Sekolah Rakyat: Terobosan Kemensos Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan dan Teknologi AI

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. Source: (kemensos.go.id)

Nasional, gemasulawesi - Kementerian Sosial Republik Indonesia kini tengah mempersiapkan secara serius pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

Inisiatif ini menjadi salah satu strategi utama dalam mengatasi kemiskinan, khususnya melalui pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin.

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk membuka akses pendidikan yang lebih layak bagi mereka yang selama ini kurang mendapat kesempatan.

Lebih dari sekadar pendidikan formal, program ini juga menekankan pembinaan karakter dan peningkatan kualitas hidup siswa agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik.

Baca Juga:
Kemensos–KND Kolaborasi Wujudkan Sekolah Rakyat yang Inklusif

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan komitmen pemerintah saat meninjau langsung simulasi awal pelaksanaan Sekolah Rakyat.

Kehadirannya menjadi bukti bahwa pemerintah benar-benar serius ingin mewujudkan program ini secara optimal.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul menjelaskan bahwa simulasi ini dilakukan guna mengamati bagaimana pelaksanaan Sekolah Rakyat berlangsung selama 24 jam penuh.

“Hari ini kita mulai menjalankan simulasi pelaksanaan Sekolah Rakyat yang berlangsung selama 24 jam penuh,” ucapnya.

Baca Juga:
Pemeriksaan Kesehatan Gratis Warnai Simulasi Sekolah Rakyat di Bekasi

Ia menjelaskan bahwa kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan di pagi hari, lalu dilanjutkan dengan tes talent DNA yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Dengan cara ini, para guru dapat lebih mudah membimbing siswa berdasarkan minat dan potensi yang dimiliki masing-masing,” tambahnya.

Tes talent DNA tersebut diberikan secara gratis oleh Ary Ginanjar Agustian dari ESQ. Gus Ipul menilai teknologi ini sangat membantu para pengajar dalam mengenali potensi dan kemampuan siswa sejak dini.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, terutama dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan medis siswa.

Baca Juga:
Indonesia Tegaskan Komitmen ASEAN–UE: Dorong Kemitraan Setara dan Sikap Tegas terhadap Krisis Gaza

“Jika ada yang terdeteksi mengidap penyakit menular, mereka akan diberikan perawatan hingga benar-benar sembuh,” ujarnya.

“Setelah sembuh, kapan pun mereka bisa kembali masuk Sekolah Rakyat,” lanjutnya.

Lebih jauh, Gus Ipul mengungkapkan bahwa program ini akan mulai dijalankan pada 14 Juli di 63 titik yang telah siap secara infrastruktur.

Kemudian, 37 titik lainnya menyusul di akhir bulan, setelah sarana pendukung selesai dibangun.

Baca Juga:
ATR/BPN Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,63 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Pertanahan dan Program PTSL

Seluruh kepala sekolah sudah mengikuti pembekalan, sementara guru-guru akan segera dilatih sebelum nantinya mendapat arahan langsung dari Presiden.

“Karena ini kali pertama Sekolah Rakyat diselenggarakan, bukan hanya murid yang perlu beradaptasi, tapi juga para guru, kepala sekolah, tenaga pendidik, bahkan saya sendiri sebagai Menteri,” kata Gus Ipul.

Ia pun mengajak seluruh pihak, termasuk media, untuk turut mengawasi dan memberikan masukan demi penyempurnaan pelaksanaan program.

“Kami siap untuk diawasi agar program ini dapat berjalan dengan optimal dan benar-benar berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM Indonesia ke depan,” tegasnya.

Baca Juga:
Capaian PTSL Sulawesi Tengah 2025 Tembus 95 Persen, Wamen ATR Serahkan Sertipikat di Donggala

Dalam keterangannya, Gus Ipul juga menyebut bahwa banyak pihak yang dilibatkan dalam program ini.

“Ada dukungan dari lembaga pemerintah daerah, juga dari pihak swasta yang bersedia terlibat. Salah satunya adalah Mas Ary Ginanjar yang telah menyediakan alat untuk pemetaan bakat. Melalui alat ini, kita dapat mengetahui potensi guru, siswa, dan seluruh staf pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa memahami potensi siswa sangat penting, namun mengenali potensi guru juga tak kalah penting agar sekolah bebas dari kekerasan, perundungan, dan intoleransi.

Melalui perangkat yang disediakan oleh Ary Ginanjar, guru dapat segera mengarahkan siswa sesuai potensi mereka.

Baca Juga:
10 Warga Palestina Tewas dan Puluhan Lainnya Terluka dalam Serangan Penjajah Israel di Sebelah Barat Khan Younis

“Seperti yang dikatakan Pak Nuh, jangan menyuruh burung berenang atau sapi terbang. Prinsip itu mulai kita terapkan hari ini. Hasil tes talent DNA yang dibantu AI ternyata sejalan dengan apa yang dirasakan oleh masing-masing individu. Semoga program ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari juga memberi perhatian besar terhadap program ini.

Ia menyatakan bahwa Sekolah Rakyat adalah bukti nyata keberpihakan Presiden Prabowo terhadap rakyat kecil.

“Kami di Kantor Staf Presiden, yang bertugas mengawal program-program prioritas Presiden, merasa senang bisa ikut serta sejak tahap awal. Ini rangkaian panjang, mulai dari mengidentifikasi siswa, komunikasi dengan orang tua, menyiapkan tempat belajar, renovasi oleh PUPR, pendanaan dari Kemenkeu, penyusunan kurikulum oleh Dikdasmen dan Kemenag, hingga penyediaan sekolah permanen dengan dukungan pemerintah daerah,” jelas Qodari.

Baca Juga:
Gus Ipul: Akurasi DTSEN Kunci Penyaluran Bantuan Sosial yang Tepat Sasaran

Ia menambahkan bahwa semua proses berjalan paralel, sehingga pada hari ini sudah dapat dimulai pembelajaran penuh di Sentra Handayani, termasuk pemeriksaan kesehatan, tes talent DNA, serta sistem belajar yang berlangsung dengan menginap.

“Hari ini merupakan momen bersejarah, hasil akhir dari perjalanan panjang yang telah dilalui. Selamat kepada Kemensos yang sudah sampai titik ini, mudah-mudahan 63 sekolah berjalan lancar, lalu disusul 37 berikutnya dan nanti peresmian oleh Presiden Prabowo,” katanya.

Sementara itu, Ary Ginanjar menyampaikan rasa harunya atas program ini.

“Anak-anak orang miskin yang jangankan sekolah, makan saja bingung, tiba-tiba dalam semalam tidak perlu lagi pusing bayar SPP, seragam, sepatu, dikasih laptop, makan tiga kali sehari bergizi. Mereka yang sebelumnya berada di desil 1-2 kini bisa setara dengan desil 9-10. Program ini benar-benar terobosan besar, luar biasa, dan nyaris tak terpikirkan sebelumnya, namun kini telah menjadi kenyataan,” ujarnya.

Baca Juga:
Seskab Teddy Ungkap Megaproyek Baterai Listrik Karawang Siap Serap 8.000 Tenaga Kerja dan Percepat Transisi Energi

Ia juga menyoroti keunikan Sekolah Rakyat yang tidak menggunakan tes akademik sebagai syarat masuk. Sejak awal, setiap anak akan menjalani tes talent DNA berbasis AI yang hanya memakan waktu 10 menit untuk menjawab 99 pertanyaan.

“Ini sesuai kata Albert Einstein, semua orang itu jenius. Namun, jika seekor ikan dinilai dari kemampuannya memanjat pohon, tentu akan dianggap tidak cerdas. Di Sekolah Rakyat, yang kita lakukan adalah menemukan potensi siapa di antara mereka yang kelak bisa menjadi Rudy Habibie, Rudy Hadisuwarno, atau Rudy Hartono,” ujarnya.

Dengan bantuan teknologi AI, potensi siswa bisa diketahui dalam waktu singkat, dan guru dibimbing untuk tidak menyamaratakan metode belajar. Ini juga diharapkan bisa mencegah kesalahan penjurusan maupun bullying akademik.

“Bayangkan 300 ribu anak terbaca hanya dalam 3 detik. Ini berskala besar, akurat, berlangsung cepat, dan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan generasi emas Indonesia 2045,” ujar Ary dengan tegas.

Baca Juga:
Ambisi Besar RANS Simba Bogor untuk Tembus 4 Besar Klasemen IBL 2025

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, M. Nuh, menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk mengangkat derajat kaum dhuafa, menjangkau mereka yang selama ini terabaikan, serta mewujudkan hal-hal yang dulu dianggap mustahil. Ia berharap agar program ini ke depan bisa masuk ke dalam sistem yang diatur oleh Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional agar pelaksanaannya terus berlanjut, bahkan lintas pemerintahan.

Dengan dukungan lintas kementerian, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat yang bersedia berkontribusi tanpa pamrih, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pintu terang bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk menggapai mimpi setinggi mungkin. (*/Zahra)

...

Artikel Terkait

wave

Kemensos–KND Kolaborasi Wujudkan Sekolah Rakyat yang Inklusif

Komisi Nasional Disabilitas mendukung Sekolah Rakyat sebagai program inklusif yang memberi harapan dan akses pendidikan

Sekolah Rakyat: Inisiatif Presiden Prabowo untuk Pendidikan Inklusif dan Berasrama

Sekolah Rakyat sebagai program unggulan Presiden guna memberi akses pendidikan bagi anak-anak terpinggirkan dan berpotensi putus sekolah

Pemeriksaan Kesehatan Gratis Warnai Simulasi Sekolah Rakyat di Bekasi

Simulasi Sekolah Rakyat di Bekasi dimulai dengan pemeriksaan kesehatan gratis, menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap pendidikan.

ATR/BPN Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,63 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Pertanahan dan Program PTSL

Kementerian ATR/BPN usulkan tambahan anggaran untuk optimalkan pelayanan pertanahan, dukung PTSL, dan rekrutmen pegawai tahun 2026.

Gus Ipul Tegaskan Orang Tua Bebas Kunjungi Anak di Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat hadir dengan sistem berasrama, memberikan akses pendidikan dan pembinaan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;