571 Ribu Rekening Bansos Terindikasi Judi Online, Kemensos Evaluasi Data Penerima

Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Source: (kemensos.go.id)

Nasional, gemasulawesi - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan temuan awal yang mencengangkan mengenai penyimpangan dalam penyaluran bantuan sosial.

Ia menyebutkan bahwa sejumlah penerima bantuan terindikasi menyalahgunakan dana yang diterima untuk kegiatan yang tidak semestinya.

Tercatat ada 571.410 rekening penerima bansos yang terlibat dalam aktivitas judi online sepanjang tahun 2024, berdasarkan temuan sementara dari pihak kementerian.

Temuan tersebut didapat dari proses pencocokan data yang dilakukan antara Kementerian Sosial dan PPATK untuk mendalami kemungkinan penyalahgunaan dana bantuan.

Baca Juga:
Disdikbud Parimo Luncurkan Program Seragam Gratis untuk 15.000 Siswa Baru Tahun Ajaran 2025-26 Secara Bertahap

Dalam proses tersebut, pemerintah mencocokkan 28,4 juta NIK milik penerima bantuan sosial dengan 9,7 juta NIK yang teridentifikasi sebagai pemain judi online.

Hasilnya, lebih dari 500 ribu NIK penerima bantuan ternyata sama persis dengan data yang tercatat sebagai pelaku judi daring.

Artinya, sekitar dua persen dari penerima bantuan diketahui juga aktif dalam aktivitas judi online, sebuah temuan yang memunculkan kekhawatiran serius soal akurasi sasaran bansos.

Usai rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Gus Ipul menegaskan pentingnya kerja sama lintas lembaga untuk mengawasi penggunaan bantuan.

Baca Juga:
3 Warga Palestina Tewas dalam Pengeboman yang Dilakukan Penjajah Israel di Daerah al-Mawasi

"Kami butuh koordinasi dengan PPATK agar bisa memastikan apakah dana yang kami salurkan benar-benar dipakai sebagaimana mestinya. Presiden juga sudah memberikan izin untuk langkah ini," ujarnya.

PPATK mencatat ada sekitar 7,5 juta transaksi yang berkaitan dengan aktivitas judi online, dilakukan oleh kelompok penerima bantuan sosial. Nilai total dari transaksi tersebut mencapai sekitar Rp957 miliar.

Gus Ipul menegaskan bahwa temuan ini belum final. Ia menjelaskan bahwa data yang diterima sejauh ini masih bersifat awal dan baru berasal dari satu bank saja, sehingga perlu dianalisis lebih lanjut.

Menteri Sosial tersebut menegaskan bahwa data yang diperoleh dari PPATK masih bersifat awal.

Baca Juga:
UNRWA Sebut Kehidupan Anak-Anak Gaza Diwarnai Perang dan Kehancuran

"Ini baru data sementara dari PPATK. Nanti akan kami telaah dan evaluasi terlebih dahulu. Setelah semua data lengkap, baru akan kami lakukan penilaian menyeluruh," ujarnya.

Pada penyaluran bantuan sosial triwulan kedua tahun ini, Kementerian Sosial menemukan adanya sekitar 300 ribu penerima yang mengalami kegagalan pencairan dari total kurang lebih 3 juta penerima yang terdaftar.

Beberapa persoalan yang menjadi penyebab antara lain ketidaksesuaian data identitas, seperti perbedaan nama dengan NIK, serta adanya penerima yang telah terlalu lama terdaftar sebagai penerima bantuan tanpa pembaruan, bahkan ada yang sudah lebih dari sepuluh tahun.

Sebagai respons atas temuan tersebut, Kementerian Sosial mulai melakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap data dan latar belakang penerima bantuan sosial, guna memastikan bahwa bantuan memang jatuh ke tangan yang tepat.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Mengambil Alih Sebidang Tanah Milik Warga Palestina di Kota al-Khader Selatan Bethlehem

Mulai tahun 2025, proses penyaluran bantuan akan didasarkan pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, demi meningkatkan akurasi dan transparansi dalam distribusi bantuan.

Berbagai langkah ini menunjukkan kesungguhan pemerintah dalam menertibkan penyaluran bantuan sosial agar benar-benar diterima oleh mereka yang memang layak dan mencegah penyalahgunaan dana di lapangan. (*/Zahra)

...

Artikel Terkait

wave

Sekolah Rakyat Siap Dimulai 14 Juli, Diawali Cek Kesehatan dan Matrikulasi

Sekolah Rakyat akan resmi dimulai 14 Juli 2025 dengan cek kesehatan, matrikulasi, dan pembekalan guru-kepala sekolah.

KPU RI Mengajukan Tambahan Anggaran Senilai Rp 986 Miliar untuk Tahun 2026, Ternyata Begini Tujuannya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp986 miliar untuk tahun anggaran 2026

Indonesia Siapkan 20 Ribu Hektare Lahan Pertanian yang Hasilnya Bakal Dikirim ke Palestina sebagai Bantuan Pangan

Pemerintah Indonesia menyiapkan lahan pertanian seluas 10 ribu hingga 20 ribu hektare untuk dikelola secara kolaboratif bersama Palestina

Komisi I Soroti Dugaan Narkotika dalam Bantuan Gaza: Kekejaman Lebih Buruk dari Holocaust

Sukamta kritik distribusi bantuan tunggal ke Gaza, dorong diplomasi aktif Indonesia hentikan genosida dan buka akses kemanusiaan.

Kemensos Gandeng PPATK Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Efektif

Kemensos dan PPATK bekerja sama analisis rekening penerima bansos untuk menjamin bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;