Peringatan Dini Cuaca BMKG di Sulawesi Tengah

<p>Foto: Rilis Peringatan Dini Cuaca BMKG di Sulawesi Tengah</p>
Foto: Rilis Peringatan Dini Cuaca BMKG di Sulawesi Tengah

Berita sulawesi tengah, gemasulawesiBMKG keluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat melanda beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah.

Rilis peringatan dini cuaca BMKG di Sulawesi Tengah pukul 08.40 Wita, hujan sedang hingga lebat dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada pukul 00.30 Wita di seluruh wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Touna, Banggai, Bangkep dan Banggai Laut.

BMKG juga menyebut kondisi cuaca itu dapat meluas ke wilayah Kabupaten Poso, Morowali, Tolitoi dan sekitarnya.

Baca juga: BMKG Perkirakan Hujan Lebat Landa Sulawesi Tengah Selama Sepekan

“Kondisi ini dapat berlangsung hingga pukul 11.00 Wita,” bunyi rilis BMKG.

Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati, PhD mengungkapkan sedikitnya ada lima potensi ancaman bencana yang bakal terjadi akibat fenomena La Nina di Indonesia.

Fenomena yang akan berlangsung pada Oktober 2020 hingga Maret 2021 ini akan meningkatkan curah hujan 20-40 persen dari biasanya.

Khusus pada Desember, kondisi itu akan diperparah dengan munculnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dari Samudera Hindia.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, BPBD Minta Warga Sigi Sulteng Siaga Bencana

Fenomena MJO sedang berlangsung di garis tropis Indonesia pada 18-24 Oktober, tapi saat ini La Nina belum pada puncaknya.

Begitu juga musim penghujan baru dimulai sehingga tidak terlihat ekstrem dampaknya. Tapi MJO diperkirakan akan kembali pada Desember bertepatan dengan puncak La Nina.

Curah hujan yang sangat tinggi kemungkinan akan memunculkan bencana hidrologis berupa banjir atau banjir bandang, longsor, angin kencang dan puting beliung.

Bila tidak diantisipasi dengan baik, semua itu akan merusak banyak infrastruktur, terutama rusaknya lahan pertanian dan perkebunan sehingga mengganggu ketahanan pangan.

Baca juga: Forkopimda Ingatkan Kewaspadaan Potensi Bencana La Nina

Selain itu, berbagai bencana itu juga akan mengganggu kehidupan masyarakat sehingga harus mengungsi. Karena saat ini juga tengah ada pandemi, dikhawatirkan juga akan memicu timbulnya wabah lain.

Salah satu dampak terburuk La Nina pada 2010. Saat itu 8,1 persen dari 13,5 juta hektare lahan persawahan rusak akibat banjir.

Belum lagi kerusakan infrastruktur lainnya, jumlah warga yang mengungsi, serta terganggunya berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.

Baca juga: BMKG: Frekuensi Bencana La Nina Berpotensi Naik

Baca juga: Cegah Fenomena Pernikahan Dini, Kota Palu Gelar Rakor

Laporan: Rafiq

...

Artikel Terkait

wave
Didampingi Kuasa Hukum dan Kolega, Syahrul Yasin Limpo Dilaporkan Menghadiri Sidang Perdana Kasus Gratifikasi serta Pemerasan

Syahrul Yasin Limpo dilaporkan menghadiri sidang perdananya untuk kasus gratifikasi dan pemerasan hari ini.

Sekitar 10 Hari Menjelang Ramadhan, Harga Beras, Ayam, Telur dan Cabai di Sejumlah Daerah Masih Alami Kenaikan

Menjelang Ramadhan yang akan jatuh sekitar 10 hari lagi, harga untuk ayam, telur, cabai dan beras masih mengalami kenaikan.

Dilakukan di Rapim TNI Polri 2024, Presiden Jokowi Anugerahkan Pangkat Jenderal Kehormatan kepada Prabowo Subianto

Presiden Jokowi memberikan pangkat jenderal kehormatan kepada Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, hari ini, tanggal 28 Februari 2024.

Harga Beras Naik, Sejumlah Pedagang Nasi Goreng di Kawasan Pantai Losari Keluhkan Omzet yang Anjlok

Sejumlah pedagang nasi goreng yang berada di kawasan Pantai Losari mengeluhkan omzet mereka yang anjlok dikarenakan kenaikan harga beras.

Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi Hampir 1 Kilometer, Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini

Gunung Semeru dikabarkan kembali mengalami erupsi pagi ini, pukul 06.19 WIB, dan memuntahkan abu vulkanik setinggi hampir 1 kilometer.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;