Mahfud MD Heran Pemagaran Laut Tangerang Belum Ditindak Sebagai Kasus Pidana: Padahal Jelas Merampas Ruang Publik

Potret mantan Menko Polhukam RI, Mahfud MD yang baru-baru ini menyoroti Langkah pemerintah terhadap pemagaran laut Tangerang
Potret mantan Menko Polhukam RI, Mahfud MD yang baru-baru ini menyoroti Langkah pemerintah terhadap pemagaran laut Tangerang Source: (Foto/Instagram/@mohmahfudmd)

Nasional, gemasulawesi - Mantan Menko Polhukam RI, Mahfud MD, baru-baru ini mengungkapkan keheranannya terhadap langkah pemerintah dalam menangani kasus pemagaran laut di Tangerang, Banten.

Menurutnya, tindakan pemagaran laut ini seharusnya dianggap sebagai kasus pidana yang melibatkan penyerobotan alam, pembuatan sertifikat ilegal, hingga dugaan kolusi dan korupsi.

Namun, Mahfud menilai respons pemerintah masih jauh dari harapan.

Melalui cuitannya di akun X resminya @mohmahfudmd pada Sabtu, 25 Januari 2025, Mahfud menyampaikan kritik tajam terkait minimnya penegakan hukum pidana terhadap kasus tersebut.

Baca Juga:
Usai Viral, WNA China yang Selipkan Uang di Paspor Agar Lolos Pemeriksaan Imigrasi Bandara Soetta Malah Minta Maaf, Kenapa?

Mahfud menyoroti bahwa hingga saat ini, aparat penegak hukum tidak menunjukkan sikap tegas untuk mengusut tuntas kasus pemagaran laut tersebut.

Ia menilai pemerintah hanya berfokus pada pembongkaran pagar secara administratif tanpa menindak lebih jauh aspek pidana yang jelas-jelas terlihat.

"Kasus pemagaran laut (pagar laut di Tangeran), seharusnya segera dinyatakan kasus pidana, bukan hanya ramai2 membongkar pagar saja." Tulis cuitan Mahfud MD.

Lebih lanjut, Mahfud kembali menekankan pentingnya penegakan hukum pidana dalam kasus ini.

Baca Juga:
Aksi Oknum Polisi Iseng Mainkan Sirine di Tengah Kemacetan Viral, Ini Langkah Tegas Polda Jambi

Ia mengungkapkan bahwa langkah-langkah pemerintah saat ini hanya bersifat administratif dan teknis, tanpa menyentuh aspek pidana yang lebih substansial.

Dalam pandangannya, sertifikat yang digunakan untuk memagari laut diduga diperoleh secara ilegal melalui praktik kolusi dan korupsi.

Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan adanya pelanggaran serius terhadap ruang publik yang harus ditangani dengan investigasi mendalam.

"Langkah yang diambil oleh pemerintah pada kasus pagar laut Tangerang baru bersifat hukum administrasi. Padahal tindak pidana jelas seperti merampas ruang publik dgn sertifikat ilegal. Pasti ilegal melalui kolusi dan korupsi. Aneh, belum ada penetapan lidik dan sidik sbg kasus pidana," tulis lanjutan Mahfud MD.

Baca Juga:
Luncurkan Pedoman Penggunaan AI untuk Karya Jurnalistik, Dewan Pers Berharap Teknologi Tingkatkan Efisiensi Kerja Media

Sementara itu, TNI Angkatan Laut telah mengambil tindakan dengan membongkar pagar laut di Tangerang.

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Presiden RI, Prabowo Subianto.

Langkah tersebut menunjukkan adanya keseriusan pemerintah dalam menangani isu ini, meskipun fokusnya masih pada pembongkaran fisik tanpa pengusutan aspek pidana yang menjadi perhatian Mahfud MD. 

Dengan kritik yang disampaikan Mahfud, diharapkan pemerintah dapat memperluas pendekatan hukum dalam menangani kasus ini, tidak hanya sebatas administrasi tetapi juga menyelidiki kemungkinan tindak pidana yang lebih mendalam. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Usai Viral, WNA China yang Selipkan Uang di Paspor Agar Lolos Pemeriksaan Imigrasi Bandara Soetta Malah Minta Maaf, Kenapa?

Video viral WNA menyelipkan uang di paspor di Bandara Soetta. Klarifikasi Ditjen Imigrasi dan fakta CCTV dijelaskan.

Aksi Oknum Polisi Iseng Mainkan Sirine di Tengah Kemacetan Viral, Ini Langkah Tegas Polda Jambi

Iseng mainkan sirine di tengah kemacetan, aksi oknum polisi ini menjadi viral di media sosial. Begini nasibnya sekarang.

Luncurkan Pedoman Penggunaan AI untuk Karya Jurnalistik, Dewan Pers Berharap Teknologi Tingkatkan Efisiensi Kerja Media

Dewan Pers Indonesia merilis sebuah pedoman penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam produksi karya jurnalistik media

Mantan Stafsus Menkeu RI Komentari Forum Rektor yang Setuju Jika Kampus Kelola Tambang: Memprihatinkan

Eks Stafsus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo mengomentari Forum Rektor Indonesia yang setuju usulan kampus mengelola tambang

Prabowo Pangkas Anggaran Kementerian dan Pemda Agar Hemat APBN 2025, Susi Pudjiastuti: Saya Dukung Pak Presiden

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo yang mencoba menghemat APBN 2025

Berita Terkini

wave

Hanya Karena Talang Jumbo Besi Tidak Dihadirkan, Kejari Parigi Moutong Tolak Pelimpahan Tahap II Kasus PETI Karya Mandiri

Penegakan hukum terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Karya Mandiri, Parigi Moutong, menemui jalan buntu karena talang jumbo

Jadi Tontonan Keluarga di Hari Lebaran, Inilah Sinopsis Pelangi di Mars, Film Hybrid Animasi dan Live Action Pertama Indonesia

Pelangi di Mars adalah film hybrid yang menggabungkan animasi dan pemeran manusia, mengangkat isu kerusakan lingkungan

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret


See All
; ;