Pasukan Penjajah Israel Menyita Lebih dari 8 Dunum Tanah Palestina di Wilayah Masafer Yatta

Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Merampas Lebih dari 8 Dunum Tanah Palestina di Wilayah Masafer Yatta
Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Merampas Lebih dari 8 Dunum Tanah Palestina di Wilayah Masafer Yatta Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pasukan pendudukan penjajah Israel mengumumkan melalui perintah militer penyitaan lebih dari 8 dunum tanah Palestina di wilayah Masafer Yatta, selatan Hebron, pada hari Rabu, tanggal 26 Februari 2025 waktu setempat.

Media menyampaikan pasukan pendudukan mengeluarkan perintah militer untuk menyita lebih dari 8 dunum tanah milik warga Palestina.

Tanah itu terletak berdekatan dengan koloni Karmeil yang didirikan secara ilegal di tanah Masafer Yatta.

Kepala dewan desa di Masafer Yatta, Nidal Younis, menyatakan kepada media bawha tanah yang dimaksud terletak di pintu masuk utama yang merupakan satu-satunya titik akses ke semua wilayah, desa, dan masyarakat di Masafer Yatta dan daerah sekitarnya.

Baca Juga:
Pemukim Penjajah Israel Kembali Menyerbu Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur

“Pengumuman pendudukan yang merebut wilayah seluas itu di lokasi spesifik ini dengan dalih alasan keamanan menimbulkan kekhawatiran signifikan di kalangan warga setempat,” ucapnya.

Warga khawatir bahwa tindakan ini menandakan niat pendudukan untuk memperketat kontrolnya atas titik akses penting ini, memperburuk penderitaan warga dan semakin memperketat pengepungan terhadap mereka.

Di sisi lain, pada hari Rabu, Hamas mengatakan pihaknya telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri penundaan penjajah Israel dalam membebaskan 620 tahanan Palestina yang seharusnya dibebaskan minggu lalu setelah Hamas menegakkan kesepakatan gencatan senjata dengan membebaskan 6 tawanan penjajah Israel dari Jalur Gaza.

Hamas mengonfirmasi bahwa penjajah Israel akan membebaskan lebih banyak wanita dan anak-anak Palestina dari penjaranya pada hari Kamis sementara kelompok itu secara bersamaan akan menyerahkan jenazah keempat tawanan penjajah Israel.

Baca Juga:
3 Anak Lagi Dilaporkan Meninggal Akibat Cuaca Dingin yang Parah di Jalur Gaza

Media melaporkan pertukaran itu diharapkan terjadi pada hari Kamis dengan Mesir mengawasi proses itu untuk memastikan kedua belah pihak memenuhi komitmen mereka.

Kesepakatan terbaru ini akan melengkapi kewajiban kedua belah pihak di bawah fase pertama gencatan senjata di mana Hamas akan mengembalikan 33 tawanan, termasuk 8 mayat, sebagai ganti hampir 2.000 tahanan Palestina. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pemukim Penjajah Israel Kembali Menyerbu Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur

Kompleks Masjid Al Aqsa kembali diserbu oleh kelompok pemukim penjajah Israel dan melakukan ritual Talmud.

3 Anak Lagi Dilaporkan Meninggal Akibat Cuaca Dingin yang Parah di Jalur Gaza

Akibat cuaca dingin yang parah yang melanda Jalur Gaza, 3 anak lagi dilaporkan meninggal dunia di Jalur Gaza, Palestina.

Otoritas Air Palestina dan UNICEF Mulai Operasikan 13 Stasiun Desalinasi Bergerak di Jalur Gaza

13 stasiun desalinasi bergerak mulai dioperasikan oleh Otoritas Air Palestin dan UNICEF di Gaza, tempat keluarga-keluarga terlantar.

Penjajah Israel Serang Rumah dan Tanaman Milik Warga Palestina di Utara Jericho

Tanaman dan rumah milik penduduk lokal di komunitas air terjun Al-Auja di sebelah utara Jericho diserang oleh penjajah Israel.

Otoritas Penjajah Israel Menghancurkan Desa al-Araqib di Gurun Naqab untuk ke-236 Kalinya Sejak Tahun 2010

Desa al-Araqib di Gurun Naqab dilaporkan dihancurkan oleh otoritas penjajah Israel untuk yang ke-236 kalinya sejak tahun 2010.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;