Indonesia Turun Kelas, Ini Untung dan Resikonya

<p>Foto: Illustrasi Indonesia turun kelas.</p>
Foto: Illustrasi Indonesia turun kelas.

Berita nasional, gemasulawesi– Indonesia turun kelas dari negara berpenghasilan menengah ke atas menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah. Ini keuntungan dan resikonya.

“Dalam konteks pinjaman bilateral, Indonesia bisa mendapatkan bunga lebih murah karena dianggap negara satu level di atas negara miskin. Sementara kalau pinjam ke investor di pasar keuangan, bunga berisiko lebih mahal karena turunnya status ini,” ungkap Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara, Jumat 9 Juli 2021.

Penilaian dan klasifikasi kelas dari Bank Dunia sangat penting, ketika suatu negara dinilai berpenghasilan rendah, maka lembaga internasional akan memberi bantuan berupa keringanan bunga.

Tetapi investor asing justru menganggap Indonesia turun kelas sebagai risiko. Sehingga perlu penawaran imbal hasil lebih tinggi dari pemerintah saat menerbitkan utang.

Di satu sisi, bunga lebih rendah dari lembaga internasional bisa dimanfaatkan Indonesia untuk menarik utang lebih murah.

Namun, Indonesia turun kelas juga memberi risiko di sisi lain.

Baca juga: Ekonom: Potensi Warisan Utang 10 Ribu Triliun Rupiah

“Ini bisa memberi risiko ke pembayaran bunga yang terus naik dan kontraproduktif dengan upaya naik kelas,” ungkapnya.

Selain itu, ketika suatu negara terlalu banyak menarik utang, maka akan semakin menumpuk, meski tingkat bunga didapat lebih rendah.

baca juga: Penanganan Stunting di Sulawesi Tengah Butuh Kerjasama Semua Pihak

Tumpukan utang selanjutnya bisa membuat pertumbuhan ekonomi berjalan lambat, karena fiskal harus mulai dikonsentrasikan untuk mencicil pembayaran utang.

“Saya khawatir Indonesia masuk debt overhang, sehingga naiknya pinjaman justru membuat ekonomi sulit tumbuh tinggi dan pada akhirnya tidak naik kelas. Ini karena beban bunga utang berisiko mengurangi ruang fiskal untuk memacu sektor produktif lain,” jelasnya.

Baca juga: 12,3 Persen Akumulasi Vaksinasi covid-19 Sulawesi Tengah

Senada dengan itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga mengatakan, Indonesia turun kelas akan membuat pemerintah mendapat tingkat bunga pinjaman bilateral dan multilateral lebih murah untuk tenor pinjaman 10-20 tahun.

Tetapi, tingkat bunga ini tetap tidak sekompetitif bila pemerintah mengandalkan penghimpunan dana dari penerbitan utang lokal berdenominasi rupiah dan menyasar investor domestik.

Baca juga: DPRD Tunggu Usulan Pembiayaan PPPK Parigi Moutong

Sebab, penerbitan utang lokal lebih minim risiko nilai tukar ketimbang menarik utang dari luar negeri dengan denominasi valas, meski bunganya menurun.

“Selain itu, mengingat rating Indonesia yang investment grade, akan lebih kompetitif apabila pemerintah masih mengupayakan penerbitan obligasi di dalam negeri,” tutupnya. (***)

Baca juga: Parigi Moutong Ikuti Sosialisasi Inovasi Daerah dan IGA 2021

...

Artikel Terkait

wave

Hindari Pemalsuan Dokumen, Kemenag Terbitkan Kartu Nikah Digital

Kemenag menerbitkan Kartu Nikah Digital untuk melengkapi Buku Nikah sebagai syarat keabsahan pernikahan dari Kantor Urusan Agama atau KUA.

DPR Minta Pemerintah Permudah Impor Bahan Obat

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah mempermudah impor bahan obat, agar harga menjadi terjangkau kepada konsumen masyarakat.

Pelaku Penjual Obat Covid-19 Tidak Sesuai HET Dibekuk Polisi

Kepolisian berhasil membekuk dua pelaku penjual obat Covid-19 Oseltamivir 75 mg, mematok harga empat kali lipat diatas Harga Eceran Tertinggi.

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Manado

Tim Gabungan dari Tim Khusus Maleo Polda Provinsi Sulawesi Utara, menangkap terduga pelaku pencabulan lima anak dibawah umur.

DPR: Mitigasi Pembelajaran Tatap Muka di Zona Hijau Covid-19

Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKS, Sakinah Aljufri meminta pemerintah melakukan mitigasi pembelajaran tatap muka di zona hijau covid-19.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;