Estimasi Selesai Desember 2024, Pemkab Kepulauan Seribu Akan Bangun Tanggul Pemecah Ombak di 3 Lokasi

Ket. Foto: Tanggul Pemecah Ombak Akan Dibangun Pemkab Kepulauan Seribu di 3 Lokasi
Ket. Foto: Tanggul Pemecah Ombak Akan Dibangun Pemkab Kepulauan Seribu di 3 Lokasi Source: (Foto/ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt)

Kepulauan Seribu, gemasulawesi – Kepala Seksi Pantai Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu, Yudo Widiatmoko, menyatakan jika tanggul pemecah ombak (breakwater) akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu di 3 lokasi.

Dalam keterangannya hari Senin, tanggal 24 Juni 2024, Yudo Widiatmoko mengatakan jika lokasi-lokasi tersebut adalah Pulau Panggang, Pulau Lancang dan Pulau Tidung.

Yudo Widiatmoko menambahkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu melakukan sosialisasi rencana pembangunan tanggul pemecah ombak yang nilainya mencapai 57 miliar rupiah kepada masyarakat setempat.

Baca Juga:
Pilkada Serentak, Bawaslu Gorontalo Dorong Seluruh Pengawas Pemilu Jaga Stamina dalam Mengawasi Pencocokan dan Penelitian

Disebutkan Yudo, tujuan dilakukan hal tersebut adalah untuk mendapatkan sejumlah saran dan juga masukan.

Dikutip dari Antara, tanggul pemecah ombak di Pulau Panggang rencananya akan dibangun di sebelah Pulau Hexagon.

“Untuk estimasi panjangnya mencapai 350 meter,” katanya.

Baca Juga:
Tewaskan 18 Orang, Polisi Beberkan Penyebab Kebakaran Hebat yang Melanda Gudang Gas Elpiji di Bali, Berikut Hasil Penyelidikan Tim Labfor

Dia melanjutkan untuk tanggul pemecah ombak di Pulau Lancang, tepatnya akan dibangun di Gusung Klanceng.

“Untuk panjangnya sekitar 250 meter,” ujarnya.

Sementara di Pulau Tidung, Yudo menyatakan akan dibangun di sisi utara dengan panjang sekitar 300 meter.

Baca Juga:
Terdampak Banjir Bandang, BPBD Terus Lakukan Proses Evakuasi di Desa Sibalago Parigi Moutong

Menurutnya, estimasi selesai pembangunan sekitar bulan Desember 2024.

Lebih lanjut, Yudo Widiatmoko menyebutkan hal yang mendasari pembangunan tanggul pemecah ombak seluruhnya dari dan untuk masyarakat.

“Baik itu dilakukan melalui musrenbang atau musyawarah rencana pembangunan, surat permohonan, rembuk warga ataupun permintaan,” ucapnya.

Baca Juga:
18 Orang Meninggal Dunia Akibat Kebakaran Gudang Gas Elpiji di Bali, Polisi Tetapkan 1 Orang Sebagai Tersangka, Ini Perannya

Dia menjelaskan jika semua usulan yang diperoleh dari sosialisasi ini akan dikaji dan juga dibahas secara detail, disurvei, diukur dan dilakukan perencanaannya dengan tim ahli.

Nur Lela, yang merupakan Ketua RW 03 Kelurahan Pulau Panggang, menyatakan dukungannya terhadap adanya pembangunan tanggul pemecah ombak tersebut dikarenakan diharapkan dapat mengembalikan tanah yang terkikis oleh ombak laut.

Dia menegaskan pihaknya siap untuk mengawasi proyek tersebut.

Baca Juga:
Kasus Pengoplosan Gas LPG Bersubsidi di Abiansemal Badung Terbongkar, Begini Motif Operandi Pelaku dan Ancaman Pidana yang Menjeratnya

“Kami juga siap melaporkan jika kontraktor mengerjakan proyeknya asal-asalan,” pungkasnya.

Nur Lela juga mengharapkan proyek itu dapat berjalan dan selesai tepat waktu.

Sebelumnya, pada bulan Mei lalu, Pemkab Kepulauan Seribu juga melakukan perbaikan terhadap breakwater di sebelah sisi timur perairan Pulau Panggang yang mengalami kerusakan disebabkan diterjang oleh gelombang. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Keren! 3 Remaja Putri di Cianjur Ini Berhasil Gagalkan Aksi Polisi Gadungan, Kejar hingga Tendang Motor Pelaku yang Berniat Ambil Ponselnya

Tiga remaja putri di Cianjur, Jawa Barat, melakukan aksi heroik. Gagalkan aksi polisi gadungan yang berniat mengambil ponsel miliknya.

Viral Aksi Pungli di Sepanjang Jalan Dalu 10 Tanjung Morawa Deli Serdang, Sopir Truk ini Keluhkan Mahalnya Tarif yang Diminta

Aksi pungli yang dilakukan sejumlah warga di sepanjang jalan Dalu 10 Tanjung Morawa Deli Serdang viral di media sosial.

Bantu Penanganan, Operasi SAR Banjir Bandang Kecamatan Toribulu Parigi Moutong Tetap Dilanjutkan

Kegiatan SAR tetap dilanjutkan di wilayah yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Jajaki Kerja Sama, Gibran Akui Telah Mengirimkan Tim dari Pemkot Surakarta ke India

Tim yang berasal dari Pemerintah Kota Surakarta diungkapkan Gibran Rakabuming Raka telah dikirim ke India untuk mulai menjajaki kerja sama.

Usai Videonya Viral, Manajemen Taman Safari Indonesia Mengecam Keras Pengunjung yang Melempari Mulut Kuda Nil dengan Sampah

Manajemen Taman Safari Indonesia memberikan peringatan tegas kepada pengunjung yang viral usai beri makan kuda nil sampah plastik.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;