Soal Jokowi Gabung Gerindra, Adi Prayitno Sebut Ada Hal Tak Bisa Dilakukan Joko Widodo Jika Masuk Partainya Prabowo

Tangkap layar video Adi Prayitno yang memberikan tanggapannya terkait potensi Jokowi gabung Gerindra
Tangkap layar video Adi Prayitno yang memberikan tanggapannya terkait potensi Jokowi gabung Gerindra Source: (Foto/YouTube/@Adi Prayitno Official)

Nasional, gemasulawesi - Pengamat politik Adi Prayitno memberikan analisisnya terkait langkah politik yang kemungkinan akan diambil Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah tidak lagi menjadi bagian dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Dalam unggahan video pertama di channel YouTube resminya, Adi Prayitno Official, yang dilansir pada Minggu, 22 Desember 2024, Adi menyebut Partai Gerindra sebagai pilihan yang paling rasional bagi Jokowi di antara beberapa partai politik yang menunjukkan ketertarikan untuk menjalin kerja sama dengannya.

Adi menjelaskan bahwa Gerindra, Golkar, PAN, dan Nasdem adalah empat partai yang secara terbuka mendekati Jokowi, namun Gerindra dinilai sebagai pilihan terbaik.

Menurut Adi, Gerindra merupakan partai dengan pengaruh besar, terutama karena perannya sebagai salah satu kekuatan utama dalam Pilpres.

Baca Juga:
Denny Siregar Jelaskan Kesalahan Terbesar Pemerintahan Prabowo: Sibuk Politik Saja, Ekonomi Kedodoran

"Gerindra adalah partai yang cukup rasional bagi Jokowi untuk dipilih, setelah tidak lagi jadi bagian PDIP," jelas Adi Prayitno.

Ia menambahkan bahwa kekuatan politik di Indonesia saat ini banyak yang tunduk pada strategi politik Gerindra.

"Gerindra ini partai pemenang Pilpres, semua kekuatan politik pasti tunduk tegak lurus dengan politik Gerindra, dalam konteks itu saya kira cukup rasional bagi Jokowi untuk gabung dengan Gerindra," katanya.

Namun, Adi Prayitno juga mengingatkan bahwa jika Jokowi bergabung dengan Gerindra, perannya tidak akan menjadi seorang king maker atau sosok yang memegang kendali penuh atas keputusan politik di partai tersebut.

Baca Juga:
Rocky Gerung Soal Menko Airlangga yang Sebut Kenaikan PPN Bukan Keinginan Pemerintah Namun Amanah UU: Itu Konyol Itu

"Tapi jika Jokowi berpikir untuk jadi king maker (pembuat keputusan) dan veto player di Gerindra, tentu Gerindra bukan jawabannya," jelas Adi.

Menurut Adi, posisi itu sudah dipegang oleh Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

"Karena apapun the one an only, yang jadi veto player dan king maker di Gerindra hanyalah Prabowo Subianto, bukan yang lain," tegas Adi Prayitno.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan Gerindra sebagai partai besar tidak lepas dari figur Prabowo yang menjadi kunci utama kekuatan partai.

Baca Juga:
Susi Pudjiastuti Sentil Prabowo Usai Ada Warga Sumbawa Barat Menolak Pembebasan Lahan Karena Harga Tidak Sesuai

"Bahkan Gerindra bisa besar itu terletak pada figur kunci, Prabowo Subianto," ujar Adi Prayitno.

Kabar mengenai kemungkinan Jokowi bergabung dengan Gerindra semakin mencuat setelah beberapa kali pertemuan antara Jokowi dan Prabowo Subianto terjadi.

Bahkan, Jokowi juga sempat bertemu dengan Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, di Solo. 

Analisis Adi Prayitno memberikan pandangan yang menarik terkait dinamika politik di Indonesia, sekaligus menyoroti pentingnya figur sentral dalam membangun kekuatan sebuah partai politik. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Denny Siregar Jelaskan Kesalahan Terbesar Pemerintahan Prabowo: Sibuk Politik Saja, Ekonomi Kedodoran

Denny Siregar memberikan pandangannya terkait kesalahan terbesar di pemerintahan saat ini, menurutnya pemerintahan tidak punya prioritas

Rocky Gerung Soal Menko Airlangga yang Sebut Kenaikan PPN Bukan Keinginan Pemerintah Namun Amanah UU: Itu Konyol Itu

Rocky Gerung berika tanggapan terkait pernyataan Menko Airlangga Hartarto, mengenai kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN

Susi Pudjiastuti Sentil Prabowo Usai Ada Warga Sumbawa Barat Menolak Pembebasan Lahan Karena Harga Tidak Sesuai

Susi Pudjiastuti meminta Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan di Sumbawa Barat dengan bijak

Yenny Wahid Pertanyakan Kebijakan Kenaikan PPN 12 Persen di Indonesia Saat Haul Gus Dur 2024: Apakah Ini Bijak?

Yenny Wahid, putri mantan Presiden RI, Gus Dur, memberikan pendapatnya terkait kebijakan kenaikan PPN 12 persen yang akan diterapkan 2025

Menko Zulhas Sebut Petani Indonesia Tak Terurus 28 Tahun Terakhir, Said Didu: Orang Ini Benar-benar Penjilat Ulung

Said Didu menanggapi Menko Pangan, Zulhas yang baru-baru ini menyebut petani di Indonesia tidak terurus selama 28 tahun terakhir

Berita Terkini

wave

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.

Kongkalikong Tambang Ilegal? Menyoal Isu Hubungan Kekerabatan Kasat Reskrim Parigi Moutong dan Aktor PETI

Siapa Andre? Bos PETI yang disebut-sebut memiliki hubungan darah dengan Kasat Reskrim Parigi Moutong Anugerah S Tarigan.

Inilah Sinopsis Film Horor Komedi Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Melanjutkan Petualangan Mendebarkan dari Lima Sahabat

Geng Sekawan Limo kembali dalam film baru, mengisahkan petualangan mereka di Gunung Klawih yang penuh kelucuan dan ketakutan

Dugaan Kerabat Dekat Kasatreskrim Parigi Moutong Terlibat PETI Kebal Hukum, Propam Polda Turun Tangan

Kabid Propam Polda Sulteng Roy Satya Putra, S.I.K. berikan perhatian khusus terkait dugaan skandal Kasatreskrim Parigi moutong, Tarigan.


See All
; ;