Ketua MUI Nilai Anggaran Pendidikan Indonesia Sebaiknya Ditambah, Sebut Berhubungan dengan Program MBG

Tangkap layar video yang menampilkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis
Tangkap layar video yang menampilkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis Source: (Foto/Instagram/@cholilnafis)

Nasional, gemasulawesi - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis, menilai bahwa anggaran pendidikan di Indonesia sebaiknya tidak dikurangi, melainkan justru ditambah.

Pernyataan ini tampak sebagai respons terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, yang berdampak pada pemotongan dana pendidikan dalam jumlah besar.

Berdasarkan kebijakan efisiensi tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp 22,5 triliun dari pagu yang sebelumnya telah disetujui oleh DPR.

Kebijakan ini juga berimbas pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang harus menghadapi pemangkasan anggaran sebesar Rp 8 triliun.

Baca Juga:
Soroti Aksi Demo dengan Tema Indonesia Gelap, Mardani Ali Sera: Suara Demonstran Jadi Cermin Masyarakat

Pemotongan ini memicu berbagai tanggapan dari publik, terutama dari kalangan akademisi, tenaga pendidik, dan tokoh masyarakat yang mengkhawatirkan dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.

Beberapa pihak menilai bahwa pengurangan anggaran ini dapat menghambat berbagai program pendidikan yang sedang berjalan, termasuk peningkatan kualitas sarana dan prasarana, kesejahteraan tenaga pendidik, serta akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Menanggapi hal ini, KH Muhammad Cholil Nafis menyampaikan pendapatnya melalui akun X resminya @cholilnafis pada Rabu, 19 Februari 2025.

Ia menegaskan bahwa anggaran pendidikan tidak boleh dipotong, melainkan harus ditingkatkan agar kualitas pendidikan semakin baik.

Baca Juga:
Luhut Binsar Nilai Tagar Indonesia Gelap Kurang Tepat, Faizal Assegaf: Kau Salah Satu Aktor Pembuat RI Gelap

Cholil Nafis juga menyoroti pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan untuk mencegah stunting dan menciptakan generasi muda yang lebih cerdas.

Ia menekankan bahwa setelah anak-anak terbebas dari stunting dan memiliki potensi kecerdasan yang lebih baik, mereka tetap membutuhkan akses terhadap pendidikan yang berkualitas.

Oleh karena itu, menurutnya, pengurangan anggaran pendidikan justru akan menghambat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

"MBG itu sarana agar anak tdk stanting dan cerdas maka stlh cerdas juga butuh ada sarana pendidikannya. Krnanya anggaran utk pendidikan jangan dipotong bahkan sebaiknya ditambah agar kualitas pendidikan lebih baik. Inilah modal menggapai Indonesia Emas," tulis Cholil Nafis dalam cuitannya.

Baca Juga:
Ketum Partai Demokrat AHY Tanggapi Gagasan Pembentukan Koalisi Permanen untuk KIM Plus: Saya Rasa Semangatnya Bagus

Pendapat Cholil Nafis ini sejalan dengan kekhawatiran banyak pihak bahwa pemotongan anggaran pendidikan dapat berdampak pada berbagai aspek, termasuk penyediaan fasilitas belajar yang layak, peningkatan kualitas kurikulum, serta pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah beralasan bahwa efisiensi anggaran dilakukan untuk mengalokasikan dana ke sektor lain yang dianggap lebih mendesak.

Namun, banyak yang mempertanyakan apakah pendidikan seharusnya menjadi salah satu sektor yang terkena pemangkasan, mengingat perannya yang sangat krusial dalam membangun masa depan bangsa. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Soroti Aksi Demo dengan Tema Indonesia Gelap, Mardani Ali Sera: Suara Demonstran Jadi Cermin Masyarakat

Kepala BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera menanggapi aksi demo yang dilakukan oleh para mahasiswa di sejumlah wilayah di Indonesia

Luhut Binsar Nilai Tagar Indonesia Gelap Kurang Tepat, Faizal Assegaf: Kau Salah Satu Aktor Pembuat RI Gelap

Kritikus politik, Faizal Assegaf menanggapi komentar Luhut Binsar Pandjaitan terkait tagar Indonesia Gelap yang diusung mahasiswa demo

Ketum Partai Demokrat AHY Tanggapi Gagasan Pembentukan Koalisi Permanen untuk KIM Plus: Saya Rasa Semangatnya Bagus

Begini tanggapan dari Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono terkait gagasan pembentukan koalisi permanen untuk KIM Plus

Kampus Batal Mendapatkan Izin untuk Kelola Tambang, Sekjen Kemendiktisaintek RI Berikan Tanggapan Begini

Kemendiktisaintek RI mengaku mengormati keputusan yang membuat perguruan tinggi atau kampus batal dapat izin kelola tambang

Kemensos RI Berencana Batasi Durasi Penerima Bansos Hanya untuk Selama 5 Tahun, Gus Ipul Beberkan Alasannya

Kementerian Sosial berencana membatasi durasi penerimaan bansos hanya untuk selama 5 tahun bagi yang berusia produktif

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;