Tagar Kabur Aja Dulu Viral! Dubes Jepang Ungkap Peluang Besar bagi WNI yang Ingin Bekerja di Negaranya, Berminat?

Dubes Jepang Masaki Yasushi menanggapi viralnya #KaburAjaDulu dan mengungkap peluang besar bagi pekerja Indonesia di Jepang.
Dubes Jepang Masaki Yasushi menanggapi viralnya #KaburAjaDulu dan mengungkap peluang besar bagi pekerja Indonesia di Jepang. Source: Foto/Instagram @pnambsindonesia

Internasional, gemasulawesi - Fenomena tagar #KaburAjaDulu yang ramai diperbincangkan di media sosial akhirnya mendapat perhatian dari Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi. 

Ia menanggapi tren ini dengan memberikan pandangannya mengenai tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja di Jepang. 

Menurutnya, Jepang terbuka bagi pekerja asing yang memiliki keterampilan dan mampu berkontribusi secara positif di negara tersebut.

Dalam sebuah wawancara usai menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Kaisar Jepang Naruhito di Hotel St. Regis, Jakarta, beberapa waktu lalu, Masaki Yasushi mengungkapkan bahwa tenaga kerja Indonesia dikenal sebagai pekerja keras. 

Baca Juga:
Anggaran Dipangkas! Ini 7 Dampak Besar Pemotongan Belanja Pemerintah 2025, Salah Satunya Gaji Pegawai yang Terancam

Ia juga menekankan bahwa keberadaan mereka di Jepang mendapatkan apresiasi dari masyarakat setempat.

Masaki Yasushi menjelaskan bahwa tenaga kerja asal Indonesia memiliki reputasi yang baik di Jepang. 

Ia menilai mereka tidak hanya memiliki etos kerja tinggi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja di Jepang. 

Menurutnya, para pekerja asal Indonesia telah membuktikan kemampuan mereka dalam berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur hingga perawatan lansia.

Baca Juga:
Geger Kecelakaan Pikap Bermuatan Durian Tabrak Rumah di Pasuruan Hingga Ambruk, Polisi Beberkan Penyebabnya

Ia juga menambahkan bahwa pekerja asal Indonesia dihargai karena disiplin dan dedikasi mereka. Hal ini membuat banyak perusahaan di Jepang terus membuka kesempatan bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia.

Selain itu, Masaki Yasushi menyoroti bahwa budaya kerja antara Indonesia dan Jepang tidak memiliki perbedaan yang signifikan. 

Satu-satunya aspek yang cukup mencolok menurutnya adalah perbedaan dalam hal keyakinan agama. 

Namun, ia menegaskan bahwa Jepang sangat menghormati keberagaman dan memberikan ruang bagi setiap individu untuk menjalankan keyakinannya masing-masing.

Baca Juga:
Viral Seorang Nelayan Ditemukan Tewas Tenggelam Gegara Tersangkut Perangkap Ikan, Begini Tanggapan Kapolres Probolinggo

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang memang semakin membuka diri terhadap pekerja asing, terutama karena kebutuhan tenaga kerja yang meningkat akibat populasi yang menua. 

Kebijakan ini memberikan peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin mencari pengalaman dan karier di Jepang.

Dengan adanya keterbukaan Jepang terhadap tenaga kerja asing, peluang bagi warga Indonesia untuk bekerja di negeri sakura semakin besar. 

Pemerintah Jepang sendiri telah menyiapkan berbagai skema kerja, termasuk visa khusus bagi pekerja terampil dan tenaga magang.

Baca Juga:
Viral Aksi Seorang Pengamen Pria Rusuh di Angkot Hingga Penumpang Berteriak Histeris, Begini Kronologinya

Respon positif dari Dubes Jepang ini menjadi sinyal bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki masa depan yang cerah di Jepang. 

Dengan keterampilan yang sesuai, pekerja Indonesia berkesempatan mendapatkan pekerjaan yang layak dan diakui secara profesional di sana. (*Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

8 Warga Palestina Ditahan oleh Tentara Penjajah Israel di Beberapa Wilayah Provinsi Nablus

Selama penggerebekan di beberapa wilayah Provinsi Nablus, tentara penjajah Israel diketahui menahan 8 warga Palestina.

Pasukan Penjajah Israel Memberitahu Seorang Penduduk Palestina di Kafr al-Dik tentang Rencana Penghancuran Rumah

Rencana penghancuran rumah diberitahukan pasukan penjajah Israel kepada seorang penduduk Palestina di Kafr al-Dik

Pasukan Penjajah Israel Menghancurkan Beberapa Saluran Listrik dan Air di Kota Qabatiya Selatan Jenin

Beberapa saluran listrik dan air di kota Qabatiya, selatan Jenin, dilaporkan dihancurkan oleh pasukan penjajah Israel.

Pemukim Penjajah Israel Menyerang Rumah dan Kendaraan Warga Palestina di Selatan Hebron

Rumah dan kendaraan milik warga Palestina di daerah Masafer Yatta, selatan Hebron, diserang oleh pemukim penjajah Israel.

Pemukim Penjajah Israel Mencuri Ternak dan Tangki Air Warga Palestina di Dekat Ramallah

Sekitar 800 domba, 2 keledai, dan 3 kuda, serta tangki air dari penduduk setempat dicuri oleh pemukim penjajah Israel di dekat Ramallah.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;