Luhut Binsar Nilai Tagar Indonesia Gelap Kurang Tepat, Faizal Assegaf: Kau Salah Satu Aktor Pembuat RI Gelap

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan yang mengomentari tagar Indonesia Gelap
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan yang mengomentari tagar Indonesia Gelap Source: (Foto/Instagram/@luhut.pandjaitan)

Nasional, gemasulawesi - Kritikus politik Indonesia, Faizal Assegaf, menyoroti pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, terkait tagar Indonesia Gelap yang tengah ramai dibicarakan.

Tagar ini mencuat di media sosial sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah, terutama oleh mahasiswa yang turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi.

Menanggapi hal tersebut, Luhut menyatakan bahwa ia tidak setuju dengan anggapan bahwa Indonesia dalam kondisi gelap.

Menurutnya, negara ini telah mengalami kemajuan meskipun masih memiliki kekurangan di beberapa aspek.

Baca Juga:
Ketum Partai Demokrat AHY Tanggapi Gagasan Pembentukan Koalisi Permanen untuk KIM Plus: Saya Rasa Semangatnya Bagus

Ia juga menekankan bahwa kekurangan seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Luhut menilai bahwa generasi muda saat ini sebenarnya memiliki banyak peluang kerja di dalam negeri.

Ia menganggap mereka yang menyebut Indonesia dalam keadaan gelap adalah pihak yang keliru dalam menilai situasi.

Bahkan, Luhut secara tegas menyatakan bahwa bukan Indonesia yang gelap, melainkan mereka yang menyebarkan narasi tersebut.

Baca Juga:
Kampus Batal Mendapatkan Izin untuk Kelola Tambang, Sekjen Kemendiktisaintek RI Berikan Tanggapan Begini

"Jadi kalau ada yang bilang Indonesia gelap, yang gelap kau, bukan Indonesia," kata Luhut Binsar Pandjaitan pada Rabu, 19 Februari 2025.

Pernyataan ini kemudian mendapat respons tajam dari Faizal Assegaf, yang melalui akun X resminya @faizalassegaf, menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap sikap Luhut.

Faizal menilai bahwa Luhut seharusnya tidak mengeluarkan komentar seperti itu, terutama kepada mahasiswa yang sedang menyuarakan aspirasi mereka.

Dalam cuitannya, Faizal menyebut bahwa Luhut justru menjadi salah satu aktor yang menyebabkan masyarakat merasa bahwa Indonesia dalam kondisi gelap.

Baca Juga:
Kemensos RI Berencana Batasi Durasi Penerima Bansos Hanya untuk Selama 5 Tahun, Gus Ipul Beberkan Alasannya

Ia juga mengkritik gaya komunikasi Luhut yang dinilainya cenderung arogan dan tidak menghargai aksi protes rakyat serta mahasiswa.

"Luhut, ga usah gertak adik-adik mahasiswa dengan wajah garangmu. Kau salah satu aktor perusak, pembuat #IndonesiaGelap. Jangan sok bertingkah seolah menjadi praman tua yang panik hadapi aksi protes rakyat & mahasiswa. Lakon arogansimu sangat buas, tidak bermartabat & memalukan!" tulis Faizal Assegaf dalam cuitannya.

Komentar dari Faizal ini memicu berbagai reaksi di media sosial, dengan banyak pengguna yang memberikan tanggapan beragam.

Beberapa pihak mendukung pandangan Faizal dengan menilai bahwa kritik mahasiswa adalah bentuk kepedulian terhadap kondisi negara. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Ketum Partai Demokrat AHY Tanggapi Gagasan Pembentukan Koalisi Permanen untuk KIM Plus: Saya Rasa Semangatnya Bagus

Begini tanggapan dari Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono terkait gagasan pembentukan koalisi permanen untuk KIM Plus

Kampus Batal Mendapatkan Izin untuk Kelola Tambang, Sekjen Kemendiktisaintek RI Berikan Tanggapan Begini

Kemendiktisaintek RI mengaku mengormati keputusan yang membuat perguruan tinggi atau kampus batal dapat izin kelola tambang

Kemensos RI Berencana Batasi Durasi Penerima Bansos Hanya untuk Selama 5 Tahun, Gus Ipul Beberkan Alasannya

Kementerian Sosial berencana membatasi durasi penerimaan bansos hanya untuk selama 5 tahun bagi yang berusia produktif

Soroti Mahasiwa Demo dengan Tema Indonesia Gelap, Mensesneg: Nggak Ada, Kita Akan Menyongsong Indonesia Bangkit

Mensesneg RI, Prasetyo Hadi mengomentari aksi demo mahasiswa yang menuntut beberapa kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto direvisi

Tegaskan Kebijakan Efisiensi Anggaran Tidak Ganggu KIP Kuliah, Mendiktisaintek: Pendidikan Hak Semua Warga

Mendiktisaintek Satryo Soemantri menjelskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak ganggu KIP

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;