Daerah, gemasulawesi - Kementerian Sosial mendorong agar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat segera mengusulkan pendirian Sekolah Rakyat rintisan di wilayahnya.
Pasalnya, pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang bersifat permanen akan lebih dulu difokuskan pada lokasi-lokasi yang telah menjalankan program rintisan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, saat menerima kunjungan Bupati Aceh Barat, Petahana Tarmizi, di kantor Kementerian Sosial.
"Untuk tahap awal atau sekolah rintisan, kami memanfaatkan bangunan yang sudah tersedia," ujarnya.
Ia menambahkan, "Fasilitas yang dibutuhkan Sekolah Rakyat mencakup ruang kelas, asrama, dapur, ruang makan, laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah, klinik, area olahraga, hingga ruang untuk pelatihan vokasi."
Agus Jabo menyarankan Tarmizi agar segera mengambil langkah nyata untuk merealisasikan rencana tersebut, mengingat tahun ini Kementerian Sosial menargetkan pembukaan 200 titik Sekolah Rakyat di berbagai wilayah.
"Pada tahap awal, akan dibuka 100 lokasi Sekolah Rakyat. Per tanggal 14 Juli, sebanyak 63 titik sudah siap sepenuhnya, sementara 37 sisanya ditargetkan rampung pada akhir Juli," jelasnya.
Agus Jabo menambahkan, "Karena Presiden menginstruksikan agar tahun ini ada 200 titik, kami sedang menyiapkan tambahan 100 lokasi lagi."
Tambahan 100 lokasi tersebut akan memanfaatkan aset milik pemerintah, seperti balai latihan kerja serta unit pelaksana teknis (UPT) yang berada di bawah Kementerian Ketenagakerjaan maupun pemerintah daerah.
Agus Jabo menjelaskan bahwa jika Kabupaten Aceh Barat memiliki gedung yang layak dan memenuhi kebutuhan dasar Sekolah Rakyat, pengajuan pendirian sekolah rintisan sebaiknya dilakukan segera.
Ia menekankan, apabila daerah tersebut hanya memiliki lahan tanpa didahului sekolah rintisan, maka tidak akan menjadi prioritas dalam pembangunan 100 sekolah permanen.
Ia juga mengingatkan, jika tidak segera dibangun sekolah permanen berbasis lahan dari usulan pemerintah daerah, maka sekolah-sekolah rintisan yang mulai berjalan tahun ini tidak akan bisa menerima siswa baru di tahun berikutnya.
"Jadi, lahan-lahan yang direncanakan akan dibangun pada bulan September nanti akan diprioritaskan bagi daerah yang telah memulai sekolah rintisan tahun ini," ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Barat, Petahana Tarmizi, merespons positif dan menyatakan kesiapannya untuk segera memenuhi persyaratan yang dibutuhkan serta mengajukan pendirian sekolah rintisan.
"Tadi sudah dijelaskan apa saja syaratnya, dan kami akan segera menyesuaikan," ujarnya.
Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 dijadwalkan dimulai bulan Juli di 100 titik rintisan di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Dari Kampung Berber, Bahlil Tegaskan Komitmen Pemerataan Energi Nasional
Sebanyak 63 lokasi akan memulai kegiatan martikulasi pada 14 Juli 2025, sementara 37 titik lainnya menyusul pada akhir bulan yang sama.
Sekolah Rakyat, yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto, hadir untuk memberikan akses pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan miskin ekstrem, khususnya dari kelompok Desil 1 dan 2 menurut data DTSEN.
Program ini menjadi strategi pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendekatan pendidikan. Sekolah berasrama ini disediakan secara gratis dari jenjang SD hingga SMA. (*/Zahra)