Andi Arief Puji Pemerintahan Presiden Prabowo Jelang 100 Hari Pimpin Indonesia: Setidaknya Tidak Memberangus Demokrasi

Potret Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka
Potret Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka Source: (Foto/Instagram/@presidenrepublikindonesia)

Nasional, gemasulawesi - Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, memberikan pandangannya terkait kinerja pemerintahan Presiden Prabowo menjelang 100 hari masa jabatan.

Pandangan tersebut disampaikan melalui cuitan di akun X resminya, @Andiarief__, pada Sabtu, 25 Januari 2025.

Dalam cuitannya, Andi Arief memuji pemerintahan Prabowo yang dinilainya tidak memberangus kebebasan serta demokrasi selama hampir 100 hari masa kerja.

Ia juga menyoroti upaya pemerintahan ini dalam menegakkan hak asasi manusia (HAM) dan keadilan.

Baca Juga:
Soroti Kemendiktisaintek yang Mengaku Siap Jalankan Wacana Kampus Kelola Tambang, Yustinus Prastowo: Asem Tenan!

Bahkan, menurut Andi Arief, salah satu langkah progresif dari pemerintahan Prabowo adalah keinginan untuk membebaskan tahanan politik yang menjadi korban Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Langkah ini, dalam pandangannya, menunjukkan bahwa pemerintahan Prabowo memahami dan menghargai nilai-nilai demokrasi.

"Setidaknya, 100 hari Pemerintahan Prabowo tidak memberangus kebebasan dan demokrasi. Memiliki keinginan kuat menegakkan HAM dan keadilan, bahkan akan membebaskan tahanan politik 'korban UU ITE'. Pemerintahan yang mengerti demokrasi," tulis Andi Arief dalam cuitannya.

Pujian dari Andi Arief tentu jadi perhatian publik.

Baca Juga:
Mahfud MD Heran Pemagaran Laut Tangerang Belum Ditindak Sebagai Kasus Pidana: Padahal Jelas Merampas Ruang Publik

Cuitan Andi Arief memancing berbagai tanggapan dari warganet. Beberapa pengguna media sosial menunjukkan dukungan terhadap pernyataannya, salah satunya dari akun @did***.

Pengguna ini memuji pandangan positif Andi Arief terhadap langkah-langkah progresif pemerintahan Prabowo.

"Ya, Mas AA. Salut dg progresifnya pemikiran Pak Prabowo, saat ini," tulis akun tersebut.

Respons ini mencerminkan adanya apresiasi terhadap perubahan yang dianggap positif di bawah pemerintahan Prabowo.

Baca Juga:
Usai Viral, WNA China yang Selipkan Uang di Paspor Agar Lolos Pemeriksaan Imigrasi Bandara Soetta Malah Minta Maaf, Kenapa?

Namun, tidak semua warganet sependapat dengan pandangan Andi Arief.

Beberapa mengingatkan bahwa penilaian terhadap kinerja pemerintahan tidak hanya bisa dilihat dari satu atau dua indikator saja.

Salah satu akun, @kha***, memberikan tanggapan skeptis terhadap pernyataan Andi Arief.

"Banyak parameter bos, yg menjadi tolak ukur dan masing² juga punya alat ukurnya," tulis akun tersebut.

Baca Juga:
Aksi Oknum Polisi Iseng Mainkan Sirine di Tengah Kemacetan Viral, Ini Langkah Tegas Polda Jambi

Komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang dalam menilai kinerja pemerintahan Prabowo.

Cuitan dan respons warganet terhadapnya menunjukkan bahwa kinerja pemerintahan Prabowo di awal masa jabatan terus menjadi sorotan.

Pujian dari Andi Arief menambah dimensi menarik dalam diskusi publik mengenai pemerintahan ini. 

Namun, beragamnya pendapat menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki berbagai harapan dan penilaian yang berbeda terhadap pemerintahan Prabowo dalam menegakkan demokrasi dan keadilan. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Soroti Kemendiktisaintek yang Mengaku Siap Jalankan Wacana Kampus Kelola Tambang, Yustinus Prastowo: Asem Tenan!

Yustinus Prastowo memberikan tanggapannya terkait pihak Kemendiktisaintek yang setuju dengan wacana kampus mengelola tambang

Mahfud MD Heran Pemagaran Laut Tangerang Belum Ditindak Sebagai Kasus Pidana: Padahal Jelas Merampas Ruang Publik

Mahfud MD merasa heran karena kasus pemagaran laut di Tangerang belum ditindak sebagai kasus pidana, hanya ditindak secara administrasi

Usai Viral, WNA China yang Selipkan Uang di Paspor Agar Lolos Pemeriksaan Imigrasi Bandara Soetta Malah Minta Maaf, Kenapa?

Video viral WNA menyelipkan uang di paspor di Bandara Soetta. Klarifikasi Ditjen Imigrasi dan fakta CCTV dijelaskan.

Aksi Oknum Polisi Iseng Mainkan Sirine di Tengah Kemacetan Viral, Ini Langkah Tegas Polda Jambi

Iseng mainkan sirine di tengah kemacetan, aksi oknum polisi ini menjadi viral di media sosial. Begini nasibnya sekarang.

Luncurkan Pedoman Penggunaan AI untuk Karya Jurnalistik, Dewan Pers Berharap Teknologi Tingkatkan Efisiensi Kerja Media

Dewan Pers Indonesia merilis sebuah pedoman penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam produksi karya jurnalistik media

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;