Pesisir Maros dan Makassar Dilanda Banjir Rob

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Banjir di Makassar (Foto/Facebook Kelurahan Daya)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Pesisir Kabupaten Maros dan , Provinsi Sulawesi Selatan, mengalami yang diakibatkan hujan deras dan meluapnya air laut ke daratan.

Hal itu diungkapkan Pemilik Tambak H Rahim di pesisir Dusun Borong Kalukua, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Jumat, 23 Desember 2022.

“Banjir terjadi pada pagi dan sore hari saat hujan deras, namun setelah hujan reda, banjir surut,” ucap Rahim.

Ia mengatakan bahwa saat air pasang beberapa ikan bandengnya yang baru berumur sebulan hilang tersapu banjir.

Baca: BMKG Ingatkan Warga Waspadai Gelombang Tinggi dan Banjir Pesisir

Namun, ini tidak berlangsung lama, karena banjir mereda seiring dengan redanya hujan.

Hal yang sama diungkapkan warga Pesisir Lantebung, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Rusli Ia mengatakan, perahu nelayan yang tertambat di dermaga terombang-ambing akibat air pasang dan menjorok ke kawasan mangrove.

“Kami takut perahu kami akan rusak jika tertimpa kayu. Tapi alhamdulillah tidak bertahan lama cuaca sudah bagus kembali,” ucapnya.

Baca: 2.405 Jiwa Warga Aceh Utara Mengungsi Akibat Banjir

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Makassar telah mengeluarkan peringatan dini di beberapa wilayah pesisir Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut siaran pers Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Cuaca Maritim Paotere Makassar Mujahidin, peringatan dini (ROB) akan mulai berlaku pada 23 hingga 25 Desember 2022.

Banjir pesisir diyakini dipicu oleh puncak aktivitas pasang surut disertai gelombang kuat yang disebabkan oleh adanya pusat tekanan rendah di Australia Utara (1000 hPa).

Baca: BNPB Sebut Frekuensi Banjir Sudah Mulai Berkurang

Daerah yang berpotensi memicu banjir pesisir berada di tujuh wilayah antara lain Pesisir Kabupaten Pinrang, Pesisir Kabupaten Maros, Pesisir Kabupaten Takalar, Pesisir Kabupaten Barru, Pesisir Kabupaten Pangkajene dan Pesisir Kepulauan (Pangkep) Kota Parepare dan Pesisir .

Mahagnyana, Prakirawan cuaca di Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar mengatakan, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat pada umumnya, terutama yang tinggal di dekat pelabuhan dan pesisir.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan juga setiap saat untuk mengantisipasi dampak pasang surut air laut yang disertai gelombang tinggi dan selalu waspada terhadap pembaruan informasi cuaca laut. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.