Kaban KPSDM Buol Ditetapkan Tersangka Kasus Ilegal Akses

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Konferensi Pers Polda Sulteng Terkait Kasus yang Melibatkan Kaban KPSDM Buol. (Foto/Humas Polda Sulteng)

Berita , gemasulawesi – Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi tengah bongkar Kasus Joki CASN atau Kabupaten Provinsi di tahun 2021 dan menetapkan Kaban Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (KPSDM) , Drs Muhammad menjadi tersangka.

Dalam konferensi pers, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto bersama Dirreskrimsus Kombes Pol Ilham Saparona kepada sejumlah media, Senin 25 April 2022 mengatakan ada 7 orang ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Kasus atau perkara ini dalam penanganan Polda sejak tahun 2021, ditindak lanjuti oleh Subdit Cyber setelah mendapatkan laporan dari salah seorang pejabat dalam lingkup Pemda ,” terangnya.

Ia menjelaskan, perkara ilegal akses yang dimaksud adalah pelaku menginstal aplikasi Remote akses jarak jauh dalam perangkat komputer yang akan dipergunakan dalam CASN formasi tahun 2021 dengan metode Computer Assited Test (CAT) di Kabupaten .

Baca: Makanan Khas Indonesia yang Wajib Kamu Coba

Ia menjelaskan, pejabat Pemda yang ditetapkan tersangka Kaban KPSDM , Drs. Muhammad karena terbukti memberikan akses atau kesempatan kepada 3 pelaku yang memiliki kemampuan IT.

“Mereka diizinkan memasuki ruang ujian CAT CASN dan menginstal software tertentu pada perangkat komputer yang sudah dalam kondisi disegel oleh BKN,” ungkap Didik.

Didik menambahkan, selain Kaban KPSDM Drs. MUH (56 th) yang ditetapkan tersangka ada pelaku lain yaitu NK alias Ollong (37 th), RK (32 th), IFP (43 th), ZR alias RUL (38 th), ZR alias ZUL alias Junior (35 th) dan LM (47 th) semuanya berasal dari Sulawesi Selatan.

Baca: Perlu Diingat! Tips Aman Meninggalkan Rumah Saat Mudik

Adapun peran dari para pelaku, ada yang bertindak untuk melakukan komunikasi dengan Kaban KPSDM , mengkoordinir pelaku lain dengan menyiapkan transportasi dan akomodasi selama di .

“Ada yang berperan mencari peserta yang akan dibantu dalam pengisian jawaban seleksi CASN tahun 2021. Juga ada yang berperan sebagai tenaga IT dan mencari orang untuk menjawab pertanyaan,” tuturnya.

Adapun tarif yang dipatok oleh pelaku berkisar antara Rp 100 juta s/d Rp 200 juta, ada 27 peserta seleksi CASN yang menggunakan jasa pelaku. Namun, belum sempat memberikan sejumlah uang karena kecurangan yang dilakukan berhasil diketahui oleh panitia.

5 tersangka kasus atau di tahan di Polda Sulteng dan 2 tersangka ditahan di Polres Luwu Polda Sulsel dalam kasus yang sama, mereka oleh penyidik dijerat tindak pidana sebagaimana pasal 46 ayat 1 jo pasal 30 ayat (1) dan/atau pasal 48 ayat (1) jo pasal 32 ayat (1) dan/atau pasal 50 jo pasal 34 ayat (1) huruf a undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016, perubahan atas undang-undang Republik Indonesia no. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

“Ancaman pidana penjara paling lama 8 tahun dan denda paling banyak Rp 800 Juta,” tutupnya. (*)

Baca: BKN Temukan Bukti Dugaan Kecurangan SKD CPNS di Buol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.