestina.

Baca Juga:
Penjajah Israel Memperpanjang Wajib Militer untuk 350 Ribu Prajurit Cadangan Selama 4 Bulan hingga Akhir Tahun 2024

Para saksi mata menyampaikan pasukan penjajah Israel menyerbu daerah Wadi Al-Hariya dan menggeledah beberapa rumah.

“Serangan pasukan penjajah Israel juga menargetkan daerah Jabal Abu Rumman, tempat tentara dan penembak jitu terlihat mengambil posisi di atap-atap bangunan tempat tinggal,” kata mereka.

Direktur Masjid Ibrahimi, Sheikh Mutaz Abu Sneina, melaporkan bahwa masjid itu ditutup pada dini hari, tanggal 31 Agustus 2024, waktu Palestina, tanpa pemberitahuan sebelumnya, tetapi orang-orang Yahudi diizinkan masuk ke tempat suci umat Islam itu.

Baca Juga:
Dipandang Sebagai Penetapan Seorang Gubernur Tetap De Facto untuk Jalur Gaza, Militer Penjajah Israel Umumkan Pembentukan Posisi Kepala Perwira Gaza

“Pasukan pendudukan penjajah Israel menutup masjid sejak pukul 4 pagi tanpa peringatan, mencegah jemaah masuk,” ujarnya.

Militer penjajah Israel mengonfirmasi penutupan masjid itu dalam sebuah pernyataan di akunnya di media sosial X.

Mereka mengutip kekhawatiran keamanan menyusul ‘operasi sabotase’ Jumat malam di blok pemukiman ilegal Gush Etzion dan pemukiman Karmei Tzur sebagai alasan untuk meningkatkan inspeksi dan pemeriksaan keamanan untuk jemaah Palestina.

Baca Juga:
Militer Penjajah Israel Klaim Telah Menyerang 30 Target di Jalur Gaza dalam 24 Jam

Militer menyampaikan masjid itu ditutup sementara ‘karena alasan keamanan’ dan kemudian dibuka kembali dengan langkah-langkah keamanan yang ketat.

Penggerebekan dan penutupan masjid tersebut terjadi beberapa jam setelah 3 perwira penjajah Israel, termasuk seorang Komandan Brigade, terluka dalam ledakan bom mobil di persimpangan Gush Etzion di Tepi Barat selatan.

Ledakan tersebut bertepatan dengan serangan di pemukiman Karmei Tzur di dekatnya.

Baca Juga:
Militer Penjajah Israel Mengancam Akan Mengadili Puluhan Tentara atas Penolakan Mereka untuk Kembali ke Jalur Gaza

Di sisi lain, warga Amerika keturunan Arab, Muslim, dan sekutunya, yang tidak diberi kesempatan berbicara pada Konvensi Nasional Demokrat di Chicago, berencana hadir dalam jumlah besar selama debat Harris melawan Donald Trump di Philadelphia pada tanggal 10 September 2024 dan di kota-kota besar serta kampus-kamus pada peringatan serangan Hamas tanggal 7 Oktober. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Hamas Puji Namibia atas Keputusannya untuk Tidak Mengizinkan Kapal Pengangkut Senjata ke Penjajah Israel Berlabuh di Pantainya

Keputusan Namibia untuk tidak mengizinkan kapal pengangkut senjata ke penjajah Israel berlabuh dipuji oleh Hamas.

Amerika Serikat Dilaporkan Menjatuhkan Sanksi terhadap Kelompok Pemukim Penjajah Israel dan Seorang Penjaga Keamanan Sipil di Tepi Barat

Kelompok pemukim penjajah Israel dan seorang penjaga keamanan sipil di Tepi Barat dikabarkan mendapatkan sanksi dari AS.

Setidaknya 10 Warga Palestina Dilaporkan Tewas setelah Penjajah Israel Lancarkan Serangan Besar-Besaran di Bagian Utara Tepi Barat

10 orang warga Palestina meninggal dalam serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh penjajah Israel di bagian utara Tepi Barat.

Setelah Ditangkap Karena Menentang Perampasan Tanah, Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Membebaskan Aktivis Palestina Alice Kisiya

Aktivis Palestina yang sebelumnya ditangkap karena menentang pembebasan tanah dikabarkan dibebaskan oleh pasukan penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;