Apa Saja Kiat Kejari Parimo Bangun Zona Integritas

waktu baca 3 menit
Ket Foto: SS Akun YT podcast gemasulawesi. (Foto/gemasulawesi)

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Bangun Zona Integritas, Kejaksaan negeri atau Kejari Parimo Provinsi Sulawesi Tengah menerapkan sejumlah kiat termasuk manajemen perubahan untuk membangun zona integritas.

“Manajemen perubahan itu bertujuan untuk mengubah secara sistematis dan konsisten mekanisme kerja, pola pikir, serta budaya kerja individu pada Kejari Parimo agar menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dan sasaran pembangunan zona integritas,” ungkap Kepala Kejari , Muhammat Fahrorozi, SH., MH di ruang kerjanya, Kamis 22 Oktober 2020.

Ia mengatakan, target yang ingin dicapai melalui program membangun manajemen perubahan diantaranya meningkatnya komitmen seluruh unsur pimpinan dan pegawai Kejaksaan Negeri dalam membangun Zona Integritas menuju WBK atau WBBM.

Baca juga: DPRD Tanyakan Kiat Pemda Naikkan PAD Parigi Moutong

Target lainnya adalah terjadinya perubahan pola pikir dan budaya kerja para pegawai Kejaksaan Negeri dan menurunnya resiko kegagalan yang disebabkan kemungkinan timbulnya resistensi terhadap perubahan.

“Atas dasar itu, Kejaksaan Negeri menerapkan indikator yang perlu dilakukan untuk menerapkan manajemen perubahan,” tuturnya.

Terkait membangun Zona Integritas, Kejaksaan Negeri juga menata sistem manajemen SDM aparatur.

Tujuannya, untuk meningkatkan profesionalisme SDM aparatur pada Zona Integritas Menuju WBK atau WBBM.

Baca juga: APBD Perubahan Parigi Moutong 2020, Pendapatan Turun 8,5 Persen

“Terdapat beberapa target yang ingin dicapai melalui program peningkatan profesionalitas SDM aparatur Kejari,” urainya.

Target itu diantaranya, adalah meningkatnya ketaatan terhadap pengelolaan SDM aparatur pada masing- masing Zona Integritas menuju WBK atau WBBM.

Selanjutnya, meningkatnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan SDM aparatur pada masing-masing masing Zona Integritas menuju WBK atau WBBM.

Kemudian, meningkatnya disiplin SDM aparatur pada masing-masing masing Zona Integritas menuju WBK atau WBBM.

Baca juga: Kejari Parimo Musnahkan Barang Bukti Perkara Narkotika

“Berikutnya, meningkatnya efektivitas manajemen SDM aparatur pada Zona Integritas menuju W BK atau WBBM dan meningkatnya profesionalisme SDM aparatur pada Zona Integritas menuju WBK atau W BBM,” terangnya.

Yang terpenting adalah peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal itu merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kualitas dan inovasi pelayanan publik pada masing-masing instansi pemerintah secara berkala sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat.

Disamping itu, peningkatan kualitas pelayanan publik dilakukan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pelayanan publik dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Caranya, dengan menjadikan keluhan masyarakat sebagai sarana untuk melakukan perbaikan pelayanan publik.

Baca juga: Akankah Kota Palu dan Donggala Terapkan PSBB?

Target Kejari terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik ini adalah meningkatnya kualitas pelayanan publik (lebih cepat, lebih murah, lebih aman, dan lebih mudah dijangkau) pada instansi pemerintah.

Selanjutnya, meningkatnya jumlah unit pelayanan yang memperoleh standardisasi pelayanan internasional pada instansi pemerintah.

“Terakhir, meningkatnya indeks kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik oleh masing-masing instansi pemerintah,” tutupnya.

Baca juga: Oknum Pendamping PKH Parigi Moutong Jadi Tersangka

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.