Tanggapi Viralnya Video Emak-emak Bernyanyi dan Berisik di Kereta hingga Ganggu Kenyamanan Penumpang Lain, Begini Penjelasan PT KAI

Begini penjelasan PT KAI soal viralnya terkait aksi rombongan emak-emak bising di KA 241 Sri Tanjung relasi Ketapang-Lempuyangan.
Begini penjelasan PT KAI soal viralnya terkait aksi rombongan emak-emak bising di KA 241 Sri Tanjung relasi Ketapang-Lempuyangan. Source: Foto/TikTok @evan293033

Nasional, gemasulawesi - Sebuah video yang menampilkan sejumlah emak-emak bernyanyi dengan penuh semangat di dalam gerbong kereta api telah menjadi viral di media sosial, menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat. 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) merespons kejadian ini, memastikan bahwa tindakan telah diambil untuk mengatasi situasi tersebut. 

Video tersebut menjadi viral usai diunggah oleh akun TikTok @evan293033, yang memperlihatkan rombongan emak-emak mengenakan gamis hitam dan kerudung cokelat kompak melantunkan lagu dengan suara lantang dan melakukan gerakan tangan. 

Aksi ini menarik perhatian netizen dan mencuatkan perdebatan mengenai etika berperilaku di ruang publik, khususnya di lingkungan transportasi umum seperti kereta api.

Baca Juga:
Diduga Terlibat dalam Kasus Korupsi, Kantor Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu Digeledah Tim Penyidik KPK

VP Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa kejadian viral itu terjadi dalam KA (241) Sri Tanjung relasi Ketapang - Lempuyangan pada Jumat, 12 Juli 2024, tepatnya di gerbong kereta ekonomi 6. 

Kondektur dan Polsuska yang bertugas segera memanggil koordinator rombongan dan memberikan penjelasan serta arahan agar tidak membuat kegaduhan di dalam kereta. Setelah itu, situasi kembali kondusif. 

PT KAI mengajak semua penumpang untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain demi menjaga keamanan dan kenyamanan selama perjalanan kereta api.

Aksi emak-emak tersebut dinilai mengganggu lantaran di gerbong yang mereka pilih masih terdapat penumpang lainnya. 

Baca Juga:
Mundurnya Gibran Rakabuming Raka sebagai Wali Kota Solo Jadi Sorotan, Ternyata Ini Alasannnya Mengundurkan Diri Lebih Awal

Video yang viral ini diduga direkam oleh salah satu penumpang yang merasa terganggu dengan situasi tersebut.

"Memangnya boleh ya di kereta api tapi seberisik ini?" tulis pengunggah video tersebut, menyoroti kekurangan tindakan tegas dari pihak KAI.

KAI mengingatkan bahwa ketenangan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama dalam setiap perjalanan kereta api. 

Penumpang diharapkan untuk selalu menjaga sopan santun dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu penumpang lain. 

Baca Juga:
Dibiarkan Mati Sendirian, Warga Palestina dengan Down Syndrome Dilaporkan Dianiaya Anjing Militer Penjajah Israel

PT KAI juga meminta semua pelanggan untuk melaporkan kejadian yang mengganggu ketertiban kepada petugas agar dapat segera ditangani.

Video yang menunjukkan kelompok emak-emak tersebut langsung memicu perdebatan tentang batasan perilaku yang pantas di ruang publik. 

Beberapa netizen mendukung tindakan petugas kereta yang segera mengatasi situasi, sementara yang lain menyoroti perlunya edukasi lebih lanjut kepada penumpang mengenai etika di transportasi umum.

Sebagai perusahaan transportasi publik, PT KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan memastikan kenyamanan serta keselamatan penumpang. 

Baca Juga:
Bongkar Lima Kasus Mafia Tanah Terbesar di Jawa Tengah, Polisi Tangkap 6 Tersangka, Begini Cara Pelaku Melancarkan Aksinya

KAI juga terus mengedukasi penumpang melalui berbagai media agar senantiasa mematuhi aturan dan etika selama perjalanan. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih menghargai dan menghormati sesama penumpang di ruang publik. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Ganggu Penumpang Lain, Aksi Rombongan Emak-emak Berisik Saat Bernyanyi Bersama di Gerbong Kereta Api Ekonomi Ini Viral di Media Sosial

Aksi segerombolan emak-emak yang berisik saat bernyanyi secara lantang di dalam gerbong kereta api viral di media sosial.

Detik-Detik Minibus Dihantam KA Babaranjang di OKU Sumatera Selatan Saat Melewati Jalur Kereta Api Viral, Begini Kondisi Penumpang dan Sopir

Sebuah mobil jenis minibus dihantam Kereta Api Babaranjang di pintu perlintasan di Kelurahan Air Gading, OKU, Sumatera Selatan.

Diduga Gegara Rem Blong, Truk Gandeng Bermuatan Pupuk Tabrak 8 Motor di Perlintasan Kereta Api Giri Banyuwangi, Begini Kondisi Para Korban

Delapan motor rusak parah setelah tertabrak truk gandeng di perlintasan kereta api Giri Banyuwangi. Begini kata saksi di lokasi kejadian.

Periode Libur dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Adha, KAI Daop 2 Bandung Dilaporkan Mengoperasikan 186 Kereta Api Jarak Jauh

186 KA jarak jauh dioperasikan oleh PT KAI Daop 2 Bandung pada periode libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Adha tahun 2024.

Innalillahi! Pria di Bojonegoro Tewas Usai Menabrakkan Diri ke Kereta Blambangan, Isi Surat Wasiat yang Ditinggalkan Bikin Terenyuh

Pria ini meninggal dengan mengenaskan usai menabrakkan diri ke Kereta Blambangan di Desa Sukoharjo, Bojonegoro. Ini isi surat wasiatnya.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;