Kolaborasi Kementerian ATR/BPN dan Komnas HAM untuk Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM

Wamen ATR/BPN, Ossy Dermawan.
Wamen ATR/BPN, Ossy Dermawan. Source: atrbpn.go.id

Nasional, gemasulawesi - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menyatakan tekadnya untuk menyelesaikan persoalan agraria dengan cara yang lebih manusiawi dan berlandaskan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia.

Ia menekankan pentingnya pendekatan yang melibatkan semua pihak, agar solusi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan keadilan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Pendekatan yang inklusif dinilai penting untuk mencegah timbulnya konflik baru dan memastikan perlindungan terhadap kelompok rentan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ossy saat bertemu dengan jajaran Komnas HAM di Kantor Kementerian ATR/BPN.

Baca Juga:
Sekolah Rakyat Siap Dimulai 14 Juli, Diawali Cek Kesehatan dan Matrikulasi

“Masalah agraria tidak bisa kami selesaikan sendiri, sehingga kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Komnas HAM, dalam menyusun peta jalan penyelesaian konflik yang berlandaskan prinsip-prinsip HAM,” ujar Wamen Ossy.

Ia menyoroti perlunya kerja sama lintas sektor karena persoalan agraria kerap bersinggungan dengan penataan kawasan hutan, perencanaan tata ruang, isu lingkungan hidup, hingga urusan penegakan hukum.

Karena itu, menurutnya, dibutuhkan peta jalan penyelesaian yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar solusi yang diambil lebih menyeluruh dan berkeadilan.

“Yang kami dorong adalah agar peta jalan ini tidak sekadar menjadi dokumen formal, tapi benar-benar dijalankan melalui tindakan nyata yang melibatkan berbagai pihak, sehingga penyelesaian konflik agraria bisa lebih tepat sasaran dan terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Wamen Ossy.

Baca Juga:
Suplai Air Bersih dari PDAM Makassar Dilaporkan Terganggu di 13 Titik

Dalam kesempatan itu, Ketua Komnas HAM, Anies Hidayah, menekankan bahwa pendekatan penyelesaian konflik agraria harus berlandaskan prinsip-prinsip hak asasi manusia, karena persoalan ini menyentuh langsung aspek kehidupan masyarakat, terutama kelompok yang rentan.

“Persoalan agraria bukan sekadar urusan teknis pertanahan, tapi menyangkut kepastian hukum dan rasa keadilan atas akses masyarakat terhadap sumber penghidupan mereka. Karena itu, Komnas HAM berkomitmen mendorong penyelesaian yang menyeluruh, dengan menjadikan HAM sebagai pijakan utama dan melibatkan koordinasi antar-lembaga,” ujar Anies.

Komnas HAM berharap kerja sama antarlembaga yang terjalin dapat mempercepat dan memperkuat upaya penyelesaian konflik pertanahan yang selama ini banyak menemui jalan buntu di berbagai daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Wamen Ossy turut didampingi oleh Tenaga Ahli Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Adjie Arifuddin, serta beberapa pejabat eselon I dari Kementerian ATR/BPN. Sejumlah perwakilan dari Komnas HAM juga hadir. (*/Zahra)

...

Artikel Terkait

wave

Kemenag Dorong Pemberdayaan Masjid dengan Bantuan Dana Maksimal Rp100 Juta

Kementerian Agama luncurkan MADADA untuk bantu masjid berdaya, fokus wakaf uang, pengelolaan profesional, dan pemberdayaan umat.

Gus Ipul: Akurasi DTSEN Kunci Penyaluran Bantuan Sosial yang Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul tegaskan DTSEN sebagai dasar keadilan sosial; data harus akurat, mutakhir, dan tepat sasaran dalam kebijakan.

Dari Kampung Berber, Bahlil Tegaskan Komitmen Pemerataan Energi Nasional

Pemerintah percepat elektrifikasi desa demi kemandirian energi, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan warga.

571 Ribu Rekening Bansos Terindikasi Judi Online, Kemensos Evaluasi Data Penerima

Kemensos temukan ratusan ribu penerima bansos terlibat judi online, evaluasi data dilakukan untuk perbaikan penyaluran bantuan.

Sekolah Rakyat Siap Dimulai 14 Juli, Diawali Cek Kesehatan dan Matrikulasi

Sekolah Rakyat akan resmi dimulai 14 Juli 2025 dengan cek kesehatan, matrikulasi, dan pembekalan guru-kepala sekolah.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;