Tepati Janji! Hacker Sudah Berikan Kunci Enkripsi Pusat Data Nasional pada Pemerintah Cuma-cuma, Sindir Lemahnya Keamanan PDN di Indonesia

Tanpa biaya apapun, brain chiper tepati janjinya untuk beri kunci enkripsi Pusat Data Nasional secara gratis kepada pemerintah.
Tanpa biaya apapun, brain chiper tepati janjinya untuk beri kunci enkripsi Pusat Data Nasional secara gratis kepada pemerintah. Source: Foto/Ilustrasi/Pixabay

Nasional, gemasulawesi - Setelah serangan terhadap Pusat Data Nasional (PDN) oleh kelompok hacker Brain Cipher menjadi sorotan, mereka akhirnya menepati janji dengan menyerahkan kunci enkripsi kepada pemerintah Indonesia tanpa biaya alias gratis. 

Pengumuman ini disampaikan Brain Cipher melalui situs mereka di darknet, dengan klaim bahwa ini adalah kali pertama dan terakhir mereka memberikan kunci secara cuma-cuma.

Sebelumnya, Brain Cipher telah mengeluarkan permintaan maaf atas dampak gangguan yang ditimbulkan oleh serangan mereka. 

Mereka menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan secara independen tanpa adanya keterlibatan pihak manapun atau motif politik.

Baca Juga:
Pemilihan Wali Kota Medan, Gerindra dan NasDem Nyatakan Berkoalisi serta Mengusung Kadernya untuk Maju

"Pernyataan ini kami sampaikan secara independen, tanpa pengaruh pihak mana pun atau agenda politik," tulis Brain Cipher melalui akun X @stealthmole_int pada Selasa, 2 Juli 2024, dalam rilis yang dikeluarkan melalui forum dark web. 

Akun tersebut diketahui milik perusahaan keamanan siber berbasis di Singapura.

Serangan ransomware yang dilancarkan oleh Brain Cipher terhadap server PDNS 2 Surabaya telah menimbulkan dampak yang signifikan, mengganggu layanan di lebih dari 210 instansi pemerintah, termasuk di tingkat pusat dan daerah. 

Instansi seperti Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), hingga Pemerintah Daerah Kediri terdampak serius.

Baca Juga:
Terkait Pilgub Jakarta, Waketum PKB Sebut Bukan Persoalan yang Sulit Mencarikan Pasangan untuk Anies Baswedan

Meskipun sebelumnya Brain Cipher menuntut tebusan sebesar USD 8 juta atau sekitar Rp 131 miliar untuk membuka kunci enkripsi, mereka akhirnya memutuskan untuk memberikan kunci tersebut secara gratis setelah negosiasi dengan pemerintah mengalami kebuntuan. 

Serangan ini diakui oleh Brain Cipher sebagai upaya untuk mengungkap kelemahan dalam sistem keamanan PDN.

Keputusan mereka untuk memberikan kunci enkripsi tanpa biaya mungkin sebagai bentuk untuk menyadarkan pentingnya meningkatkan keamanan siber di Indonesia, serta perlunya investasi dalam pendanaan dan perekrutan spesialis keamanan yang kompeten.

Serangan terhadap infrastruktur teknologi tinggi seperti PDN menyoroti rentannya sistem keamanan terhadap ancaman siber yang semakin canggih. 

Baca Juga:
Usai Aksi Petani Tomat Buang Hasil Panen Gegara Harganya yang Anjlok Viral, Bupati Solok Sumatera Barat Turun Gunung, Carikan Solusinya

Meskipun demikian, hal ini juga menjadi momentum bagi perusahaan dan pemerintah untuk memperkuat sistem keamanan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif.

Dalam beberapa tahun terakhir, serangan ransomware semakin sering terjadi di seluruh dunia, menargetkan berbagai sektor industri dan pemerintahan. 

Para ahli keamanan siber terus mengingatkan akan pentingnya meningkatkan keamanan data dan melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari serangan semacam ini.

Kasus serangan terhadap PDN ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan dan pemerintah lainnya untuk lebih memprioritaskan keamanan data mereka. 

Baca Juga:
Sempat Mogok! Angkot di Jalan Raya Limo Depok Terbakar, Seluruh Bodi Kendaraan Hangus Dilahap Api, Begini Kondisi Sang Sopir

Meskipun Brain Cipher memberikan kunci enkripsi secara gratis kali ini, tidak ada jaminan bahwa hal serupa tidak akan terjadi di masa depan. 

Serangan ini harus dijadikan peringatan serius untuk meningkatkan sistem keamanan dan melakukan audit rutin terhadap infrastruktur teknologi yang ada. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Terdampak Serangan Ransomware, Pemerintah Pastikan Pemulihan Pusat Data Nasional Rampung Akhir Juli 2024, Ini Sejumlah Langkah yang Diambil

Pemerintah ungkap PDNS 2 akan gantikan PDN yang diretas, dengan target pemulihan layanan publik ke kondisi normal maksimal akhir Juli 2024.

210 Instansi Ikut Terdampak hingga Alami Gangguan Serius, Hacker yang Diduga Serang Pusat Data Nasional Akhirnya Muncul, Janjikan Hal Ini

Hacker Brain Chiper yang serang PDN minta maaf kepada rakyat Indonesia dan menjanjikan hal ini kepada pemerintah dan rakyat Indonesia.

Terdampak Serangan Ransomware pada Pusat Data Nasional, Kementerian PUPR Pastikan Operasional dan Kinerja Karyawan Tidak Akan Terganggu

Kementerian PUPR memastikan bahwa operasional karyawan tidak akan terganggu imbas serangan siber ransomware.

Tak Ada Backup, 800 Ribu Data Calon Mahasiswa Pendaftar KIP Kuliah Raib Imbas Dibobolnya Pusat Data Nasional oleh Hacker

Data 800 ribu calon mahasiswa pendaftar KIP Kuliah hilang akibat serangan ransomware pada Pusat Data Nasional dan tak ada backup.

Tak Juga Pulih Sejak 20 Juni Lalu, DPR RI Desak Pemerintah Segera Bentuk Satgas Khusus untuk Tangani Polemik Diretasnya Pusat Data Nasional

Polemik diretasnya Pusat Data Nasional masih jadi trending topik, DPR RI meminta pemerintah segera membentuk satgas khusus.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;