Teluk Tomini Lokasi Potensial Pengembangan Udang Vaname

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Ilustrasi Gubernur Sulawesi Tengah saat melakukan penaburan udang di Parigi Moutong (Foto/Dok gemasulawesi)

Berita , gemasulawesi – Tenaga Ahli Kementerian Koordinator Bidang Kemaritimin dan Investasi (Kemenko Marves) Hasanuddin Atjo menyebutkan di Provinsi (Sulteng) potensial untuk pengembangan .

Hasanuddin Atjo saat dihubungi dari Palu, Rabu, ia mengingatkan bahwa kekayaan laut di sangat melimpah dan wilayahnya sangat strategis untuk subsektor perikanan tangkap, budidaya, pertanian, perkebunan dan peternakan ikut mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian nasional seperti pengembangan .

Ia mengatakan bahwa saat ini masih ada dua industri perikanan di yang bekerja dengan teknologi pemuliaan intensif yang berfokus pada pengembangan .

memiliki garis pantai sepanjang 1.350 kilometer dengan luas perairan 137.700 kilometer persegi dan secara administratif terdiri dari wilayah , Gorotalo dan Sulawesi Utara. 65 persen wilayah teluk tersebut di ,” kata Hasanuddin.

Baca: Grand Opening Harkannas di Parigi Moutong Akan Tampilkan Kolaborasi Parade Perahu, Tari Massal dan Paralayang

Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Sulteng ini menyatakan bahwa untuk meningkatkan pengembangan industri perikanan, perlu dilakukan penataan ulang pengelolaan sektor ini yaitu pengelolaan daerah pendekatan, penerapan industrialisasi dan digitalisasi adalah kata kunci dari desain ulang ini.

Secara nasional, katanya, devisa produk sekitar 2,3 juta dolar pada 2021 dengan volume ekspor sekitar 250.000 ton atau hampir setengah dari devisa ekspor seafood Indonesia.

“Sekitar 60 persen produk ini masih diekspor dalam bentuk bahan mentah,” kata Hasanuddin.

Baca: Setelah Lantik Pengurus Baru Ini Program Kerja KONI Parigi Moutong

Ia yakin produksi di kawasan bisa dilipatgandakan dengan mempertimbangkan perkembangan negara penghasil udang seperti Ekuador yang memiliki garis pantai sepanjang 2.700 kilometer pada tahun Mampu menghasilkan 1,1 juta ton udang pada tahun 2021, atau sekitar 20 persen dari produksi global.

Hasanuddin mengatakan, KEK yang berbasis industri perikanan () sangat menguntungkan bagi negara, terutama bagi daerah setempat yang produksinya siap masak dan siap saji yang sekarang menjadi tren kebutuhan di dunia digital dan sudah mendunia. (Dn)

Editor: Muhammad Ikhsan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.