Setelah Penilaian Baru, Militer Penjajah Israel Memperluas Zona Militer Tertutup di Sekitar Gaza

Ket. Foto: Militer Penjajah Israel Memperluas Zona Militer Tertutup di Sekitar Gaza Setelah Penilaian Baru
Ket. Foto: Militer Penjajah Israel Memperluas Zona Militer Tertutup di Sekitar Gaza Setelah Penilaian Baru Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Militer penjajah Israel dalam sebuah pernyataan mengatakan militer penjajah Israel telah menyesuaikan zona tertutup di sekitar pagar Gaza setelah penilaian baru.

Hal tersebut disampaikan oleh militer penjajah Israel kemarin, tanggal 11 Agustus 2024, waktu setempat.

Berdasarkan perintah itu, area baru dilarang dimasuki tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan militer penjajah Israel.

Baca Juga:
Datang Membawa Ternak, Pemukim Penjajah Israel Mendirikan Tenda di Lahan Pertanian Palestina di Lembah Yordan Utara

Zona tertutup ini meliputi ladang pertanian antara persimpangan Beit Hanoon, yang dikenal sebagai Erez oleh orang penjajah Israel), Yad Mordechai, persimpangan Shaar HaNegev, persimpangan Nativot dan Nahal Oz.

Yang juga termasuk dalam perintah itu adalah ladang antara jalan akses ke pemakaman di Netivot dan Rurte 234 dan dari sana ke pagar Gaza.

Pernyataan tersebut juga mencakup area antara simpang Re’im dan Urim, dan dari sana hingga pagar.

Baca Juga:
Diperkirakan Akan Bertemu Vladimir Putin, Presiden Palestina Dilaporkan Mengunjungi Moskow Rusia pada Hari Senin

“Perintah itu dikeluarkan saat para pemukim Yahudi berencana pergi ke pagar pembatas malam ini untuk melaksanakan salat,” ujar media penjajah Israel.

Di sisi lain, Federasi Internasional Perhimpunan Mahasiswa Kedokteran atau IFMSA telah menangguhkan perhimpunan mahasiswa kedokteran penjajah Israel selama 2 tahun karena genosida yang dilakukan Tel Aviv di Jalur Gaza dan mencela ‘kurangnya moral dan nilai-nilai kemanusiaan’.

Keputusan tersebut diambil setelah 2 pertiga IFMSA memberikan suara mendukung tindakan itu.

Baca Juga:
Jatuhkan Selebaran, Penjajah Israel Hentikan Penjualan Rokok di Jalur Gaza Sebagai Insentif untuk Informasi

Menurut pernyataan di situs web IFMSA, pemungutan suara itu diadakan karena sifat mengerikan dari tuduhan terhadap Federasi Mahasiswa Kedokteran penjajah Israel atau FIMS, yang mencakup ancaman terhadap mahasiswa kedokteran dan ujaran kebencian.

Keputusan tersebut diprakarsai oleh asosiasi Brazil, yang berupaya mengeluarkan penjajah Israel dari IFMSA.

Namun, permintaan itu ditolak, dengan dua pertiga dari 123 negara menyetujui penangguhan selama 2 tahun yang akan ditinjau kembali pada bulan Agustus 2025 dan Agustus 2026.

Baca Juga:
Keluarganya Mengambil Jalan yang Salah Menuju Pemukiman, Pemukim Penjajah Israel Todongkan Senjata ke Kepala Seorang Gadis Palestina Berusia 3 Tahun

Penjajah Israel dapat menghadapi pengusiran permanen dari forum internasional jika keputusan asosiasi itu dibatalkan atau tetap tidak berubah.

Miri Schwimmer, yang merupakan perwakilan penjajah Israel, mengklaim usulan tersebut tergesa-gesa pada akhir pertemuan, melewati prosedur standar. (*/Mey)

...

Tags

Artikel Terkait

wave
Terjadi Saat Orang-Orang sedang Melaksanakan Salat Subuh, Lebih dari 100 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Penjajah Israel terhadap Sebuah Sekolah

Dalam serangan yang dilakukan penjajah Israel terhadap sebuah sekolah subuh tadi, lebih dari 100 warga Palestina dikabarkan meninggal.

Serbu Kota Dura Saat Fajar, Tentara Penjajah Israel Dikabarkan Meledakkan Rumah Warga Palestina yang Terbunuh di Tepi Barat

Rumah mendiang Moamen Fayez al-Masalma yang terletak di Tepi barat dilaporkan diledakkan oleh tentara penjajah Israel.

Terjadi Dekat Deir el-Balah, Seorang Staf Palestina dari Kelompok Bantuan World Central Kitchen Dilaporkan Tewas di Jalur Gaza

Seorang staf Palestina dari kelompok bantuan World Central Kitchen bernama Nadi Sallout dikabarkan meninggal di Jalur Gaza.

Dengan Dalih Dibangun Tanpa Izin yang Diperlukan, Penjajah Israel Memaksa Sebuah Keluarga Palestina untuk Menghancurkan Rumah Mereka Sendiri di Kota Az-Za’ayyem

Sebuah keluarga Palestina dipaksa oleh penjajah Israel untuk menghancurkan rumah milik mereka sendiri di Kota Az-Za’ayyem.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;