Cerita Mistis Seorang Pria yang Mengaku sebagai Masinis di Stasiun Manggarai Viral, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kasus masinis palsu di Stasiun Manggarai menarik perhatian, Polda Metro Jaya mulai melakukan penyelidikan.
Kasus masinis palsu di Stasiun Manggarai menarik perhatian, Polda Metro Jaya mulai melakukan penyelidikan. Source: Foto/dok. Polda Metro Jaya

 

Nasional, gemasulawesi - Kasus seorang pria berinisial AR yang mengaku sebagai masinis kereta api menarik perhatian publik setelah tayang di sebuah podcast di akun YouTube Lentera Malam.

Dalam tayangan berjudul "Masinis Kereta Digentayangi Korban Kecelakaan," AR membagikan cerita-cerita seram yang beredar di kalangan masinis. 

Cerita-cerita ini menciptakan suasana mistis yang sangat menarik perhatian penonton, hingga banyak yang terpengaruh dan mempercayai klaimnya.

Namun, situasi berubah drastis ketika PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyelidiki identitas AR dan menemukan bahwa ia tidak terdaftar sebagai pegawai, melainkan hanya berpura-pura mengenakan seragam resmi KAI. 

Baca Juga:
Penganiayaan Brutal di Tangerang Selatan! Pria Ini Diserang dengan Enam Luka Tusuk, Polisi Tangkap Pelaku

"Kami sangat menyesalkan tayangan podcast dengan genre horor ini, yang menampilkan sosok yang seolah-olah pegawai KAI yang berprofesi sebagai masinis," ungkap Tohari, Plh. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta pada Kamis, 10 Oktober 2024.

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa pihak KAI merasa dirugikan oleh penyebaran informasi yang salah, yang dapat merusak reputasi perusahaan.

Setelah penyelidikan internal, PT KAI melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut. 

Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan bahwa kasus ini telah terdaftar dan sedang ditangani oleh Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum. 

Baca Juga:
Dugaan Penyelewengan SPPD Fiktif di Sekretariat DPRD Riau Mencuat, 15 Barang Mewah Senilai Rp395 Juta Disita

Ia menegaskan pentingnya penyelidikan untuk memastikan bahwa kasus ini tidak hanya berhenti pada satu individu, tetapi juga menyelidiki kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang terlibat.

Investigasi oleh pihak kepolisian melibatkan pengumpulan bukti-bukti serta pemanggilan saksi-saksi yang relevan. 

"Dalam rangkaian peristiwa itu, ada pihak-pihak terkait yang akan didalami oleh penyidik dan juga akan dipanggil nantinya," ungkap Ade Ary. 

Hal ini menunjukkan komitmen kepolisian untuk menindaklanjuti semua aspek kasus, termasuk mengidentifikasi bagaimana AR bisa mendapatkan seragam resmi KAI dan beroperasi seolah-olah sebagai pegawai perusahaan.

Baca Juga:
Bawaslu Parigi Moutong Dilaporkan Mengadakan Rapat Koordinasi dengan Stakeholder

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat tentang etika dalam berbagi informasi, terutama di era media sosial. 

Banyak orang yang terpengaruh oleh informasi yang tidak diverifikasi, sehingga menimbulkan kesalahpahaman. 

Pihak KAI pun mengingatkan publik untuk lebih kritis dan teliti dalam menyaring informasi, terutama yang berkaitan dengan keselamatan dan reputasi layanan kereta api. 

Tohari pun berharap agat masyarakat dapat lebih kritis dalam menerima informasi, apalagi yang berkaitan dengan keselamatan serta reputasi layanan kereta api.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Kelelahan dan Kehilangan 12 Batalyon dalam Perang Gaza

Dengan adanya penyelidikan ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap PT KAI dan layanan kereta api dapat tetap terjaga. 

Proses hukum yang berjalan juga diharapkan bisa memberikan kejelasan terkait kejadian ini serta menindak tegas pihak-pihak yang menyebarkan informasi menyesatkan. 

Masyarakat diharapkan dapat belajar dari insiden ini dan lebih berhati-hati dalam menyebarkan dan mempercayai informasi, terutama yang terkait dengan profesi dan institusi besar. (*/Shofia)

 

...

Artikel Terkait

wave

Setelah Bebas Bersyarat, Jessica Wongso Resmi Ajukan Permohonan Peninjauan Kembali di PN Jakarta Pusat

Setelah menjalani hukuman, Jessica Wongso kini mengajukan PK terhadap putusan MA di PN Jakarta Pusat.

Dugaan Pungli dan Bullying Mencuat, PPDS Fakultas Kedokteran di Universitas Sam Ratulangi Dibekukan Kemenkes

Program PPDS di Fakultas Kedokteran Unsrat dibekukan Kemenkes setelah terungkap adanya kasus bullying dan pungutan liar.

Keluhan Pengguna Kartu E-Toll Gegara Saldo Tak Dapat Digunakan di Gerbang Tol Viral, Ternyata Ini Alasannya

Kartu e-Toll kadaluarsa membuat saldo tidak dapat digunakan, keluhan pengguna menjadi viral dan menarik perhatian Jasa Marga.

Terbesar dalam 5 Tahun Terakhir! Penyelundupan 47 Kilogram Sabu Menuju Banjarmasin Berhasil Digagalkan

Pengungkapan sabu 47 kilogram oleh polisi Kalimantan menjadi penangkapan terbesar dalam lima tahun terakhir.

Ternyata Segini Besaran Gaji yang Dikeluhkan Hakim hingga Gelar Cuti Massal, Warganet Bandingkan dengan Guru Honorer

Para hakim di Indonesia mengeluhkan gaji rendah, menuntut kenaikan hingga 142 persen melalui cuti massal.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;