2 Tahanan Palestina Dikabarkan Memasuki Tahun ke-33 di Penjara Penjajah Israel

Ket. Foto: Di Penjara Penjajah Israel, 2 Tahanan Palestina Memasuki Tahun yang ke-33
Ket. Foto: Di Penjara Penjajah Israel, 2 Tahanan Palestina Memasuki Tahun yang ke-33 Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Tahanan Palestina yang bernama Nasser Abu Sorour dan sepupunya Mahmoud Abu Sorour telah memasuki tahun ke-33 di penjara penjajah Israel.

Keduanya diketahui telah menjalani hukuman seumur hidup sejak penangkapan mereka di tahun 1993 lalu.

Menurut laporan pada tanggal 6 Januari 2025 waktu setempat, dalam sebuah pernyataan yang dirilis, Klub Tahanan Palestina melaporkan Nasser ditangkap di tanggal 4 Januari 1993 sementara Mahmoud ditahan keesokan harinya.

Keduanya kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Baca Juga:
5 Guru Palestina Terluka Akibat Ditabrak Kendaraan Militer Penjajah Israel di Tepi Barat

Pernyataan itu menyoroti bahwa Mahmoud kehilangan kedua orang tuanya selama masa penahanannya dan tidak diizinkan menghadiri pemakaman mereka atau melihat mereka sebelum kematian mereka.

“Selama masa penahanan, dia telah meraih gelar sarjana dalam ilmu politik dan gelar master,” ujar pernyataan itu.

Ayah Nasser juga meninggal selama masa penahanannya. Ibunya yang telah tua dan menderita penyakit kronis terus mengunjunginya secara teratur.

Seperti sepupunya, Nasser menempuh pendidikan di penjara dan memperoleh gelar sarjana dan magister dalam ilmu politik.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Serbu Kota Meithalun di Tepi Barat, Picu Bentrokan dengan Pejuang Palestina

Selain prestasi akademiknya, Nasser juga menerbitkan kumpulan puisi yang berjudul On Prison and Other Things dan novel dengan judul The Story of a Wall yang masuk ke dalam daftar pendek Dar Al-Adab untuk Penghargaan Buku Arab di tahun 2023.

Dia juga telah menerima beberapa penghargaan sastra Arab dan internasional.

Kelompok hak asasi tahanan mencatat para sepupu itu termasuk di antara 21 warga Palestina yang telah ditahan penjajah Israel sejak sebelum Perjanjian Oslo 1993.

Di sisi lain, puluhan warga penjajah Israel melakukan demonstrasi di luar markas besar Kementerian Pertahanan di Tel Aviv untuk mengutuk perang penjajah Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

Baca Juga:
Pemukim Penjajah Israel Melemparkan Batu ke Arah Pekerja Pertanian di Dekat Ramallah Tepi Barat

“Pembunuh anak-anak,” teriak para pengunjuk rasa ketika tentara memasuki Pangkalan Kriya, yang merupakan tempat markas besar Kementerian Pertahanan.

Protes tersebut terjadi di tengah meningkatnya kemarahan atas perang genosida penjajah Israel di Jalur Gaza sejak serangan Hamas di tanggal 7 Oktober 2023 meski ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

5 Guru Palestina Terluka Akibat Ditabrak Kendaraan Militer Penjajah Israel di Tepi Barat

Kendaraan militer menabrak mobil yang berisikan 5 guru Palestina di Tepi Barat dan menyebabkan kelimanya terluka karenanya.

Pasukan Penjajah Israel Serbu Kota Meithalun di Tepi Barat, Picu Bentrokan dengan Pejuang Palestina

Memicu bentrokan dengan pejuang Palestina, pasukan penjajah Israel menyerbu kota Meithalun yang terletak di Tepi Barat.

Pemukim Penjajah Israel Melemparkan Batu ke Arah Pekerja Pertanian di Dekat Ramallah Tepi Barat

Pekerja Palestina mendapatkan lemparan batu dari para pemukim penjajah Israel di 2 desa yang terletak di dekat kota Ramallah di Tepi Barat.

1 Keluarga Beranggotakan 15 Orang Hilang di bawah Reruntuhan Bangunan di Kota Gaza

1 keluarga yang diketahui memiliki anggota 15 orang masih hilang dan juga terjebak di bawah reruntuhan bangunan di Kota Gaza, Palestina.

Seorang Dokter Gaza Kembali Bekerja setelah Diamputasi Menyusul Serangan Penjajah Israel

Setelah diamputasi dan dipasangi kaki palsu, seorang dokter Palestina bernama Khaled al-Saidi dikabarkan kembali bekerja di rumah sakit.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;