Tanggapi Desakan Presiden Jokowi untuk Segera Menyelesaikan RUU Perampasan Aset, Ketua DPR RI Puan Maharani Beri Jawaban Menohok

Begini tanggapan Ketua DPR Puan Maharani atas desakan Jokowi, tekankan pentingnya proses legislasi yang mendalam dan tidak terburu-buru.
Begini tanggapan Ketua DPR Puan Maharani atas desakan Jokowi, tekankan pentingnya proses legislasi yang mendalam dan tidak terburu-buru. Source: Foto/Dok. DPR RI

Nasional, gemasulawesi - Belakangan ini, pernyataan Presiden Joko Widodo yang mendesak DPR RI agar segera menyelesaikan pembahasan RUU Perampasan Aset kembali menjadi sorotan publik.

Presiden Jokowi menekankan pentingnya percepatan pembahasan undang-undang ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi dan mengembalikan kerugian negara. 

Ia berpendapat bahwa langkah cepat yang diambil DPR dalam revisi UU Pilkada bisa menjadi contoh untuk percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset.

Namun, tanggapan dari Ketua DPR RI, Puan Maharani, menunjukkan pandangan yang berbeda. Dalam responsnya, Puan mempertanyakan urgensi dari percepatan pembahasan RUU ini. 

Baca Juga:
Baru Terungkap! Tahanan Narkoba yang Tewas Usai Dikeroyok 6 Rekannya Ternyata Baru Ditahan Sehari di Rutan Cilodong Depok

Ia mengungkapkan bahwa DPR harus memastikan setiap undang-undang yang dibahas memenuhi persyaratan hukum dan mendapatkan masukan dari semua elemen masyarakat sebelum disahkan.

“Apakah dengan mempercepat pembahasan RUU Perampasan Aset akan memberikan hasil yang lebih baik? Itu pertanyaan yang harus diajukan kepada Presiden Jokowi. Yang pasti, setiap pembahasan undang-undang harus memenuhi persyaratan hukum yang ada dan mendapatkan masukan dari semua pihak terkait,” ujar Puan, dikutip pada Minggu, 1 September 2024.

Puan menegaskan bahwa DPR harus memprioritaskan isu-isu yang dianggap paling penting menjelang akhir masa jabatannya. 

Ia menekankan bahwa meskipun RUU Perampasan Aset penting, kualitas pembahasan harus tetap dijaga dan tidak hanya mengejar target waktu. 

Baca Juga:
Dilempar OTK dari Luar Tembok, Upaya Penyelundupan Narkoba Jenis Sabu Digagalkan Petugas Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Poso

Puan juga menyebutkan bahwa DPR memerlukan waktu yang cukup untuk membahas setiap undang-undang secara mendalam agar hasilnya benar-benar efektif dan dapat diterima masyarakat.

Dengan tanggapan ini, Puan Maharani mengajak semua pihak untuk memahami proses legislasi yang memerlukan ketelitian dan pertimbangan yang matang. Ia mengingatkan bahwa kecepatan bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan sebuah undang-undang. 

Proses yang cermat dan inklusif juga penting agar undang-undang yang dihasilkan dapat benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan negara.

Di sisi lain, desakan Presiden Jokowi mencerminkan urgensi dari RUU Perampasan Aset yang sudah lama tertunda. 

Baca Juga:
Dengan Meminta Semua Jajarannya untuk Memfokuskan Program dalam Mendukung Makassar Kota Rendah Karbon, Pembangunan Berbasis Ramah Lingkungan Didorong Wali Kota

RUU ini bertujuan untuk memberikan kekuatan hukum yang lebih besar dalam merampas aset yang diduga diperoleh secara ilegal dan tidak dapat dibuktikan keabsahannya.

Dengan adanya RUU ini, diharapkan bisa mempercepat proses hukum terhadap pelaku korupsi dan membantu mengembalikan kerugian negara. 

Jokowi berharap DPR bisa meniru kecepatan dan efisiensi yang ditunjukkan dalam pembahasan revisi UU Pilkada untuk undang-undang ini. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Tak Mendapat Respon Secepat RUU Pilkada, Presiden Jokowi Ultimatum DPR RI Agar Segera Mengesahkan RUU Perampasan Aset

Presiden Jokowi menekankan urgensi RUU Perampasan Aset untuk memberantas korupsi; mendesak DPR agar segera menyelesaikan pembahasan.

Terkait Pencalonannya Sebagai Bakal Cagub di Pilgub Jatim, Risma Berencana Temui Presiden Jokowi untuk Membahas Pengunduran Dirinya

Untuk membahas pengunduran dirinya sebagai Mensos, Tri Rismaharini berencana untuk menemui Presiden Jokowi.

Bahkan Begitu Intensif Komunikasinya, Anggota DPR Fraksi Gerindra Sebut Hubungan Jokowi dengan Prabowo Sangat Baik

Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad, menyampaikan hubungan antara Presiden Jokowi dengan Prabowo sangat baik.

Saat Rapat Kerja Kepala Daerah di Istana IKN, Pj Gubernur Sulawesi Barat Sampaikan 3 Poin yang Menjadi Aspirasi Masyarakat Sulbar ke Presiden Jokowi

3 poin yang menjadi aspirasi masyarakat Sulbar disampaikan oleh Pj Gubernur Sulawesi Barat ke Presiden Jokowi.

Sikapi Pernyataan Ketum PDI P, Koordinator Stafsus Presiden Sebut Jokowi Terus Aktif Membuka Jalur Komunikasi dan Menjaga Silaturahmi

Presiden Jokowi, disampaikan oleh Koordinator Stafsus Presiden, terus aktif menjaga silaturahmi dan juga membuka jalur komunikasi.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;