Pemukim Penjajah Israel Kembali Menyerbu Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur

Ket. Foto: Kelompok Pemukim Penjajah Israel Kembali Menyerbu Kompleks Masjid Al Aqsa
Ket. Foto: Kelompok Pemukim Penjajah Israel Kembali Menyerbu Kompleks Masjid Al Aqsa Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pemukim penjajah Israel kembali menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa.

Menurut laporan, kelompok pemukim penjajah Israel kembali menantang status quo situs suci umat Muslim di Yerusalem Timur yang diduduki pada tanggal 26 Februari 2025 waktu setempat.

Mereka berdoa dan melakukan ritual Talmud dilarang di situs itu berdasarkan perjanjian lama.

Tetapi otoritas penjajah Israel, termasuk menteri sayap kanan dalam pemerintahan Benjamin Netanyahu, semakin menyatakan niat mereka untuk mengambil alih k0mpleks itu dan membangun sinagoge di sana.

Baca Juga:
3 Anak Lagi Dilaporkan Meninggal Akibat Cuaca Dingin yang Parah di Jalur Gaza

Di sisi lain, korban Jalur Gaza mengisahkan serangan penjajah Israel dengan mengatakan keluarga pamannya dibakar sebelumnya.

Militer penjajah Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap bagian timur Kota Gaza di Jalur Gaza utara pada bulan Desember 2023 tidak lama setelah gencatan senjata sementara pertama dan pertukaran tawanan berakhir.

Serangan tersebut termasuk serangan terhadap gedung keluarga Juha di daerah Sha’af yang padat penduduk yang bersama dengan lingkungan Shujayea menjadi fokus serangan.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 90 orang.

Baca Juga:
Otoritas Air Palestina dan UNICEF Mulai Operasikan 13 Stasiun Desalinasi Bergerak di Jalur Gaza

Pemantau HAM Euro-Med yang berpusat di Jenewa berbicara kepada para saksi, termasuk seorang penyintas berusia 14 tahun, Liali Juha, yang menyaksikan seluruh keluarga yang tinggal di gedung itu dibakar dan dibunuh oleh bom.

“Apinya begitu besar sehingga keluarga paman saya terbakar di hadapan saya dan tidak ada seorang pun yang menyelamatkan kami,” ujarnya.

Dia menambahkan keluarga pamannya terus berteriak minta tolong dan pamannya menjawab bahwa dia tidak bisa mengeluarkan mereka.

“Langit-langit runtuh menimpa kami dan mereka hanya mampu menggali lubang kecil untuk menjangkau kami. Mereka mulai menghancurkannya dengan palu berat untuk menarik kami keluar dari bawah reruntuhan dan setelah berjuang keras, mereka berhasil melakukannya,” katanya.

Baca Juga:
Penjajah Israel Serang Rumah dan Tanaman Milik Warga Palestina di Utara Jericho

Hingga kini, belum ada tanda-tanda signifikan bahwa penjajah Israel akan mengizinkan tempat perlindungan bergerak masuk ke Jalur Gaza sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata ini. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

3 Anak Lagi Dilaporkan Meninggal Akibat Cuaca Dingin yang Parah di Jalur Gaza

Akibat cuaca dingin yang parah yang melanda Jalur Gaza, 3 anak lagi dilaporkan meninggal dunia di Jalur Gaza, Palestina.

Otoritas Air Palestina dan UNICEF Mulai Operasikan 13 Stasiun Desalinasi Bergerak di Jalur Gaza

13 stasiun desalinasi bergerak mulai dioperasikan oleh Otoritas Air Palestin dan UNICEF di Gaza, tempat keluarga-keluarga terlantar.

Penjajah Israel Serang Rumah dan Tanaman Milik Warga Palestina di Utara Jericho

Tanaman dan rumah milik penduduk lokal di komunitas air terjun Al-Auja di sebelah utara Jericho diserang oleh penjajah Israel.

Otoritas Penjajah Israel Menghancurkan Desa al-Araqib di Gurun Naqab untuk ke-236 Kalinya Sejak Tahun 2010

Desa al-Araqib di Gurun Naqab dilaporkan dihancurkan oleh otoritas penjajah Israel untuk yang ke-236 kalinya sejak tahun 2010.

Penjajah Israel Membakar Ruang Pertanian Milik Warga Palestina di Timur Kota Yatta Selatan Hebron

Ruang pertanian milik warga Palestina di Desa Abu Shaban, timur kota Yatta, selatan Hebron, dibakar oleh penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

10 HP Terbaik yang Akan Hadir di 2026: Spesifikasi, Fitur AI, dan Perbandingan Lengkap

Sedang mencari HP terbaik 2026? Simak daftar 10 smartphone terbaru dari Samsung, Xiaomi, Google, Vivo hingga OPPO lengkap dengan fitur AI

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali


See All
; ;