Polisi Bekuk Jaringan Peredaran Narkotika di Sulsel

<p>Foto: Illustrasi Narkoba jenis Sabu.</p>
Foto: Illustrasi Narkoba jenis Sabu.

Gemasulawesi– Kabid Humas Poldas Sulsel, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, pihaknya telah membekuk diduga jaringan peredaran narkotika di beberapa wilayah di Sulsel.

Dari tangan pelaku jaringan peredaran narkotika di Sulsel, polisi menyita barang bukti 35 kg sabu dan 30 ribu butir inex yang sudah siap diedarkan di Kota Makassar, barang bukti itu diduga berasal dari luar negeri.

“Sabu  serta ekstasi itu disimpan dalam dua buah koper dan sebuah tas jinjing. Adapun dua pria diamankan dalam penangkapan itu adalah SY dan BJ,” ungkap Endra, di Makassar, Sabtu 28 Agustus 2021.

Baca juga: Ratusan Tenaga Kerja Asing China Masuk Sulsel Sejak Januari 2021

Dia tidak menampik adanya penangkapan seorang pelaku jaringan peredaran narkotika dengan jumlah besar di Makassar.

Hanya aja, dia terkesan enggan berbicara lebih jauh tentang kronologi penangkapan pelaku jaringan peredaran narkotika. Dan penyitaan puluhan kilogram sabu itu.

“Senin aja ya sekalian kita rilisnya,” kata Direktur Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol La Ode Aries El Fathar, saat dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi, selain menyita sabu dan ekstasi pada Jumat 27 Agustus 2021. Seorang pria pun berhasil diamankan.

Pihak Polda Sulsel dalam sepekan terakhir telah mengungkapkan narkotika jenis sabu dengan total keseluruhan 75 kilogram. Beberapa hari lalu, telah mengungkap 40 kg sabu dari salah satu kamar hotel.

Baca juga: Laboratorium PCR Mobile Kemenkes Mulai Dioperasikan di Parigi Moutong

Barang bukti narkotika diperiksa di Laboratorium Forensik

Sementara, narkotika jenis ekstasi telah diamankan sebanyak 34 ribu butir yang keseluruhan barang haram itu saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Forensik untuk menguji keasliannya.

Berdasarkan dari informasi yang dihimpun, pengungkapan ini terjadi di salah satu kamar hotel di Kota Makassar dan menangkap satu orang pelaku.

Hal ini merupakan pengembangan dari tertangkapnya dua orang pelaku yang membawa 40 kg sabu pada Rabu 25 Agustus kemarin.

Saat ini kedua pria itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel.  (***)

Baca juga: Puluhan TKA China Masuk Sulsel Saat PPKM Darurat

...

Artikel Terkait

wave

Satgas Tagih Utang BLBI Obligor dan Tommy Soeharto, Total Rp111 Triliun

Satgas tagih utang BLBI obligor dan Tommy Soeharto, hari ini Kamis 26 Agustus 2021. kewajiban pengembalian ke negara senilai Rp111 triliun

Youtuber Muhammad Kece Terancam Penjara Enam Tahun

Youtuber Muhammad Kece terancam penjara enam tahun dalam kasus dugaan penistaan agama, polisi pastikan akan dikenakan pasal berlapis.

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Karimun

Bea Cukai gagalkan penyelundupan rokok ilegal di Karimun, Kepulauan Riau. Jumlahnya mencapai 1,196 juta batang senilai miliaran rupiah.

Buntut Perkara ASABRI, Perusahaan Panama Gugat Kejagung

Buntut perkara ASABRI, perusahaan Panama gugat Kejagung ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), tidak terima penyitaan 51 persen saham.

Besok, Sidang Vonis Kasus Bansos Eks Mensos Juliari Batubara

Senin 23 Agustus 2021, Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat agendakan sidang vonis kasus Bansos terhadap Eks Mensos Juliari Batubara.

Berita Terkini

wave

Renovasi RS Anuntaloko Rp400 Juta Mubazir, Air WC Merembes ke Ruang Pasien

Pansus DPRD Parigi Moutong kritik renovasi RS Anuntaloko. Anggaran Rp400 juta tapi toilet bocor dan gedung miring hingga gagal fungsi.

GTK Parigi Moutong Perketat Mutasi dan Distribusi Guru Guna Jamin Mutu Pendidikan Desa

Bidang GTK Parigi Moutong gunakan data akurat untuk pemerataan guru dan tingkatkan kualitas pendidikan hingga pelosok lewat kebijakan strate

Puskesmas Parigi Kini Layani USG, Ibu Hamil Tak Perlu Lagi Keluar Daerah

Puskesmas Parigi kini layani USG ibu hamil. Warga tak perlu keluar daerah untuk cek janin, akses lebih dekat guna tekan angka kematian bayi.

Pasien Rujukan Parimo Kini Tak Lagi Lunta-lunta di Makassar

Dinkes Parigi Moutong tambah kapasitas rumah singgah di Makassar jadi 12 kamar. Layanan kesehatan kini lebih humanis dengan bahasa daerah.

Bupati Parigi Moutong Ajak GBI Jadi Pelopor Kerukunan di Sulawesi Tengah

Pemerintah Sulawesi Tengah dan GBI perkuat sinergi lewat semangat Berani Harmoni dalam SMDK di Parigi untuk menjaga kerukunan umat beragama


See All
; ;