Prabowo Targetkan 20 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis Jelang HUT ke-80 RI

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke27 PKB.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke27 PKB. Source: (Foto/ANTARA/Zahra)

Nasional, gemasulawesi - Presiden Prabowo Subianto menetapkan sasaran agar program makan bergizi gratis (MBG) dapat menjangkau 20 juta penerima sebelum perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025.

Saat berbicara di hadapan para ketua partai politik dan beberapa pejabat negara di Jakarta, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya baru saja mendapatkan laporan bahwa jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai angka 6,7 juta orang.

Presiden Prabowo, dalam perayaan HUT PKB di Jakarta, menyampaikan bahwa target 20 juta penerima manfaat sebenarnya dijadwalkan tercapai pada akhir Agustus. Namun, ia meminta agar dicari cara untuk mempercepat proses tersebut.

“Mereka bilang, Pak, sepertinya kita bisa lebih cepat dari rencana,” ujarnya.

Baca Juga:
DPR Sahkan 10 RUU Pembentukan Kabupaten/Kota di Gorontalo, Sultra, dan Sulut

Meski begitu, Presiden tetap menekankan pentingnya menjaga kualitas pelaksanaan program.

Ia menegaskan bahwa para pengelola dapur harus dibekali pelatihan yang cukup, dan staf di bagian administrasi serta keuangan juga harus memahami cara mengatur keuangan dengan benar.

“Semua itu tentu memerlukan waktu,” ujar Presiden Prabowo.

Di luar itu, Presiden menyampaikan bahwa timnya yang menangani program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan keyakinan bahwa target 20 juta penerima bisa tercapai lebih awal, bahkan kemungkinan sebelum 17 Agustus 2025, bersamaan dengan perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga:
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Warga Diminta Waspada Bahaya Awan Panas dan Lahar

“Mereka menyampaikan kepada saya bahwa target ini bisa dipercepat. Kemungkinan besar angka 20 juta bisa kita capai sebelum 17 Agustus, InSya-Allah. Setelah itu, jumlah penerima akan terus meningkat, dan kita semua berharap serta berdoa agar pada Desember tahun ini bisa mencapai 82,9 juta penerima manfaat,” ujar Presiden.

Pada momen yang sama, Presiden Prabowo juga menambahkan bahwa program makan bergizi gratis yang tengah berlangsung di Indonesia turut menarik perhatian negara-negara lain di dunia.

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa selama kunjungannya ke luar negeri, sejumlah pemimpin negara menunjukkan ketertarikan terhadap program makan bergizi gratis yang sedang dijalankan di Indonesia.

Beberapa bahkan berencana mengirim tim ke Indonesia untuk mempelajari pelaksanaannya.

Baca Juga:
Komisi II DPR RI Bahas RUU Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara, Fokus pada Penyesuaian Nomenklatur dan Otonomi Daerah

"Sejumlah pemimpin negara menunjukkan minat dan bahkan ada yang berencana mengirim delegasi ke Indonesia untuk mempelajari bagaimana kita bisa mewujudkan program ini," ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa menurut mantan Presiden Brasil, Dilma Rousseff, negaranya memerlukan waktu hingga 11 tahun untuk menjangkau 40 juta anak melalui program serupa. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia mengambil pendekatan yang lebih berani.

“Negara lain butuh 11 tahun, kita nekat, kita tahun ini, kita akan buktikan Indonesia, kita menghasilkan penerima manfaat 82,9 juta dalam satu tahun, tetapi tentunya ini harus kita buktikan,” tuturnya.

Program makan siang gratis di Brasil, dikenal sebagai PNAE (Programa Nacional de Alimentação Escolar), telah berjalan sejak 1955 dan kini memasuki usia 70 tahun.

Baca Juga:
Kemenag Sulteng Tekankan Validasi Jabatan ASN Sesuai PMA 32 Tahun 2024

Program ini dikelola oleh FNDE, lembaga di bawah Kementerian Pendidikan Brasil, dan saat ini melayani sekitar 40 juta siswa di 155.000 sekolah negeri.

Pada 2024, anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai 5,5 miliar real Brasil atau sekitar Rp16,3 triliun. (*/Zahra)

...

Artikel Terkait

wave

DPR Sahkan 10 RUU Pembentukan Kabupaten/Kota di Gorontalo, Sultra, dan Sulut

DPR RI menyetujui sepuluh RUU baru sebagai dasar hukum pembentukan wilayah kabupaten/kota di Gorontalo, Sultra, dan Sulut.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Didukung Sentimen Positif Global dan Arus Modal Asing

IHSG mencetak rekor baru didorong aliran modal asing, sentimen dagang global positif, dan penguatan sejumlah indeks saham dunia.

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Warga Diminta Waspada Bahaya Awan Panas dan Lahar

Gunung Semeru kembali erupsi, warga dilarang mendekat. PVMBG keluarkan imbauan demi keselamatan dari bahaya lanjutan.

Vonis Dinilai Tak Sesuai, Kejagung Tempuh Banding terhadap Tom Lembong

Kejagung ajukan banding atas vonis Tom Lembong terkait korupsi impor gula dengan dugaan kerugian negara Rp578,1 miliar.

Perjanjian Perdagangan Indonesia–AS: 99 Persen Produk AS Bebas Tarif Masuk

Indonesia setujui penghapusan tarif atas mayoritas produk AS, dorong perdagangan timbal balik dan manfaat ekonomi dua negara.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;