Aksi Balas Dendam, Tukang Parkir di Makassar Tewas

<p>Foto: Illustrasi pembunuhan juru parkir di Makassar.</p>
Foto: Illustrasi pembunuhan juru parkir di Makassar.

Gemasulawesi- Diduga akibat aksi balas dendam antar kelompok remaja, tukang parkir di Makassar, Sulawesi Selatan, tewas dengan luka tusukan dan tebasan di sejumlah anggota tubuhnya.

“Motifnya ingin membalas dendam, dikarenakan teman pelaku sudah dipukul korban dan teman-temannya. Pelaku ada 10 orang, sudah kita amankan dan satu orang lagi dalam pencarian,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, beberapa waktu lalu.

Saat belasan remaja melakukan aksi balas dendam terhadap kelompok korban, teman-temannya tidak berada dilokasi. Pihaknya menduga, persoalan antara kelompok remaja itu dipicu salah paham.

Baca juga: Dendam, Pria Bunuh TKA China di Konawe

Dia menceritakan, korban tukang parkir di Makassar saat itu duduk di atas motor terparkir, kemudian para pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan parang dan badik, sehingga korban tewas di TKP.

Jamal menyebut, korban mengalami beberapa luka tusuk dan tebasan, di bagian perut, pipi kiri, hingga lengan kiri.

Baca juga: DPRD Banggai: Ada Indikasi Kebocoran Pendapatan Daerah Sektor Perikanan

Para pelaku masing-masing berinisial, MF (20), MM alias Nono (18), AN (18), MM alias Genta (16) pelajar, AH alias Rio (16) pelajar, NPR (19), WD alias Qisty (18) pelajar, AS (19), MZK (17) dan MZ (16) pelajar.

Baca juga: Dishub Sisir 53 Lahan Parkir Pasar Parigi Moutong

Polisi dalami aksi pelaku berstatus pelajar 

Saat ini pihaknya masih mendalami aksi balas dendam kelompok pelaku pembunuhan ini. Menurutnya, empat anggota kelompok itu masih berstatus pelajar.

“Masih dalami mereka ini adalah geng motor atau kelompok kriminal meresahkan masyarakat. Lima TKP penangkapan ada di Makassar dan luar Makassar. Dari 10 orang ini ada empat pelajar,” katanya.

Baca juga: Sulawesi Tengah Siapkan Bonus Atlet Peraih Emas di PON XX Papua

Meskipun pihaknya telah mengamankan 10 orang pelaku, para personil masih memburu pelaku lainnya yang melarikan diri.

Baca Juga: Keluarga Pasien Covid19 Diduga Rusak Fasilitas Rumah Sakit di Parimo

Atas tindakan itu, para pelaku aksi balas dendam berujung maut dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana, serta Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (***)

Baca juga: Kemenkes Minta Vaksinasi Kelompok Rentan Segera Terlaksana di Daerah

Baca juga: Oknum PNS di Bitung Jadi Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Swab PCR

...

Artikel Terkait

wave

Tabrak Lari, Pengendara Mobil Rescue di Makassar Mengaku Salah

Polres Pelabuhan Makassar akhirnya berhasil menangkap pelaku tabrak lari mengendarai mobil rescue di Makassar, Sulawesi Selatan.

Polisi Dalami Kasus Dugaan Pembunuhan Kepala BPBD Merangin

Kepolisian terus mendalami kasus dugaan pembunuhan Plt Kepala BPBD Merangin, Jambi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal bersimbah darah.

Oknum PNS di Bitung Jadi Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Swab PCR

Oknum PNS di Bitung, Sulawesi Utara, berinisial HES (41) diduga menjadi pelaku pemalsuan surat hasil Swab PCR. Aksinya diketahui Polisi.

Dua Pelaku Penganiayaan Pemuda di Jawa Timur Masih Dibawah Umur

Empat pelaku ditetapkan polisi sebagai pelaku penganiayaan di Jawa Timur, menyebabkan pemuda tewas. Dua diantaranya masih dibawah umur.

Pelaku Hina Profesi Wartawan, Dijerat UU ITE

Polres Madiun Kota, Jawa Timur menjerat pelaku hina profesi wartawan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;