Rocky Gerung Soal Menko Airlangga yang Sebut Kenaikan PPN Bukan Keinginan Pemerintah Namun Amanah UU: Itu Konyol Itu

Tangkap layar video pengamat politik Indonesia, Rocky Gerung yang mengomentari tentang kebijakan kenaikan tarif PPN
Tangkap layar video pengamat politik Indonesia, Rocky Gerung yang mengomentari tentang kebijakan kenaikan tarif PPN Source: (Foto/YouTube/@Rocky Gerung Official)

Nasional, gemasulawesi - Pengamat politik Indonesia, Rocky Gerung, memberikan kritik tajam terhadap pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengenai kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen.

Sebelumnya, Airlangga menegaskan bahwa kenaikan ini bukanlah keinginan pemerintah, melainkan kewajiban berdasarkan amanah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Dalam Pasal 7 ayat 1 UU HPP disebutkan bahwa tarif PPN sebesar 12 persen harus berlaku paling lambat 1 Januari 2025.

"PPN (naik 12 persen) tahun depan yang menentukan adalah undang-undang, dan undang-undang, jadi yang menentukan bukan pemerintah," kata Menko Airlangga pada Selasa, 17 Desember 2024.

Baca Juga:
Susi Pudjiastuti Sentil Prabowo Usai Ada Warga Sumbawa Barat Menolak Pembebasan Lahan Karena Harga Tidak Sesuai

Menanggapi pernyataan tersebut, Rocky Gerung menyampaikan pandangannya melalui sebuah video yang diunggah di channel YouTube resminya pada Sabtu, 21 Desember 2024.

Menurut Rocky Gerung, landasan kebijakan pemerintah yang hanya merujuk pada legalitas undang-undang tanpa mempertimbangkan dampak sosial menunjukkan kekonyolan.

"Bila pemerintah bertahan (tetap menerapkan kebijakan kenaikan PPN), hanya atas dasar legalitas, bahwa memang undang-undang itu sudah memerintahkan 2025 naik 12 persen itu konyol tuh," kata Rocky Gerung.

Ia menilai pemerintah seharusnya mempertimbangkan aspek sosial dan kondisi nyata masyarakat dalam membuat keputusan, bukan semata-mata mengikuti aturan yang ada.

Baca Juga:
Yenny Wahid Pertanyakan Kebijakan Kenaikan PPN 12 Persen di Indonesia Saat Haul Gus Dur 2024: Apakah Ini Bijak?

"Jadi kesosialan manusia yang seharusnya dipahami secara harian itu, tidak dipahami," tambahnya.

Lebih lanjut, Rocky Gerung juga mengkritik pemerintah yang dinilainya malas mencari alternatif lain untuk menambah pendapatan negara.

Ia menyebut fokus pemerintah yang hanya pada peningkatan pajak menunjukkan kurangnya upaya untuk mengeksplorasi solusi lain yang lebih efisien.

"Apakah tidak ada cara lain? Pasti ada cara lain, tetapi pemerintah ini malas untuk mencari sumber-sumber yang lain, apalagi sumber yang bisa membuat efisiensi," tegas Rocky Gerung.

Baca Juga:
Menko Zulhas Sebut Petani Indonesia Tak Terurus 28 Tahun Terakhir, Said Didu: Orang Ini Benar-benar Penjilat Ulung

Argumen Rocky Gerung yang menyoroti perlunya keseimbangan antara legalitas dan dampak sosial menunjukkan kedalaman analisisnya terhadap kebijakan publik.

Dengan keberanian mengkritik dan menawarkan perspektif baru, ia mengingatkan pemerintah bahwa kebijakan sebaiknya tidak hanya berlandaskan hukum, tetapi juga harus mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Susi Pudjiastuti Sentil Prabowo Usai Ada Warga Sumbawa Barat Menolak Pembebasan Lahan Karena Harga Tidak Sesuai

Susi Pudjiastuti meminta Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan di Sumbawa Barat dengan bijak

Yenny Wahid Pertanyakan Kebijakan Kenaikan PPN 12 Persen di Indonesia Saat Haul Gus Dur 2024: Apakah Ini Bijak?

Yenny Wahid, putri mantan Presiden RI, Gus Dur, memberikan pendapatnya terkait kebijakan kenaikan PPN 12 persen yang akan diterapkan 2025

Menko Zulhas Sebut Petani Indonesia Tak Terurus 28 Tahun Terakhir, Said Didu: Orang Ini Benar-benar Penjilat Ulung

Said Didu menanggapi Menko Pangan, Zulhas yang baru-baru ini menyebut petani di Indonesia tidak terurus selama 28 tahun terakhir

Soroti Menko Yusril yang Sebut Koruptor Dipenjara Tidak Untungkan Negara, Umar Hasibuan: Welcome to The Jungle

Pegiat medsos, Umar Hasibuan menyoroti pernyataan Menko Yusril Ihza Mahendra mengenai koruptor yang dipenjara tidak membuat negara untung

Tanggapi Kebijakan Kenaikan PPN 12 Persen di Indonesia, Mahfud MD: Rakyat Sekarang Banyak yang Menjerit

Tanggapi kenaikan PPN, Mahfud MD tidak ingin menjadi bagian yang pro maupun kontra, namun Mahfud menyebut rakyat sekarang menjerit

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;