UNRWA Memperingatkan tentang Dampak Musim Gugur terhadap Pengungsi Jalur Gaza

Ket. Foto: UNRWA Memperingatkan Dampak Musim Gugur terhadap Pengungsi Gaza
Ket. Foto: UNRWA Memperingatkan Dampak Musim Gugur terhadap Pengungsi Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – UNRWA telah memperingatkan tentang dampak musim gugur terhadap pengungsi Jalur Gaza.

UNRWA telah memperingatkan bahwa dengan semakin dekatnya musim gugur, plastik dan kain tidak cukup untuk melindungi orang-orang dari hujan dan dingin.

Dalam sebuah postingan di media sosial X yang disertai dengan video, UNRWA menuliskan hujan deras pertama musim ini di Jalur Gaza hari ini.

Baca Juga:
Seorang Pejabat Tinggi Sebut Tidak Akan Ada Perdamaian selama Palestina Masih di Bawah Pendudukan Penjajah Israel

“Air mengalir melalui kamp yang penuh sesak dan membanjiri tenda-tenda darurat tempat keluarga-keluarga yang mengungsi secara paksa tinggal,” tutur mereka.

Di sisi lain, kepala spiritual Gereja Inggris, Uskup Agung Canterburry, telah menyerukan dukungan terhadap keluarga Kisiya, yang merupakan keluarga Kristen Palestina yang tanahnya di lembah al-Makhrour di luar Betlehem diambil alih oleh pemukim penjajah Israel.

Justin Welby, yang juga memimpin Komuni Anglikan sedunia, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penindasan, diskriminasi, dan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat, termasuk umat Kristen, harus dihentikan.

Baca Juga:
DPR AS Telah Meloloskan RUU yang Menyatakan Produk dari Pemukiman Ilegal Sebagai Produk dari Penjajah Israel

“Pemerintah penjajah Israel tidak kebal hukum dan harus berhentik bertindak sebaliknya,” katanya.

Dia menambahkan keluarga-keluarga Kristen yang teguh pendiriannya seperi keluarga Kisiya, yang tanah leluhurnya telah dicuri secara paksa, tetap berada dalam doa-doanya.

Sementara itu, pasukan penjajah Israel melancarkan serangan di kota Qarawat Bani Hassan di sebelah barat Salfit.

Baca Juga:
Brigade Al Qassam Dilaporkan Menyerang Tentara Penjajah Israel di Jalur Gaza Selatan

Hal tersebut disampaikan oleh kantor berita Wafa.

Wafa menyampaikan tentara memasuki dan menggeledah beberapa rumah selama operasi itu.

Serangan penjajah Israel ke kota-kota Palestina telah meningkat dalam skala dan intensitas sejak tanggal 7 Oktober 2023.

Baca Juga:
AS Khawatir Menkeu Penjajah Israel Bermaksud Memutuskan Hubungan Bank Palestina dengan Sistem Keuangan Penjajah Israel

Lebih dari 700 warga Palestina telah terbunuh dan ribuan lainnya ditahan.

Di sisi lain, seorang mantan kepala dinas mata-mata penjajah Israe Mossad, Tamir Pardo, menuduh pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengutamakan balas dendam atas nyawa sandera penjajah Israel yang ditawan di Jalur Gaza.

Tamir Pardo, yang menjabat sebagai direktur Mossad antara tahun 2011 dan 2016, menyampaikan pemerintah seharusnya menerima tawaran Hamas untuk pertukaran tahanan pada tanggal 8 Oktober 2023.

Baca Juga:
Penjajah Israel Dilaporkan Mengajukan Proposal Baru kepada AS Mengenai Kesepakatan dengan Hamas

“Tetapi penjajah Israel lebih memilih untuk membalasdendam,” ungkapnya.

Dia menambahkan mereka mengetahui bahwa para sandera tidak dapat dibebaskan lewat serangan militer. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Seorang Pejabat Tinggi Sebut Tidak Akan Ada Perdamaian selama Palestina Masih di Bawah Pendudukan Penjajah Israel

Tidak akan ada perdamaian selama Palestina masih di bawah pendudukan penjajah Israel disampaikan pejabat tinggi Palestina.

DPR AS Telah Meloloskan RUU yang Menyatakan Produk dari Pemukiman Ilegal Sebagai Produk dari Penjajah Israel

RUU yang menyatakan produk dari pemukiman ilegal sebagai produk dari penjajah Israel telah diloloskan oleh DPR Amerika Serikat.

Brigade Al Qassam Dilaporkan Menyerang Tentara Penjajah Israel di Jalur Gaza Selatan

Tentara penjajah Israel diserang oleh Brigade Al Qassam, yang merupakan sayap bersenjata Hamas, di Jalur Gaza bagian selatan.

AS Khawatir Menkeu Penjajah Israel Bermaksud Memutuskan Hubungan Bank Palestina dengan Sistem Keuangan Penjajah Israel

AS khawatir Menteri Keuangan penjajah Israel bermaksud memutuskan hubungan bank Palestina dengan sistem keuangan penjajah Israel.

Penjajah Israel Dilaporkan Mengajukan Proposal Baru kepada AS Mengenai Kesepakatan dengan Hamas

Proposal baru dikabarkan diajukan penjajah Israel kepada Amerika Serikat mengenai kesepakatan dengan Hamas.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;