Satu Orang Ditangkap Polisi Selangor Buntut Tragedi Penembakan WNI di Malaysia, Indonesia Kirim Nota Diplomatik

Ilustrasi. Kemlu RI mendesak Malaysia memberi akses kekonsuleran bagi WNI yang ditahan terkait kasus penembakan di Selangor.
Ilustrasi. Kemlu RI mendesak Malaysia memberi akses kekonsuleran bagi WNI yang ditahan terkait kasus penembakan di Selangor. Source: Foto/Pexels

Internasional, gemasulawesi - Insiden penembakan yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia kembali menyita perhatian publik. 

Beberapa waktu lalu, seorang WNI tewas setelah diduga ditembak oleh aparat Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di perairan Tanjung Rhu, Selangor. 

Kejadian ini pun berbuntut panjang dengan ditangkapnya satu WNI oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM). Pihak kepolisian mengungkap jika penangkapan ini dilakukan untuk keperluan penyelidikan.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Judha Nugraha, mengonfirmasi bahwa PDRM Selangor telah menahan seorang WNI yang masuk ke Malaysia dengan visa turis. 

Baca Juga:
Geger! Buntut Kelalaian Pihak Sekolah, Ratusan Siswa di SMKN 2 Surakarta Terancam Tak Bisa Ikut SNBP Karena Masalah Ini

“WNI tersebut saat ini dalam tahanan kepolisian untuk membantu investigasi,” ujarnya pada Selasa, 4 Februari 2025.

Namun, hingga saat ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur belum menerima notifikasi resmi terkait penangkapan tersebut. 

Sebagai respons, KBRI telah mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia untuk meminta akses kekonsuleran serta penjelasan lebih lanjut mengenai kasus ini.

Pihak kepolisian Selangor telah menyatakan komitmennya untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, cepat, dan transparan, termasuk terhadap petugas APMM yang terlibat dalam penembakan tersebut. 

Baca Juga:
Jaksa Penuntut Umum Penjajah Israel Umumkan Pembukaan Penyelidikan Kriminal terhadap Istri Benjamin Netanyahu

Dalam proses hukum yang berjalan, ada tiga pasal yang digunakan untuk mengusut kasus ini. Salah satunya adalah pasal dalam Akta Senjata Api, yang secara khusus digunakan untuk menyelidiki dugaan kesalahan dalam penggunaan senjata oleh aparat APMM.

Sebagai langkah awal, APMM telah membebastugaskan petugas yang terlibat dalam patroli pada malam kejadian. 

Selain itu, mereka juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan PDRM dalam mengungkap kejadian ini secara adil dan transparan.

Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan kasus ini dan menegaskan pentingnya penyelidikan yang transparan. 

Baca Juga:
Penjajah Israel Menerobos Masuk ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem di bawah Perlindungan Polisi

Kemlu RI menekankan bahwa setiap tindakan aparat harus sesuai dengan hukum dan hak asasi manusia, terutama jika melibatkan warga negara asing.

Bagi Indonesia, insiden ini menjadi pengingat bahwa perlindungan WNI di luar negeri harus selalu menjadi prioritas. 

Pemerintah berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan keadilan bagi korban serta pihak yang bertanggung jawab. 

Kemlu RI dan KBRI Kuala Lumpur akan terus mengawal proses hukum ini untuk memastikan keadilan bagi WNI yang terlibat. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Jaksa Penuntut Umum Penjajah Israel Umumkan Pembukaan Penyelidikan Kriminal terhadap Istri Benjamin Netanyahu

Pembukaan penyelidikan kriminal terhadap istri Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu, diumumkan oleh JPU penjajah Israel.

Penjajah Israel Menerobos Masuk ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem di bawah Perlindungan Polisi

Masjid Al Aqsa yang terletak di Yerusalem diterobos oleh penjajah Israel yang berada di bawah perlindungan polisi penjajah Israel.

Tim Penyelamat Palestina Temukan Jenazah 20 Warga Palestina yang Terbunuh di Jalur Gaza Utara

Jenazah 20 warga Palestina yang terbunuh di Jalur Gaza utara dan menjadi sasaran kejahatan ditemukan oleh tim penyelamat Palestina.

Penjajah Israel Membakar Sebuah Masjid di Komunitas Arab al-Mleihat Barat Laut Jericho Tepi Barat

Sebuah masjid di komunitas Arab al-Mleihat, barat laut Jericho, dibakar oleh penjajah Israel, menghancurkan bangunan itu.

Otoritas Penjajah Israel Memaksa Warga Palestina untuk Menghancurkan Rumahnya di Desa Umm Tuba

Warga Palestina dipaksa oleh otoritas penjajah Israel untuk menghancurkan rumahnya sendiri di Desa Umm Tuba.

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;