Daftar 1.178 Narapidana Penerima Amnesti Diumumkan, Termasuk Hasto Kristiyanto dan Ongen

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Source: (Foto/ANTARA)

Nasional, gemasulawesi - Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan sejumlah narapidana yang akan mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo Subianto.

Jumlah narapidana yang termasuk dalam daftar penerima amnesti tersebut mencapai 1.178 orang.

Daftar nama-nama mereka nantinya akan diumumkan secara terbuka melalui situs resmi milik Kementerian Hukum.

Langkah publikasi ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat mengakses informasi tersebut secara terbuka, sekaligus menjadi bentuk keterbukaan pemerintah bagi semua pihak yang berkepentingan.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Menghentikan Kendaraan Palestina dan Mengganggu Penumpang di Dekat Pintu Masuk Utara Salfit

Supratman menyampaikan bahwa ia telah memerintahkan agar seluruh nama penerima amnesti diunggah ke situs Kementerian Hukum.

Ia menekankan pentingnya langkah ini untuk mencegah timbulnya prasangka di masyarakat.

"Tadi saya sudah panggil dirjen, mudah-mudahan datanya sudah diunggah," ujarnya.

Menteri Hukum menegaskan bahwa daftar narapidana yang akan menerima amnesti telah melewati proses verifikasi secara menyeluruh dan ketat.

Baca Juga:
2 Warga Sipil Palestina dan Melukai Beberapa Lainnya Tewas dalam Serangan Penjajah Israel di Utara Kota Gaza

Meskipun proses verifikasi telah selesai, daftar tersebut belum langsung diumumkan ke masyarakat.

Publikasi baru dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberian amnesti tersebut.

Alasannya, kewenangan untuk memberikan amnesti sepenuhnya berada di tangan Presiden, bukan di kementeriannya.

"Selama belum diumumkan oleh Presiden, saya tidak punya hak untuk menyampaikan ke publik," ujarnya.

Baca Juga:
2 Warga Palestina Tewas dan Beberapa Lainnya Terluka dalam Pemboman Penjajah Israel di Barat Laut Kota Gaza

Amnesti adalah bentuk pengampunan atau penghapusan hukuman yang diberikan oleh kepala negara kepada individu maupun kelompok yang terlibat dalam tindak pidana tertentu.

Presiden Prabowo telah menetapkan pemberian amnesti kepada 1.178 narapidana melalui Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2025, yang ditandatangani pada tanggal 1 Agustus 2025.

Setelah keputusan tersebut disahkan, Dirjen Pemasyarakatan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi, segera menerbitkan surat kepada para kepala lapas, rutan, dan LPKA agar memverifikasi data para narapidana yang termasuk dalam daftar penerima amnesti sesuai isi Keppres tersebut.

Dalam surat tersebut, turut disertakan daftar 1.178 narapidana yang menerima amnesti.

Baca Juga:
Presiden Finlandia Siap Akui Palestina, Tunggu Usulan Resmi Pemerintah

Di antaranya tercantum nama Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, serta Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute yang juga dosen, Yulianus Paonganan atau dikenal dengan nama Ongen.

Hasto sebelumnya dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp250 juta dengan ketentuan subsider 3 bulan kurungan, setelah dinyatakan bersalah dalam kasus suap yang berkaitan dengan upaya menghalangi penyidikan perkara korupsi Harun Masiku.

Sedangkan Ongen merupakan narapidana dalam perkara pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait dugaan penghinaan terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. (*/ANTARA)

...

Artikel Terkait

wave

Relokasi Pedagang Pasar Hewan Barito: Upaya Penataan Ruang Hijau Jakarta

Pemprov DKI Jakarta merelokasi pedagang Pasar Barito ke Lenteng Agung demi penataan ruang terbuka hijau dan taman kota Jakarta.

Prabowo Tegaskan Larangan Pembakaran Hutan, Pemerintah Siapkan Teknologi Pembukaan Lahan

Presiden Prabowo melarang pembakaran hutan untuk buka lahan. Pemerintah siapkan teknologi modern cegah karhutla dan tindak tegas pelanggar.

Pemprov DKI Didorong Segera Atur Transportasi Daring Lewat Regulasi Resmi

Azas Tigor menyoroti pentingnya regulasi transportasi daring agar tercipta keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan bagi pengemudi.

Pemerintah Tegaskan Tak Ada Instruksi Penarikan Beras Premium, Hanya Penyesuaian Harga

Kementerian Perdagangan menegaskan pemerintah tidak meminta penarikan beras premium, hanya menganjurkan penyesuaian harga.

Pemerintah Pastikan Distribusi Beras SPHP hingga Timur Indonesia dan Dorong Koperasi Desa sebagai Motor Ekonomi Rakyat

Pemerintah jamin beras SPHP tersedia di wilayah timur Indonesia, sekaligus dorong koperasi desa sebagai penggerak ekonomi rakyat.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;