Sufmi Dasco Tegaskan Draf RUU TNI yang Viral Tak Sesuai dengan yang Dibahas DPR: di Medsos itu Draf Berbeda

Potret Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang sedang memberikan keterangan kepada awak media
Potret Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang sedang memberikan keterangan kepada awak media Source: (Foto/HO-ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Nasional, gemasulawesi - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa draf RUU TNI yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan yang sedang dibahas oleh Komisi I DPR RI.

Hal ini ia sampaikan untuk merespons berbagai spekulasi yang berkembang di publik terkait isi RUU tersebut.

Dalam beberapa waktu terakhir, draf RUU TNI menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Banyak warganet yang menyoroti sejumlah pasal dalam rancangan tersebut dan menilai adanya poin-poin yang dianggap problematik.

Baca Juga:
Tak Jadi Diundur Hingga 2026, Presiden Perintahkan Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Dilakukan Tahun Ini, Catat Waktunya

Beberapa pihak bahkan menyuarakan penolakan terhadap revisi undang-undang tersebut karena dinilai berpotensi menimbulkan masalah dalam tata kelola negara.

Menanggapi hal tersebut, Sufmi Dasco mengambil langkah dengan membagikan draf resmi yang berisi poin-poin perubahan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia kepada wartawan.

Ia berharap langkah ini dapat memberikan kejelasan serta memastikan bahwa tidak ada pasal-pasal yang bermasalah seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.

"Kami cermati bahwa di publik, di media sosial itu beredar draf-draf yang berbeda dengan yang dibahas di Komisi I DPR RI," jelas Dasco di Jakarta, Senin 17 Maret 2025.

Baca Juga:
Ferdinand Hutahaean Tegaskan PDIP Tak Bisa Disalahkan dalam Polemik Rapat Pembahasan RUU TNI, Begini Alasannya

DPR RI, kata Dasco, terus memantau berbagai respons publik, baik melalui media sosial maupun media massa.

Ia menekankan bahwa banyak substansi dari kritik yang berkembang di masyarakat tidak sesuai dengan isi draf yang sebenarnya.

Oleh karena itu, ia meminta publik untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan memastikan kebenaran isi revisi UU TNI dari sumber resmi.

Dasco menegaskan bahwa dalam pembahasan di Komisi I DPR RI, hanya ada tiga pasal yang mengalami perubahan dalam RUU TNI.

Baca Juga:
Aksi Protes RUU TNI Dilaporkan ke Polisi, YLBHI: Laporan Keliru dan Seharusnya Tidak Diproses Kepolisian

Perubahan tersebut bertujuan untuk memperkuat aturan agar tidak terjadi pelanggaran terhadap undang-undang di masa mendatang.

Dasco menjelaskan bahwa tiga pasal yang direvisi dalam RUU TNI meliputi Pasal 3 ayat (2), Pasal 53, dan Pasal 47.

Pasal 3 ayat (2) berkaitan dengan kebijakan dan strategi pertahanan, yang mencakup koordinasi perencanaan strategis TNI di bawah Kementerian Pertahanan. Perubahan ini dimaksudkan untuk memperjelas koordinasi antara TNI dan kementerian dalam perumusan kebijakan pertahanan.

Selain itu, perubahan juga dilakukan pada Pasal 53 yang mengatur batas usia pensiun prajurit TNI.

Baca Juga:
Skakmat Stafsus Menkomdigi, Fedi Nuril Beberkan Alasan Mengapa RUU TNI Berpotensi Kembalikan Dwifungsi ABRI

Dalam rancangan yang dibahas oleh Komisi I DPR RI, usia pensiun prajurit TNI diusulkan meningkat dari 55 tahun menjadi 62 tahun.

Perubahan terakhir terdapat pada Pasal 47 yang menyatakan bahwa prajurit TNI aktif dapat menduduki jabatan di kementerian atau lembaga tertentu. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Tak Jadi Diundur Hingga 2026, Presiden Perintahkan Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Dilakukan Tahun Ini, Catat Waktunya

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan instruksi agar pegangkatan CPNS dan PPPK 2024 dipercepat, tidak harus menunggu tahun depan

Ferdinand Hutahaean Tegaskan PDIP Tak Bisa Disalahkan dalam Polemik Rapat Pembahasan RUU TNI, Begini Alasannya

Ferdinand Hutahaean menilai PDI Perjuangan tidak bisa disalahkan atas polemik pembahasan RUU TNI yang baru-baru ini ramai disorot publik

Aksi Protes RUU TNI Dilaporkan ke Polisi, YLBHI: Laporan Keliru dan Seharusnya Tidak Diproses Kepolisian

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI menilai pihak kepolisian seharusnya tidak memproses laporan terkait kericuhan RUU TNI

Faizal Assegaf Nilai PDIP Jadi Salah Satu Penjahat yang Merusak Indonesia dalam 10 Tahun, Begini Alasannya

Kritikus politik, Faizal Assegaf menilai bahwa PDIP merupakan salah satu faktor yang membuat kerusakan di Indonesia selama 10 tahun terakhir

Skakmat Stafsus Menkomdigi, Fedi Nuril Beberkan Alasan Mengapa RUU TNI Berpotensi Kembalikan Dwifungsi ABRI

Aktor Indonesia, Fedi Nuril turut menanggapi potensi kembalinya dwifungsi ABRI akibat RUU TNI yang belakangan ini jadi sorotan

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;