Diperiksa Terkait Dugaan Kesaksian Palsu Aep dan Dede, Mantan Terpidana Kasus Pembunuhan Vina, Saka Tatal Dicecar 32 Pertanyaan

Saka Tatal diperiksa Bareskrim Polri terkait dugaan kesaksian palsu dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.
Saka Tatal diperiksa Bareskrim Polri terkait dugaan kesaksian palsu dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky. Source: Foto/Tangkapan Layar Youtube KompasTV

Nasional, gemasulawesi – Saka Tatal, mantan terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon tahun 2014, menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. 

Pemeriksaan ini dilakukan terkait dugaan pemberian kesaksian palsu oleh dua saksi kunci, Aep dan Dede, yang diduga telah merugikan Saka dalam proses hukum yang menjeratnya.

Saka Tatal diperiksa mengenai alibinya pada tanggal 27 Agustus 2016, hari terjadinya pembunuhan Vina dan Eky serta dugaan kesaksian palsu Aep dan Dede.

Tim kuasa hukumnya, Tadjuddin Rahman dan Tirin Prilianti, mendampingi Saka selama pemeriksaan dan menyatakan bahwa kliennya dicecar dengan 32 pertanyaan.

Baca Juga:
Bikin Geger! Detik-Detik Kericuhan Antara BEM UI dan Panitia dalam Acara Puncak OKK Universitas Indonesia Beredar Luas di Media Sosial

"Ada 32 pertanyaan dari penyidik,” kata salah satu perwakilan tim kuasa hukum Saka Tatal.

Tim kuasa hukum juga menyatakan bahwa Saka memiliki alibi yang jelas pada malam kejadian, yakni berada di beberapa lokasi berbeda. 

Saka mengklaim bahwa ia berada di rumah temannya dan pamannya sebelum menuju bengkel. 

Untuk mendukung alibinya, Saka membawa bukti berupa percakapan terakhir antara Vina dan dirinya, yang menunjukkan tidak ada indikasi keterlibatan Saka dalam kasus tersebut.

Baca Juga:
Viral! Pengendara Mobil Kabur Usai Isi Bensin Rp300 Ribu di SPBU Pondok Cabe Tangerang Selatan, Begini Modus Awal Pelaku

Menurut tim kuasa hukum, kesaksian Aep dan Dede sangat merugikan Saka Tatal. 

Mereka menyebutkan bahwa kedua saksi tersebut melihat Saka dan tujuh terpidana lainnya mengejar korban pada hari kejadian. 

Namun, kesaksian ini tidak pernah disampaikan secara langsung di persidangan, melainkan hanya melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP). 

Hal ini menambah keraguan tentang keabsahan kesaksian tersebut dan dampaknya terhadap vonis Saka Tatal, yang dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

Baca Juga:
Sebagai Upaya Memajukan Pendidikan di Daerah Setempat, Pemkot Madiun Distribusikan Kain Seragam Sekolah Gratis untuk 5840 Siswa SD dan SMP

Tujuh terpidana lainnya juga menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup akibat kesaksian ini.

Tim kuasa hukum juga mengajukan permintaan agar Iptu Rudiana, yang sebelumnya terlibat dalam proses penyidikan kasus Vina dan Eky, diperiksa lebih lanjut. 

Mereka berharap bahwa pemeriksaan yang mendalam terhadap Iptu Rudiana akan mengungkap kebenaran dan membantu mengoreksi proses hukum yang diduga cacat. 

Saka Tatal dan tim hukumnya sangat berharap bahwa proses ini akan membawa kejelasan dan membebaskan mereka dari tuduhan yang tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Baca Juga:
Innalillahi! Kecelakaan Beruntun di Flyover Tanah Baru Bekasi Tewaskan 1 Orang, Begini Kata Saksi yang ada di Lokasi Kejadian

Saka Tatal dan kuasa hukumnya percaya bahwa dengan pemeriksaan yang adil dan transparan, kebenaran akan terungkap, dan mereka dapat mendapatkan keadilan yang layak. 

Saka berharap bisa membuktikan ketidakbersalahannya dan memperbaiki nama baiknya yang telah ternoda oleh kesaksian yang diragukan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Setelah Jalani Sumpah Pocong, Saka Tatal Bakal Diperiksa Terkait Dugaan Keterangan Palsu Aep dan Dede dalam Kasus Pembunuhan Vina

Saka Tatal, setelah sumpah pocong yang dramatis, akan diperiksa sebagai saksi terkait dugaan keterangan palsu di Bareskrim.

Dituding Jadi Dalang dalam Kasus Pembunuhan Vina, Iptu Rudiana Tak Penuhi Tantangan Saka Tatal untuk Sumpah Pocong, Alasannya Mengejutkan

Ditantang Saka Tatal untuk ikut melakukan sumpah pocong, Iptu Rudiana yang disebut jadi dalang kasus pembunuhan Vina pilih tak hadir.

Buktikan Dirinya Tak Bersalah dalam Kasus Pembunuhan Vina, Saka Tatal Penuhi Janjinya Jalani Sumpah Pocong

Saka Tatal lakukan sumpah pocong, bantah tuduhan pembunuhan Vina Cirebon dan tantang Iptu Rudiana, tapi malah tak datang.

Besok! Saka Tatal Tantang Iptu Rudiana untuk Ikut Sumpah Pocong, Buktikan Ketidakbersalahannya dalam Kasus Pembunuhan Vina

Mantan terpidana kasus Vina Cirebon, Saka Tatal, menantang Iptu Rudiana menepati kesiapan melakukan sumpah pocong.

Usai Singgung Soal Etika, Wakil Wali Kota Imam Budi Sampaikan Terima Kasih ke Petugas Damkar yang Viralkan Kerusakan Peralatan di DPKP Depok

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi kembali memberikan tanggapan terkait viralnya aksi petugas damkar yang viralkan banyaknya peralatan rusak.

Berita Terkini

wave

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.

Layanan Kesehatan Buruk, Anleg Arifin dg Pallalo Protes Pemda Parigi Moutong

Ambulans kehabisan bensin hingga warga meninggal memicu amarah DPRD Parigi Moutong. Bupati dikecam karena absen rapat pelayanan publik.

Jenis Kejadian Darurat Laporan 112 Parigi Moutong yang Wajib Diketahui Warga

Pahami jenis kejadian darurat laporan 112 Parigi Moutong. Segera laporkan kondisi kritis medis, kebakaran, dan bencana untuk penanganan cepa


See All
; ;